CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 69. ANASTASIA HAMIL



Tiga bulan setelah melakukan perjalanan bulan madu, Tampak Horison sudah melakukan aktivitasnya seperti semula. Anastasia memilih untuk memantau perkembangan restoran miliknya dari rumah saja. Beruntung Anastasia memiliki tuan Geraldine dan beberapa anak buahnya yang bisa dipercaya.


Sehingga Anastasia dapat memantau perkembangan restoran miliknya, hanya dengan melihat di layar CCTV yang tersambung ke ponselnya. Dan juga laporan-laporan yang dikirimkan oleh para orang-orang kepercayaan Anastasia.


Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Anastasia kali ini belum terbangun. Biasanya Anastasia selalu bangun lebih awal. Tak lupa ia selalu melakukan salat subuh. Ia juga selalu mengingatkan suaminya agar jangan lupa melakukan kewajibannya sebagai umat muslim.


Semenjak menikah dengan Anastasia, Horison memang benar-benar berubah. Dulunya Horison sudah melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Bahkan untuk salat saja entah kapan terakhir dia melakukannya. Tapi setelah menikah dengan Anastasia. Anastasia selalu mengingatkan Horison. Sehingga perubahan itu pun terjadi. Dan saat ini Horison sudah rutin melakukan kewajibannya.


Walaupun terkadang Anastasia sedikit kewalahan membangunkannya, ketika mereka akan mengadakan salat subuh.


Pagi ini tubuh Anastasia merasa tidak enak. Perutnya mual kepalanya pusing membuat ia tampak gelisah dan wajahnya sudah pucat.


"Kamu kenapa sayang?


"Apa kamu sakit?"tanya Horison lembut kepada sang istri. Dia melihat wajah istrinya terlihat pucat.


"Kepala aku terasa pusing, perutku terasa mual,"sahut Anastasia.


Anastasia langsung berlari ke kamar mandi, karena ingin muntah. Rasa mual mengguncang di perutnya. Benar saja dia memuntahkan semua isi perutnya. Horison langsung menghampiri istrinya, dan membantunya.


Tubuh Anastasia langsung gemetaran, kakinya terasa lemas. Untungnya sang suami begitu setia mendampingi dirinya. Horison membopong Anastasia ke sofa.


"Kamu kenapa sayang? tanya Horison kepada istrinya. Padahal pagi ini Horison akan segera berangkat ke kantor. Karena ada meeting penting pagi ini.


"Entahlah, sayang kepalaku sangat pusing rasanya semua berputar. Tadi juga perutku mual dan semua isi perutku sudah keluar semua. Aku terasa lemas." ucap Anastasia kepada suaminya.


Nyonya Nadine yang tak kunjung melihat Putra dan menantunya turun untuk sarapan datang menghampiri mereka di kamar pribadi yang selama ini ditempati oleh Putra dan menantunya.


Tok...


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya. Tampak Horison memberikan Anastasia minyak kayu putih dan mengoleskannya ke bagian perut dan punggung istrinya. Sesekali mencium kan minyak kayu putih itu ke hidung Anastasia.


"Masuk saja, pintu tidak dikunci!" teriak Horison dari dalam kamar.


Ceklek.....


Dengan sekali hentakan pintu terbuka lebar. Nyonya Nadine masuk menghampiri keduanya.


"Loh kenapa dengan Anastasia?


" Apa yang kamu lakukan kepadanya? hah! tuduh Nyonya Nadine kepada Horison. Ia mengira kalau Horison menyakiti menantu kesayangannya.


"Mana mungkin Horison menyakiti menantu Mama ini, secara horizon sangat cinta dan sayang kepadanya. Tapi entah mengapa pagi ini ia muntah-muntah. Ia merasa kepalanya pusing dan perutnya mual sehingga ia muntah-muntah semenjak bangun tadi pagi." ucap Horison kepada Nyonya Nadine.


Nyonya Nadine teringat Putra dan menantunya Beberapa bulan yang lalu melakukan perjalanan bulan madu ke los angeles, lalu ia pun tersenyum.


"Heh, bodoh! mana mungkin Mama suka menantu Mama sakit, tapi kalau menantu Mama sakit, karena sakit cantik sih tidak apa-apa, itu biasa." ucap Nyonya Nadine membuat Horison semakin bingung.


"Maksud Mama apa, sih?


"Jangan membuat Horison bingung, mana ada sakit cantik."gerutu Horison yang semakin kesal mendengar ucapan Nyonya Nadine.


Anastasia seolah tidak peduli perdebatan ibu dan anak itu. Yang ia rasakan saat ini kepalanya sangat pusing, kamar itu terasa berputar ia rasakan.


"Tunggu apa lagi, segera bawa ke dokter. Apa kamu ingin menantu kesayanganku ini kenapa-kenapa?" mengapa kau biarkan dia terus di kamar ini?


"Tadi sudah aku bilang mau dibawa ke dokter. atau dokter yang dipanggil ke sini, tapi menantu kesayangan Mama ini yang tidak mau katanya. Jika istirahat pasti akan baikan, tapi nyatanya sampai sekarang belum baikan."


"Sudah, tidak perlu banyak alasan! sekarang juga bawa ke rumah sakit. Mama tidak ingin terjadi sesuatu kepada menantu kesayangan mama." ucapnya Nadine.


Horison langsung menggendong Anastasia ala bridal style dan nyonya Nadine mengikutinya dari belakang. "Pak buka mobilnya."seru Horison meminta kepada super pribadinya yang selalu setia membawanya ke mana saja yang ia inginkan.


Pak Karyo pun langsung membuka pintu mobil mewah milik Horison dengan lebar agar horizon dapat masuk dengan leluasa membawa Anastasia masuk ke dalam mobil. Tuan Airos yang melihat putranya menggendong menantunya pun berlari menghampiri Horison sebelum mereka pergi.


"Ada apa ini?


"Apa yang terjadi kepada Anastasia? tanya tuan Airos yang ikut mengkhawatirkan menantunya.


"Suda, jangan banyak tanya, lebih baik Ayo kita berangkat mengikuti mereka. Anastasia sakit. Bi...., tolong jaga baby Marcello! saya titip baby Marcello kepadamu." ucap Nyonya Nadine kepada Bibi Narsih yang dibalas anggukan dari Bibi Narsih.


Tuan Airos dan nyonya Nadine sudah berada di mobil yang sama. Tampak sopir sudah melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah utama keluarga Airos ke arah jalan raya menuju Rumah Sakit milik keluarga Airos.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian, mobil yang dikendarai Pak Karyo yang ditumpangi oleh Horison dan juga Anastasia sudah tiba di rumah sakit. Sebelumnya, saat berada di mobil, Horison sudah menghubungi dokter agar bersiap jika mereka datang langsung dapat ditangani oleh dokter


Horison langsung berteriak memanggil dokter ia menggendong tubuh Anastasia yang sudah terlihat lemas tak berdaya. Dokter dan suster pun sudah bersiap dan langsung menaikkan tubuh Anastasia ke atas branker dan mendorongnya masuk ke ruang peserta. agar dokter dapat langsung memeriksa kondisi kesehatan Anastasia.


Dokter Eka meminta kepada Horison agar tetap standby berada di luar ia tidak diperbolehkan masuk membuat Horison semakin kesal.


Tidak Berapa lama mobil yang ditumpangi oleh Tuan Airos dan Nyonya Nadine juga tiba di rumah sakit. Dengan langkah terburu-buru Nyonya Nadine dan Tuan Airos menghampiri Horison yang masih mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan.


"Apa kata dokter?" tanya Nyonya Nadine sudah tidak sabaran


"Dokter masih memeriksa kesehatannya aku belum mengetahui." ucap Horison panik.


"Semoga saja Anastasia tidak kenapa-kenapa. aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada menantu kesayanganku. Dia wanita yang baik, dia sudah menderita kamu buat selama ini. Mama ingin kamu tebus semua kesalahan yang kamu lakukan." pekik Nyonya Nadine yang membuat Horison langsung terdiam.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN