CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 37. ANASTASIA KWATIR



Sejujurnya Tuan Airos ingin marah akan kesalahan yang dilakukan oleh putranya terhadap Anastasia. Seorang wanita yang masih suci direnggut paksa olehnya. Tapi setelah Horison memberitahu kalau saat ini Tuan Airos sudah memiliki cucu yang sangat tampan dan menggemaskan, membuat Tuan Airos menjadi tidak sabaran ingin bertemu dengan baby Marcello.


"Bagaimana mungkin rahasia sebesar ini kamu sembunyikan dari Papa dan Mama. Jadi ini alasannya kamu tinggal begitu lama di Sumatera? tanya Tuan Airos penuh selidik kepada putranya.


Horison menganggukkan kepalanya, Entah mengapa dia merasa Plong, saat sudah memberitahu kepada Tuan Airos tentang kehadiran baby Marcello dan kesalahan yang ia lakukan terhadap seorang wanita.


"Pertemukan Papa dengan Anastasia, Begitu juga dengan baby Marcello."


"Tapi bagaimana dengan Mama pa?" Horison sangat khawatir kalau kondisi kesehatan Mama akan semakin drop, jika mengetahui ini semua."


"Untuk saat ini, biarkan Papa saja dulu yang bertemu dengan Anastasia dan baby Marcello. Nanti pelan-pelan papa bicara dengan Mama kamu, mudah-mudahan Mama kamu dapat menerimanya. Kamu tahu sendiri bagaimana kerasnya Mama kamu, bukan?


Papa saja tidak bisa membantah apa yang menjadi keinginan Mama kamu. Jika mama sudah mengatakan iya, maka iya. Jika tidak, maka tidak juga." ucap Tuan Airos mengingatkan kepada putranya, kalau sikap keras dari Nyonya Nadine belum terlepas darinya.


Horison dan Tuan Airos pun sepakat, Horison akan mempertemukan Tuan Airos dengan Anastasia Begitu juga dengan baby Marcelo dalam waktu dekat. Entahlah Bagaimana nantinya caranya mereka memberitahu kepada Nyonya Nadine.


"Ya sudah, semuanya sudah Papa tahu, tidak ada sedikitpun yang Horison tutup-tutupi. Kalau begitu, ini sudah larut malam. Horison ingin istirahat, besok harus ngantor lagi. ucap Horison memohon pamit kepada Tuan Airos, yang dibalas anggukan dari tuan Horison


Horison berlalu ke kamar berniat ingin istirahat. Tubuhnya yang lelah hendak langsung membaringkannya di kasur empuk, yang berada di kamar dan luas miliknya. Hingga tak Berapa lama, Horison Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Ia Pun, lupa mengabari kepada Anastasia kalau dirinya sudah tiba di rumah.


Sementara di tempat lain, Anastasia yang tak kunjung mendapat kabar dari Horison kalau Horison sudah tiba di rumah, Ia pun tampak mengkhawatirkan kondisi Horison. Mengingat Horison kembali sudah larut malam. Ia menghubungi nomor ponsel Horison, tapi karena Horison sudah tertidur pulas, sehingga sambungan telepon seluler itu pun tidak tersambung membuat Anastasia semakin khawatir.


Beberapa kali Anastasia menghubungi dirinya, tapi tak kunjung diangkat, Anastasia pun kembali mengirimkan pesan Whatsapp kepada Horison. lagi-lagi di dalam layar ponselnya hanya centang dua abu-abu, itu artinya pesan whatsapp-nya belum dibaca oleh Horison


Anastasia berusaha untuk berpikir positif, mungkin Horison lupa mengabarinya, atau ada sesuatu hal penting yang harus ia kerjakan. Tapi entah mengapa rasa khawatir terhadap Horison membuat Anastasia tak kunjung terpejam, Ia pun akhirnya menghubungi salah satu asisten Horison dan tidak Berapa lama sambungan telepon seluler itu pun akhirnya tersambung.


"Hello, nona Anastasia Ada apa menghubungi saya malam-malam seperti ini?"tanya asisten kepercayaan Horison.


"Saya ingin bertanya, apa Horison sudah tiba di rumah sekarang?"


"Oh iya, nona, sekitar empat puluh lima menit yang lalu tiba di rumah. Tampaknya Tuan Airos dan Tuan Horison terlibat pembicaraan serius. Setelah itu Tuan Horison tampaknya kelelahan dan saat ini sekarang sudah tertidur pulas." ucap sang asisten memberitahu kepada Anastasia membuat Anastasia pun akhirnya bernafas lega.


****


Keesokan harinya, Horison berniat untuk menemui Anastasia sebelum dirinya berangkat ke kantor. Rasanya ia sangat merindukan Putra dan calon istrinya itu, Ia pun meminta kepada Pak Karyo agar melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Tuan Geraldine.


Anastasia terhenyak melihat mobil milik Horison memasuki pekarangan rumah, lalu terparkir tepat di samping mobil Tuan Geraldine.


"Sayang, itu papa kamu datang. Sepertinya dia sangat merindukan kamu, sehingga baru malam tadi datang kemari pagi ini datang lagi. Apa dia tidak sibuk? ucap Anastasia kepada putranya menjawab pertanyaannya sendiri.


Horison turun dengan langkah tergesa-gesa menghampiri Anastasia dan baby Marcello. Setelah bertegur sapa, Ia pun akhirnya langsung menggendong baby Marcello membuat Pak Karyo mengerutkan keningnya. Ia sangat bingung karena baru kali ini Pak Karyo melihat baby Marcello dan juga Horison menimang seorang bayi, ya Pak Karyo sama sekali tidak mengetahui tentang kehadiran baby Marcello.


Tiba-tiba Tuan Geraldine yang ingin berangkat ke kantor keluar dari rumah. "Eh Nak Horison pagi-pagi sekali sudah datang ke sini, apa tidak ke kantor?" ucap Tuan Geraldine sambil mengembangkan senyumnya. Horison langsung menghampiri Tuan Geraldine lalu, memberi salam dan mencium tangan calon bapak mertuanya itu.


"Aku sangat merindukan baby Marcello dan juga Anastasia Pa, jadi Horison memutuskan untuk singgah dulu ke sini baru berangkat ke kantor.


Tuan Geraldine menganggukkan kepalanya, lalu tiba-tiba Nyonya tapasya pun muncul dengan membawakan tas kerja suaminya.


"Mama." ucap Horison sambil langsung memberi salam kepada nyonya Tapasya yang dibalas senyuman dari Nyonya Tapasya juga.


Terlibat obrolan sebentar, lalu Tuan Geraldine pun berpamitan untuk segera berangkat ke kantor. "Ya udah kalian ngobrol dulu, Papa harus segera berangkat ke kantor, kebetulan pagi ini ada meeting dengan klien." ucap Tuan geraldin berpamitan kepada Nyonya Tapasya, Horison, Anastasia begitu juga cucu yang sangat ia sayangi. Tak lupa Tuan Geraldine mengecup wajah tampan baby Marcello, lalu ia pun menaiki mobil miliknya setelah istrinya memberi salam kepadanya.


Mobil Tuan Geraldine melaju keluar dari pintu gerbang menuju restoran pusat milik keluarga tuan Geraldine, sementara Anastasia memilih masih tetap berada di rumah untuk merawat baby Marcello. Mungkin satu atau dua hari lagi, ia akan kembali terjun mengelola restoran miliknya.


Saat mereka terlibat obrolan suara deringan ponsel Horison terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponselnya yang berada di saku celananya. Melihat yang menghubungi dirinya, Reihan yang merupakan salah satu asistennya. Dengan perasaan malas akhirnya dia mengangkat panggilan telepon itu.


"iya ada apa?"tanya Horison penuh selidik ia tidak ingin sang asisten bertele-tele dan langsung ke intinya saja.


"Maaf Tuan, mengganggu waktunya. Saya hanya ingin menginformasikan kalau Nona Marina masuk rumah sakit jiwa."ungkap Rehan. Sebenarnya Horison sudah mengetahuinya, tapi ia benar-benar tidak peduli kala itu, dan tidak mau tahu mengapa dia sampai depresi.


Raihan tahu, karena ada yang memberikan laporan kepadanya. Sama halnya dengan Horison, Reihan pun sempat tak percaya rasanya baru kemarin dia bertemu dengan Marina.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN