
Setelah beberapa menit, dokter melakukan pemeriksaan terhadap Anastasia, terlihat sang dokter mengembangkan senyumnya. Horison yang mendengar panggilan dari sang dokter langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"Katakan apa yang terjadi kepada istri saya, mengapa dia mual dan muntah?
"Kamu ini seorang ayah, tidak sih? kamu sudah memiliki seorang anak. Tapi masa kamu tidak paham kalau saat ini istri kamu sedang hamil."ucap sang dokter kepada Horison. Dokter itu berani mengatakan demikian, karena ia adalah salah satu sahabat Horison.
"Apa kamu bilang, Eka?
"Istri saya sedang hamil?"
"Ya, iyalah masa kamu tidak tahu? kamu sudah memiliki anak. Tentunya kamu seharusnya tahu kalau istri kamu saat ini sedang hamil. Kamu ini bagaimana sih? suami macam apa kamu ini!"gerutu Dokter Eka menyalahkan sang sahabat. Hal itu membuat Horison semakin merasa bersalah.
Ketika Horison mendengar Anastasia hamil, tentu saja Horison merasa bahagia. Bahkan ia sampai meloncat kegirangan. Karena akhirnya cita-citanya akan memiliki anak lagi dan memberikan adik untuk putranya baby Marcello bisa terkabul.
Horison begitu bersemangat. Dia langsung pergi menghampiri Nyonya Nadine dan Tuan Airos yang masih menunggu di luar ruangan.
"Mam, Mama akan memiliki cucu lagi." teriak Horison begitu bahagia membuat Nyonya Nadine pun langsung tersenyum, dan tak sabaran ingin langsung masuk menghampiri Anastasia.
Nyonya Nadine yang sudah berada di dalam ruangan menghampiri Anastasia ia langsung memeluk Anastasia. "Masya Allah, Apa kamu tahu Anastasia kamu memberikan kabar bahagia, kabar yang sangat luar biasa Sayang. Jujur Mama sangat bahagia mendengar kabar kehamilan kamu
Itu artinya rumah kita akan semakin ramai." ucap Nyonya Nadine yang mampu membuat Anastasia langsung mengembangkan senyumnya walaupun rasa pusing yang ia rasakan masih melanda.
"Terima kasih sayang, kamu memang wanita yang benar-benar luar biasa. Apa kamu tahu aku sangat bahagia saat ini. Jujur aku menjadi merasa bersalah. Saat ini aku mengetahui bagaimana kamu menjalani hari-harimu saat hamil Baby Marcello. Betapa menderitanya dirimu, tinggal sendiri tanpa ada orang-orang terdekat."ucap Horison sambil mengecup kening istrinya.
"Sudahlah sayang, nggak perlu diingat-ingat lagi, Aduh kepalaku jadi semakin pusing."ucap Anastasia sambil memegangi kepalanya. Membuat Horison semakin khawatir.
"Ya udah, kalau kamu terasa pusing lebih baik kamu istirahat dulu. Mama keluar dulu ya sayang, Jaga kesehatanmu."
"Selamat ya atas kehamilan kamu Anastasia, papa bahagia banget mendengar kabar bahagia ini. Kebahagiaan papa kali ini tak terkira, melebihi mendapatkan proyek yang begitu besar."ucap Tuan Airos sambil mengembangkan senyumnya membuat Nyonya Nadine Dan juga Horison terkekeh.
"Papa ini bagaimana sih, masa membandingkan proyek besar dengan cucunya sendiri. Ya tentu lebih berharga dong cucuku." ucap Nyonya Nadine menggerutu.
"Memangnya papa bilang juga apa? Papa melebihi mendapatkan proyek yang begitu besar, itu artinya Papa lebih bahagia mendengar kabar Kalau Anastasia saat ini sedang hamil, itu artinya anggota keluarga Airos akan semakin bertambah." ucap Tuan Airos sambil menatap Anastasia dan juga Horison secara bergantian.
"Ingat nak, kamu jaga istri kamu baik-baik. jangan buat dia sedih, bahagiakan dia. Papa tidak akan memaafkan kamu. Jika kamu mencoba untuk menyakiti hati menantuku. Papa tidak pernah mengajarkanmu untuk menyakiti hati seorang perempuan. Walaupun Papa Arogan dan angkuh di dunia bisnis, bukan berarti Papa mau menyakiti hati seorang wanita apalagi istri papa sendiri.
Begitu banyak godaan yang datang untuk menggoda iman kita. Semua itu tergantung kepada kamu. Jika kamu cinta dan sayang kepada istri kamu dan keluarga kamu, maka kamu akan tetap setia kepada istrimu." ucap Tuan Airos mengingatkan putranya agar tidak menyakiti hati Sang menantu.
Setelah selesai mengingatkan Horison, Tuan airos dan nyonya Nadine pun berpamitan untuk segera kembali ke rumah utama keluarga Airos .
Kring
Kring
Kring
Suara deringan ponsel milik Tuan Geraldine terdengar jelas di telinganya. Saat ini Tuan Geraldine sedang berada di salah satu restoran milik Anastasia. Yang mana Tuan Geraldine bertugas untuk memantau perkembangan restoran itu.
Tuan Geraldine meraih ponselnya yang berada di atas meja kerjanya. ia melihat nama sang menantu tertera di layar ponselnya sehingga ia mengerutkan keringat
"Ada apa ya? Kok jam segini Horison menghubungiku?" gumam Tuan Geraldine di dalam hati sembari langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Horison.
"Halo assalamualaikum, Sapa." Tuan geraldin di ujung telepon
"Waalaikumsalam Pa, Apa kabar?
"Alhamdulillah keadaan papa dan Mama kalian baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian di sana, apa kalian baik-baik saja? bagaimana cucuku apa dia sehat? tanya Tuan Geraldine Yang penasaran dengan kondisi kesehatan Putri menantu dan cucunya.
"Alhamdulillah kondisi kesehatan kami juga baik. Tujuan Horison saat ini menghubungi papa, hanya ingin memberitahu kalau saat ini Anastasia sedang berada di rumah sakit. Tapi Papa jangan khawatir, ia tidak apa-apa kok..dia baik-baik saja hanya dia mengalami morning sickness. Karena saat ini Anastasia sedang mengandung anak Horison." ucap Horison kepada Tuan Geraldine yang mampu membuat tuan Geraldine tersenyum bahagia.
"Selamat ya nak sebentar lagi baby Marcello akan memiliki seorang adik. Jujur Papa sangat bahagia mendengarnya. Jaga baik-baik ya nak, Oh iya di mana Anastasia saat ini?
"Dia masih istirahat pa, Mungkin dia kelelahan karena dari tadi pagi dia terus muntah-muntah dan pusing. Untung langsung kami bawa ke rumah sakit, kalau tidak kondisinya akan semakin drop.
"Ya sudah, nanti kalau ada waktu Papa dan Mama akan datang ke sana. Kamu jaga baik-baik ya, Papa tidak ingin terjadi kepada putri papa dan calon cucu Papa." ucap Tuan Geraldine kepada Horison yang dibalas angkutan dari Horison
Setelah selesai berbicara dengan Tuan Geraldine Horison pun memutuskan sambungan telepon selulernya. Lalu ia kembali menghampiri istrinya yang berbaring lemak di atas kanker yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Untungnya saat ini pihak rumah sakit menempatkan Anastasia di ruang VIP agar Horison dapat leluasa menjaga istri yang sangat ia cintai, selama dirawat di rumah sakit.
Demi menjaga dan merawat istrinya, Horison rela meninggalkan seluruh aktivitasnya yang ada di kantor. Ia meminta kepada sekretarisnya untuk menunda jadwalnya sebelumnya. Dan saat ini Tuan Airos yang menangani kantor selama Horison belum dapat aktif di kantor, karena ingin menemani istri yang sangat ia cintai dan menjaga istrinya di rumah sakit.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN