CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 44. AMARAH NYONYA NADINE



Horison sudah tiba di rumah utama keluarga Airos setelah dirinya menghantarkan Anastasia dan juga baby Marcello, dan memastikan kalau kondisi baby Marcello dan Anastasia baik-baik saja tiba di rumah.


Mobil yang ditumpangi Horison sudah memasuki pekarangan rumah. Terlihat Nyonya Nadine dan Tuan Airos sudah menunggu kepulangan Horison. Horison melangkah masuk dan ia pun menghampiri Nyonya Nadine dan Tuan Airos yang duduk di sofa tepatnya di ruang tamu sambil menikmati siaran televisi.


"Kamu sudah pulang? tanya Nyonya Nadine ketika melihat Horison sudah menghampiri mereka.


"Ada apa Mama mau minta Horison cepat-cepat pulang ke rumah? apa yang ingin Mama bicarakan kepada Horison?" tanyanya sedikit ragu. Ia khawatir Kalau Tuan Airos sudah memberitahu tentang Anastasia dan baby Marcello.


"Kamu semalam dari mana? tanya Nyonya Nadine kepada Horison yang masih penasaran Apa yang dilakukan putranya di restoran.


"Horison tidak kemana-mana Mah, hanya ada urusan pekerjaan saja." sahutnya sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak, perlu membohongi Mama. Mama melihat kamu tertawa lepas bersama seorang gadis di restoran tepatnya di mall milik kamu sendiri. Katakan siapa wanita itu apa dia wanita yang akan menggantikan Marina di hatimu? tanya Nyonya Nadine penuh selidik kepada putranya.


Horison melirik ke arah Tuan Airos seolah dirinya meminta persetujuan kepada Tuan Airos untuk memberitahu hal yang sebenarnya.


Tampak Tuan Airos mengangguk pelan. Itu artinya Tuan Airos setuju Kalau Horison memberitahu tentang Anastasia dan juga baby Marcello.


"Kenapa kamu melirik ke arah Papa kamu? "Apa jawabannya ada di wajah papa kamu?" tanya Nyonya Nadine karena sedikit kesal putranya tak kunjung menjawab pertanyaannya. Itu artinya Nyonya Nadine merasa kalau putranya itu menyembunyikan sesuatu darinya.


"Katakan yang sebenarnya, Jangan membohongi Mama. Mama paling tidak suka yang namanya dibohongi." ucap Nyonya Nadine memohon kepada putranya agar berterus terang kepadanya. Horison langsung bersimpuh di kaki Nyonya Nadine membuat Nyonya Nadine heran mengapa tiba-tiba Putra angkuh dan dingin itu bersimpuh di kakinya.


"Ada apa?


" Kenapa kamu bersimpuh seperti ini?"


" Dan kenapa kamu meminta maaf kepada Mama? Memangnya kesalahan apa yang telah kamu lakukan kepada Mama?" ucap Nyonya Nadine semakin penasaran akan tingkah putranya yang tak pernah seperti itu.


"Maafkan Horison Ma, Horison sudah melakukan kesalahan yang besar.


"Kesalahan apa yang kamu lakukan?


"Apakah kamu menggelapkan uang perusahaan? atau kamu menjual aset keluarga ini? tanya Nyonya Nadine yang belum memahami apa maksud permintaan maaf dari Horison.


Horison menggelengkan kepalanya. Lagi-lagi ia kembali meminta maaf kepada Nyonya Nadine."Katakan terus terang, Mengapa kamu minta maaf kepada Mama. Kamu selama ini tidak pernah melakukan kesalahan kepada Mama. Hanya saja Mama ingin meminta kamu menjalankan perusahaan dengan baik yang dibangun oleh ayahmu mulai dari nol.


"Horison sudah melakukan kesalahan besar dan itu cukup Fatal Ma, Dan Horison ingin menikah dalam jangka waktu dekat dengan wanita yang sudah sangat lama Horison cari-cari." ucap Horison lalu Horison pun menceritakan segalanya tanpa ada yang ditutup-tutupi dari Nyonya Nadine. Sama halnya seperti Tuan Airos sebelumnya.


Nyonya Nadine benar-benar terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh putranya sendiri. Seolah dirinya tak percaya kalau sekarang ini nyonya Nadine sudah memiliki seorang cucu.


"Apa?


"Siapa wanita itu?


"Apa dia selevel dengan kita?


"Ma, jangan seperti itu, wanita itu wanita yang baik-baik. Hanya saja, kala itu Putra kita sedang dalam keadaan kurang sadar sama seperti wanita itu. Seperti yang sudah diberitahu oleh Horison, kalau dirinya saat itu patah hati atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Marina. Sehingga dirinya menghabiskan waktu di sebuah klub malam dan ia pun mabuk berat karena itu.


Sama halnya seperti wanita itu, wanita itu juga dikhianati oleh kekasihnya. Sehingga ia pun mengiyakan untuk hadir di acara reunian sekolahnya Di salah satu klub malam yang kebetulan klub itu sama tempat Horison minum saat itu. Hingga kesalahan itu pun mereka lakukan di luar kesadaran. Kan, sudah Putra kita katakan kalau dirinya juga tidak mengenali sosok wanita itu. Begitu juga dengan wanita itu, tidak mengenali sosok Putra kita..Tapi semenjak kejadian itu Putra kita tidak memiliki hasrat apa-apa terhadap wanita selain, selain wanita yang sudah ia tiduri saat itu.


Kalau memang Putra kita ingin bertanggung jawab dan mencintai wanita itu, Mengapa kita tidak menyetujuinya?


"Tidak, aku rasa wanita itu hanya mengincar harta kekayaan kita saja. Sehingga ia mempertahankan janin yang ada di rahimnya.


"Bukan Ma, Dia tidak seperti itu. Jika memang dia menginginkan harta, dia tidak kekurangan harta juga. Jika memang dia menginginkan seperti itu, Mengapa dia harus melarikan diri dari dan menghindar dariku? Bahkan ia juga tidak bersedia menikah denganku.


Aku sangat mencintai wanita itu dan menyayangi Putraku. Apapun alasannya aku akan tetap menikahi wanita itu, wanita itu tidak menginginkan harta kita. Kalau mengenai harta, dia juga memiliki harta sendiri dan aset yang lumayan besar. Jika memang Ia menginginkan harta sudah sejak lama dia meminta pertanggungjawaban dariku. Tapi ia sama sekali tidak melakukannya Ma." ucap Horison kepada Nyonya Nadine.


Nyonya Nadin tampak terdiam, sedetik kemudian Ia pun bertanya lagi kepada Horison.


"Siapa wanita itu?


"Dia seorang wanita sederhana, Dia memiliki beberapa restoran di kota ini dan juga di beberapa provinsi. Usaha kulinernya berkembang pesat sampai ke Sumatera Utara.


Di Sumatera lah Horison bertemu dengannya kembali, setelah setahun lebih lamanya Horison mencari sosok wanita itu. Hingga akhirnya perusahaan kita menjalin hubungan kerjasama dengan pengusaha berdarah Batak yang berasal dari Sumatera Utara.


Sehingga Horison dapat bertemu dengan wanita itu lagi. Kalau tidak, mungkin Horison tidak akan pernah bertemu dengannya dan tidak mengetahui kalau Horison sudah memiliki anak. Jadi untuk itu tolong Mama restui kami, Aku ingin menikahi wanita itu. Wanita itu yang mampu menaklukkan Horison. Jika Mama tidak merestui kami, maka jangan salahkan Horison menikah tanpa restu Mama." ucap Horison tekadnya sudah bulat.


Tuan Airos kembali angkat bicara. "Sudah lah Ma, kalau memang Putra kita sudah mencintai dan menyayangi wanita itu Mengapa kita tidak merestuinya? apalagi mama sudah ingin memiliki cucu kan?


"Tunggu dulu! Jadi maksud kamu yang mengatakan saat di rumah sakit, Mama akan segera bertemu menantu dan cucu Mama yang ini maksud kamu?" Ucap Nyonya Nadine yang dibalas anggukan dari Horison.


"Siapa wanita itu, mama jadi penasaran."


" Kalau mama bersedia, Horison bisa mempertemukan Mama dengan Putraku dan calon istriku Mom."sahutnya sambil berusaha mengembangkan senyumnya.


lagi-lagi Nyonya Nadine masih diam tak mampu menjawab Horison.


"Tidak apa, bawa aja ke rumah dulu son, Papa juga ingin mengenal sosok wanita yang mampu menaklukkan hati putra bapak yang sudah membeku ini." ucapkan Airos kepada Horison dan juga Nyonya Nadine.


"Ya udah, terserah kalian deh bawa aja. Mama juga ingin mengetahui siapa sosok wanita yang mampu menaklukkan hatimu. Tapi ingat, jika wanita itu tidak wanita baik-baik maka Mama tidak akan segan-segan menendangnya dari sini, dan Mama tidak akan merestui hubungan kalian." sahut Nyonya Nadine sambil kembali langsung meninggalkan Horison dan Tuan Airos di ruang tamu. Sementara Nyonya Nadine masuk ke dalam kamar.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN