
Karena Marina terus menuntut kejujuran dari Dokter Richard, kini ia tidak dapat menutup fakta dari istrinya siapa dirinya yang sebenarnya. Akhirnya dokter Richard pun angkat bicara dan mengakui fakta yang sebenarnya.
"Iya hotel ini milikku. Rumah Sakit tempat aku bekerja pun Itu milikku. Speed boat ini pun milikku. Speed boat ini bisanya disewakan dengan setengah harga, jika menginap di hotel ku."ucap dokter Richard membuat Marina tercengang mendengarnya.
"Aku sudah berhasil merebut semua milik Ayahku kembali. Aku anak dari Carlos Antonio, seorang pengusaha nomor satu kala itu. Untungnya, aku masih bisa menyelamatkan perusahaan ayahku yang dulu sempat dikuasai oleh pamanku.'
Jantung Marina seakan berhenti seketika. Dia benar-benar diberikan kejutan oleh suaminya.
"Mengapa kamu tak bilang padaku sejak awal? Apa kau berniat membohongiku? tanya Marina.
"Karena urusanku belum selesai, dan aku tak ingin kamu terluka. Apalagi saat ini kamu sedang mengandung anakku. Aku takut terjadi sesuatu dengan kalian. Setelah urusan aku selesai, aku akan membawa kamu ke rumah utama keluarga Carlos Antonio.
Aku tak akan membiarkan kamu hidup susah lagi. Tapi aku mohon! tolong bersabarlah dulu! jika sudah saatnya, aku akan menceritakan semuanya kepada kamu.
Aku tidak ingin melibatkan kamu dalam pertikaian ini, yang nantinya bisa saja membahayakan kalian berdua,"ucap dokter Richard dan Marina akhirnya mengerti. Saat ini dokter Richard sudah mengetahui siapa yang melecehkan adiknya hingga membuat adiknya menjadi gila.
Mereka akan hidup bahagia dan berkelimpahan harta, hingga sampai saatnya tiba. Mereka masih harus bersabar untuk mencapai itu semua.
"Apa kamu mau bersabar menunggunya?"Tanya Dokter Richard kepada sang istri dan Marina menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih sayang. Aku mencintai kamu. ada saatnya aku akan membahagiakan kamu. Sebagai hadiah kesabaran kamu menerima aku apa adanya hotel ini sudah aku alihkan menjadi atas nama kamu. Semoga cinta yang kamu berikan kepadaku selama ini tulus Apa adanya. Bukan karena melihat harta kekayaanku saja." ucap dokter Richard dan Marina mengiyakan. Dokter Richard langsung melabuhkan kecupan di kening Marina.
Mereka pun kini menikmati perjalanan mereka. Namun, tak berlangsung lama. karena dokter Richard memutuskan untuk merapat kembali ke hotel. Angin laut tak bagus untuk sang istri. kini mereka sudah kembali ke dalam hotel.
"Ayo kita mandi bersama ya." ajak dokter Richard
Marina langsung melucuti semua pakaian yang dikenakan membuat tubuhnya kini dalam keadaan polos tanpa selai benangpun. Dokter Richard pun melakukan hal yang sama.
Dokter Richard menggandeng sang istri untuk memasuki bathtub. Kini keduanya sudah berada di dalam bathtub. Kecupan panas pun terjadi. Keduanya begitu menikmati. Keringat bercucuran membasahi wajahnya hingga percintaan pun terjadi de$@han demi de$@han bersahutan indah mengiringi percintaan mereka
"Terima kasih sayang, aku akan selalu mencintai kamu. Dan izinkan aku untuk membahagiakan kamu." ucap dokter Richard.
"Iya, aku pun sangat mencintai kamu..Semoga rasa cintamu Tak berubah meskipun nantinya kamu akan menjadi seorang milyader." sahut Marina membuat dokter Richard langsung terkekeh mendengar penuturan istrinya. Dia berjanji akan selalu mencintai istrinya meskipun nantinya dia akan menjadi seorang milyarder
Dokter Richard sudah menyiapkan makan malam yang sangat romantis untuk sang istri. Dia meminta kepada pekerja hotelnya untuk menyiapkan makan malam yang romantis di tepi pantai.
Sudah cukup baginya selama ini sang istri menderita. Kini saatnya dia memanjakan sang istri dengan kemewahan. Beberapa bulan yang lalu dia pernah melakukannya saat mereka baru saja resmi menjadi pasangan suami istri. Saat dokter Richard membuat kejutan di sebuah cafe yang sederhana.
"Semua sudah siap Tuan."pesan dari manajer hotelnya
"Baiklah, terima kasih." balas dokter Richard
Dokter Richard pun sudah menyiapkan gaun hamil yang sangat mewah untuk melengkapi kencan mereka malam ini. Perlahan Marina pun membuka matanya dan melihat sang suami yang baru saja selesai mandi.
Dia begitu gagah dan tampan Marina tak henti-hentinya mengucap syukur karena Tuhan begitu baik padanya.
"Hei kenapa bengong? apa kamu menginginkannya lagi?"goda dokter Richard membuat wajah Marina memerah mengingat percintaan panas mereka. Dia tak menyangka meskipun dokter belum berpengalaman. perlahan dia semakin pintar untuk memanjakan dirinya.
Siapa juga yang menginginkannya lagi. Ini saja badanku masih terasa remuk karena ulahmu. Ternyata kau perkasa juga di ranjang."sindir Marina sambil beranjak Turun Dari ranjang dan berjalan melewati suaminya membuat dokter Richard langsung terkekeh.
Marina baru saja selesai mandi dia keluar dari kamar mandi dengan wajah sudah terlihat segar.
"Ini gaun untuk kamu pakai sekarang." ucap dokter Richard sambil memberikan satu kepada sang istri.
Marina pun langsung memakainya, Dan berdandan cantik sesuai kosmetik yang dia bawa. Dokter Richard pun sudah menggunakan jas, Dia terlihat begitu sempurna. Wajahnya terlihat tampan dan tubuhnya terlihat gagah.
"Ayo kita berangkat! ajak dokter Richard. Marina beranjak bangkit dan menerima uluran tangan dokter Richard. Richard menggandeng tangan Marina mesra keluar dari hotel menuju pantai tempat tadi siang makan siang di sana.
Suasana pantai terlihat begitu romantis. lampu-lampunya terlihat redup dokter Richard dan Marina sudah sampai di tempat tujuan. Senyum melengkung di sudut bibir Marina. dia begitu terharu dengan apa yang dilakukan suaminya. Kini Marina dapat menikmati buah kesabaran dan keikhlasan yang selama ini dia lakukan. Dia bisa mendapatkan apa yang dia impikan.
Setelah dia mengikhlaskan Horison dan dunia model yang membuat dirinya terkenal di internasional, Kini dia mendapatkan kebahagiaan dari suaminya. Suaminya bukanlah orang yang sembarangan.
Alunan musik biola menambah kesan romantis kencan malam ini. Mereka tampak berdansa begitu mesra.
"Apa kamu senang?"Tanya Dokter Richard saat mereka berdansa.
"Tentu saja saya senang. Bahkan aku bukan hanya senang, tapi aku sangat bahagia. Terima kasih untuk semuanya. Aku mencintai kamu." ucap Marina.
Kini tangan Marina sudah melingkar di leher jenjang dokter Ricard, dan tangan dokter Ricard melingkar di pinggang ramping Marina. Meskipun saat ini Marina sedang hamil, dia tetap begitu seksi bagi dokter. Meskipun memiliki Marina tak seperti seorang perawan. Namun, dokter Richard menerima apa adanya. Karena dia sangat mencintai Marina dan dia menerima Marina apa adanya. Baginya yang terpenting Marina mencintai dirinya dengan tulus tidak karena harta kekayaan yang dimilikinya saat ini.
Perlahan bikin mereka menyatu mereka berciuman begitu mesra suara kecapan dari bibir keduanya sebagai alunan indah cuman mereka.
Dokter Richard menghentikan ciuman itu, nanti kita lanjutkan lagi di kamar. Lebih baik sekarang kita makan ya." ucap dokter Richard terlihat dan Marina menganggukkan kepalanya.
Dokter Richard menarik kursi agar sang istri bisa duduk dengan leluasa. Kemudian barulah dia yang duduk. Posisi mereka kini saling berhadapan mereka ini sedang menikmati makan malam yang romantis Mereka terlihat bahagia.
Semua makanan di sini adalah menu terbaik di hotel ini. Oh iya, aku sudah mengurus ke notaris hotel ini nantinya akan menjadi milik kamu sebagai kado pernikahan kita. Kado spesial aku untuk wanita yang aku cintai. Calon ibu dari anakku." ucap Dokter terhenyak. Membuat Marina begitu terharu.
Bukan karena harga dari apa yang dokter Richard berikan kepadanya. Justru Marina terharu karena suaminya begitu mencintainya. Bahkan Horison pun dulu tak pernah melakukan itu padanya.
Marina sampai-sampai meneteskan air matanya. "Hei, mengapa kamu menangis? Sudah aku bilang aku tak ingin membuat kamu menangis sedikitpun. Aku ingin membuat kamu bahagia." ucap dokter Richard lembut. langsung mengusap air Mata Di wajah istrinya dengan lembut.
"Aku menangis karena aku terharu dulu aku merasa kalau hidupku sudah hancur. Aku begitu rapuh sampai akhirnya aku mengalami depresi. Tapi kini kamu selalu membuat aku bahagia dan tersenyum. Membuat aku merasa dicintai dan merasa aku paling bahagia di muka bumi ini.
"Iya, Ya sudah. Sekarang lebih baik kamu makan ya. Aku nggak mau merusak momen indah kita dengan tangisan kamu ini bukan saatnya Kamu bersedih. Ini seharusnya kamu harus tersenyum. Tersenyum kepadaku, Aku ingin melihat kamu selalu bahagia." ucap dokter Richard dan Marina menganggukkan kepalanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN