
Kehidupan Marina pun saat ini semakin bahagia, sejak dokter mengatakan kalau dirinya saat ini sedang hamil. Dia sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi seorang wanita yang sempurna yang bisa merasakan hamil.
Kelak dia juga bisa merasakan bagaimana dia harus berjuang melahirkan buah hati mereka, dan juga menyusui anaknya. memberikan ASI terbaik untuk sang anak.
"Terima kasih ya, Sayang. Sudah hadir di rahim Mama. Mama akan menjaga kamu dengan baik,"ucap Marina yang kini mengusap perutnya yang masih rata. menurut hasil USG Marina hanya memiliki satu kantong bayi. Dia tak hamil anak kembar.
Saat ini dokter Richard sedang bekerja, Marina hanya sendiri di apartemen. Semenjak kejadian waktu itu Marina tak berani pergi keluar sendiri. Dia takut nantinya akan terjadi sesuatu dengan kandungannya. Dia lebih memilih berdiam diri di dalam apartemen.
karena saat ini dia masih di trimester pertama. Kandungan masih dibilang lemah.
Sekarang Marina sudah mulai pintar memasak. Dokter Richard membatasi dirinya bekerja. Dia tak memperbolehkan Marina bekerja berat. Semua ini demi buah hati yang masih ada di dalam kandungan Marina.
Marina benar-benar bahagia menjalani rumah tangga bersama dokter Richard. Karena Dokter Richard selalu bersikap manis kepadanya. Meskipun hanya sebuah kesederhanaan.
Ponsel Marina berdering, Marina langsung mengambilnya. Senyuman terukir di wajah Marina, saat melihat sang suami yang menghubungi dirinya.
Dokter Richard tipe suami yang perhatian. Dia selalu menghubungi Marina meski hanya untuk mengingatkan Marina makan dan minum obat.
"Iya, halo."sahut Marina menjawab telepon dari suaminya.
"Halo istriku sayang, yang cantik. Jangan lupa makan dan minum vitamin. Sudah waktunya makan siang. Jangan capek-capek ya, cucian biar aku saja nanti yang mencuci baju. Kamu bersantai saja. Aku hanya ingin kamu fokus pada kehamilan kamu,"ucap dokter Richard.
"Iya bawel. lantas kalau aku merasa jenuh gimana?"sahut Marina.
"Aku seperti ini, karena aku tak ingin terjadi sesuatu dengan kamu! ingat, trimester pertama, kandungan masih sangat lemah. resiko keguguran sangat tinggi. Lakukan apapun yang kamu mau, agar kamu tak merasa jenuh. Jika kamu merasa bosan, kamu bisa jajan ke minimarket dekat apartemen.
Kamu bisa membeli apapun yang kamu suka. Entah itu es krim ataupun cemilan,"jelas dokter Richard dan Marina akhirnya mengerti.
Pesan suami dan dokter akan dia jalankan demi calon buah hatinya dengan dokter Richard. Setelah berbincang selama sepuluh menit, akhirnya mereka mengakhiri panggilan telepon mereka. Karena dokter Richard ingin makan dulu, Marina pun ingin makan juga.
Marina langsung mengambil makanan, saat ini dia sudah berada di meja makan.
"Aku lihat kamu begitu bahagia dengan dia. maka aku pun harus bahagia dengannya. Mulai sekarang aku tak akan mau mengingat kamu lagi, karena kamu bukan milik aku lagi. aku harus bersyukur dengan kehidupan aku yang sekarang, justru aku lebih merasakan arti cinta yang sesungguhnya."ucap Marina dalam hati.
Mungkin dengan mengikhlaskan Horison, nantinya dia akan lebih merasa tenang menjalani kehidupan bersama dokter. Dulu Horison memang memberikan dia kemewahan, Tetapi dia masih merasa tak bahagia. Hingga dia masih berpikir untuk mencari kebahagiaan. Kini semua sudah dia miliki. Untuk apa lagi dia mencari lagi.
Ternyata kemewahan tak menjadi patokan kebahagiaan dirinya. Horison hanya memberikan dia uang yang berlimpah, membuat dirinya terlena. Menjadi sosok yang sombong, bahkan menolak kodratnya sebagai seorang wanita.
Tak terasa makanan Marina sudah habis. Dia memilih untuk menonton televisi. Hanya ini hiburan di apartemen. Makanya, dia ingin memiliki anak untuk menemani dirinya, agar tak merasa kesepian seperti sekarang ini.
Ternyata setelah makan membuat matanya meredup, hingga akhirnya dia tertidur di sofa. dia ketiduran.
Jam menunjukkan pukul 04.00 sore. Dokter Richard sudah selesai bekerja dia bergegas segera pulang. Dia sudah tak sabar ingin bertemu istri tercintanya. Dokter Richard langsung melajukan motornya menuju apartemen yang selama ini mereka tempati.
Saat ini, dokter Richard Baru saja sampai di apartemen. Dia langsung bergegas menaiki anak tangga menuju unit apartemennya. Dokter Richard sudah di depan pintu unit apartemennya.
Dia langsung mengetuk pintu. Karena sekarang Dokter Richard selalu menyuruh Marina untuk mengunci pintu.
Mendengar suara ketukan pintu, perlahan Marina membuka matanya.
Marina beranjak turun, dan bergegas untuk membuka pintu. Ternyata benar, suaminya lah yang pulang.
"Apa kamu sudah lama sayang? maaf aku ketiduran dan membuat kamu harus menunggu."ucap Marina.
Dokter Richard tersenyum dan merangkul sang istri mesra.
"Meskipun harus menunggu seribu Tahun lamanya. Demi kamu aku akan menunggunya."ungkap dokter Richard dan langsung mendapatkan cubitan dari sang istri.
"Sakit sayang,"ucap dokter Richard manja.
"Biarkan saja! habisnya, aku tanya serius. jawabnya begitu."sahut Marina
"Ya sudah, aku mandi dulu ya Sayang. Atau mungkin kita mau mandi bareng?"goda dokter Richard sambil memainkan alisnya
"Ih dasar mesum!"umpat Marina membuat dokter Richard langsung terkekeh.
Dokter Richard memilih untuk langsung mandi dan Marina langsung membuatkan teh manis hangat untuk suaminya.
Dokter Richard sudah terlihat segar, dia langsung ke kamar untuk mengambil pakaian. Dia tersenyum kalau melihat sang istri yang sudah menyiapkan teh manis hangat untuknya.
Setelah selesai memakai baju, dokter Richard langsung keluar kembali menghampiri sang istri.
"Apa ada makanan yang kamu inginkan? setelah ini aku ingin mengajak kamu membeli makanan di luar,"ucap dokter Richard
"Tapi aku sudah masak. Memangnya kamu tak ingin makan masakan aku?"tanya Marina. dia menunjukkan wajah kecewa. Dokter Richard dapat merasakan hal itu.
"Kata siapa aku tak ingin merasakan masakan kamu, sayang? kita keluar hanya untuk membeli makanan untuk kamu. Karena aku ingin mewujudkan keinginan kamu, meskipun hanya yang sederhana. Aku akan makan apapun yang kamu masak.
Justru bagiku rasanya lebih enak. Karena aku yakin kalau kamu membuatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang."jelas dokter Richard membuat Marina terharu.
Marina langsung memeluk sang suami, meluapkan perasaan hatinya.
"Hei, mengapa kamu menangis sayang? Aku ini ingin membuat kamu bahagia. Bukan untuk membuat kamu sedih. Sudah ya, jangan nangis lagi, Aku ingin kamu selalu bahagia agar anak kita pun di dalam sani ikut bahagia."ucap dokter Richard.
"Aku menangis karena aku terharu. Kenapa kamu selalu saja membuat hati aku tersenyum? aku bahagia hidup bersama kamu, aku tak salah memilih kamu,'ucap Marina.
Dokter Richard merenggangkan pelukannya. kini kedua tangannya membingkai kedua pipi Marina, dan netra mereka kini saling berhadapan.
"Dengar ya! selama nafas ini berdetak, aku akan selalu mencintai kamu, dan aku akan selalu membahagiakan kamu sayang. Apapun itu, Aku akan berusaha. I love you Mama Marina,"ucap dokter Richard. Dokter Richard melabuhkan kecupan kening Marina. dan memeluk tubuh istrinya dengan erat.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN