CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 61. MERASA DIHARGAI



Beberapa bulan kemudian. Marina dan dokter Richard benar-benar antusias menanti kehadiran buah hati mereka. Kini Marina dan dokter Richard terlihat sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Perut Marina sudah mulai terlihat. Membuat Marina lebih mudah merasa lelah.


"Sayang, sebelum kamu melahirkan beberapa bulan lagi. Aku ingin mengajak kamu liburan. aku yakin pasti kamu merasa jenuh terus berada di apartemen. Apalagi apartemen milik kita hanyalah sederhana, tidak seperti apartemen orang lain yang memiliki harta kekayaan yang banyak.


Aku ingin membahagiakanmu. Meskipun bukan sesuatu hal yang mewah,"ucap dokter Richard kepada Marina.


"Benarkah?"tanya Marina untuk memastikan. kini Marina menatap ke arah sang suami. Dokter Richard menganggukkan kepalanya.


"Jika kita liburan, Apa itu tidak mengganggu pekerjaanmu? Marina kembali bertanya


"Tidak apa-apa, aku sudah mengatur jadwal cuti."sahut dokter Richard sambil mengembangkan senyumnya.


Marina langsung memeluk tubuh suaminya, meskipun kini mereka sudah terhalang dengan perutnya yang mulai membesar.


"Terima kasih sayang. Aku senang sekali kamu selalu berusaha untuk membuatku bahagia. Memangnya kapan mau berangkatnya?"tanya Marina kepada sang suami.


Beberapa hari lagi mereka akan berangkat berlibur. Dokter Richard sudah mengajukan cuti Dari jauh-jauh hari sebelumnya. sebenarnya dokter Richard sudah merencanakan ini sejak lama. Dia ingin benar-benar membahagiakan istrinya. Namun, dia baru bisa melakukannya saat ini.


Sama halnya dengan dokter Richard dan Marina yang kini terlihat bahagia. Horison pun sedang merasa senang. Pasalnya Anastasia tidak merasa keberatan, untuk kembali memiliki seorang anak. Meramaikan rumah utama keluarga Airos.


"Kita akan menginap di sana sekitar satu minggu. Tolong persiapkan semuanya!"ujar Dokter Richard dan Marina mengiyakannya.


"Kalau begitu Sekarang sudah malam, lebih baik kita tidur saja! ajak dokter Richard. dokter Richard melabuhkan kecupan di kening istrinya.


Berbeda halnya dengan Dokter Richard dan Marina yang kini sudah tertidur nyenyak. Horison justru masih membuka matanya dia masih belum bisa tidur.


Dia terus menatap wajah cantik istrinya Anastasia. Sesekali ia memainkan ponselnya. Anastasia yang sudah tertidur kini kembali terbangun karena ingin ke kamar mandi untuk membuang air kecil.


Dia melihat sang suami yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Sayang kamu belum tidur?"tanya Anastasia kepada sang suami.


"Belum. Sebentar lagi. Kamu kenapa bangun? tanya Horison kepada Anastasia


"Aku ingin ke kamar mandi buang air kecil."sahut Anastasia. dia pun langsung meninggalkan sang suami menuju kamar mandi.


Setelah selesai, Anastasia keluar dari kamar mandi kembali dan berjalan menghampiri sang suami. Anastasia duduk di sebelah sang suami.


"Kamu kenapa nggak tidur sayang? apa ada sesuatu yang kamu pikirkan?"tanya Anastasia yang kini menatap wajah suaminya.


Horison menarik tangan istrinya, menyuruhnya duduk di pangkuannya. Dengan malu-malu dia pun duduk di pangkuan sang suami. Jantung Anastasia berpacu lebih cepat posisinya mereka begitu intim.


Anastasia tersenyum, dia baru mengetahui Mengapa sang suami belum memejamkan matanya. Ternyata suaminya menginginkan olahraga malam, sebagai obat tidur untuk sang suami. Tapi Horison memilih untuk diam, karena ia melihat istrinya sudah tertidur pulas. ia tidak ingin mengganggu tidur sang istri.


"Aku tahu kenapa kamu seperti itu. Pasti karena kamu butuh obat tidur kan?"goda Anastasia sambil memainkan alisnya. Tangan Anastasia kini sudah melingkar di leher suaminya. Sedangkan bibirnya langsung mengecup bibir ranum sang suami.


"Maksud kamu?"Horison yang kini terlihat bingung.


Netra mereka saling bertemu. Horison akhirnya pun terhanyut. kecupan mereka semakin bergairah. lidah mereka saling bertautan di sana. Horison pun sudah mengarahkan sang istri ke atas ranjang, dan dia Langsung mendidihnya. Membuat miliknya menegang. Anastasia pun dapat merasakannya.


Namun, mereka terpaksa harus menghentikannya. Karena sebuah ketukan pintu yang terdengar jelas di telinga mereka. Horison berdesis kesal, karena ia merasa terganggu oleh ketukan pintu yang entah siapa yang mengganggu mereka.


Horison bangkit berdiri membenahi celananya, berjalan meninggalkan istrinya dan membuka pintu kamar. Ia melihat Nyonya Nadine yang datang menghampiri keduanya. ternyata Nyonya Nadine hendak mengantarkan susu untuk Anastasia. Membuat Horison menggelengkan kepala. Nyonya Nadine benar-benar perhatian kepada Anastasia. Sehingga Anastasia takut membuatnya kesal dan kecewa kepadanya.


Horison terlihat tambah lesu, kepalanya bertambah pusing. Tapi sekarang dia tidak bisa berkata apa-apa. Karena yang datang ke kamar mereka adalah nyonya Nadine untuk menghantarkan susu kesehatan kepada istrinya.


Anastasia mengembangkan senyumnya melihat raut wajah sang suami yang tampak kesal. Setelah kepergian Nyonya Nadine Anastasia pun langsung menarik tangan suaminya. Dan malam itu mereka pun akhirnya berolahraga malam. Yang mampu membuat Horison seakan terbang ke langit ketujuh.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Dokter Richard sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Hari ini dia masih harus bekerja dan besok dia mulai izin untuk liburan.


Makanan sudah tertata rapi di meja makan, dan hanya menunggu sang istri terbangun dari tidurnya. Dokter Richard langsung memasuki kamar, berniat untuk membangunkan sang istri yang masih tertidur nyenyak. Dokter Richard duduk di tepi ranjang dan mengusap kepala sang istri dengan lembut.


"Sayang bangun, yuk! aku ingin sarapan bersama, sebelum aku berangkat bekerja!"dokter Richard mencoba membangunkan sang istri.


Perlahan, Marina pun membuka matanya.


"Kamu sudah siap?"


"Memangnya ini jam berapa?"


mata aku masih mengantuk."ucap Marina kepada dokter Richard


"Sudah jam 06.30 pagi. Aku harus segera berangkat, tapi aku ingin makan bersama dulu dengan kamu. Nanti, kalau kamu mau tidur lagi, tidur saja lagi."sahut dokter Richard. hingga akhirnya Marina langsung beranjak turun untuk mencuci muka dan menggosok gigi.


Kemudian menyusul sang suami yang sudah menunggu dirinya di atas meja makan. untuk sarapan bersama.


"Maaf, seharusnya aku yang menyiapkan sarapan untukmu, akhir-akhir ini tubuhku masih merasa lelah."ucap Marina


"Iya sayang, tak apa-apa aku paham dengan kondisi kamu sekarang ini. Aku tak akan menuntut kamu. Seperti yang sering aku katakan padamu. Jika aku sempat aku tak masalah yang akan melakukannya.


Aku tak akan menuntut kamu untuk selalu dilayani dalam segala hal. Karena kamu bukanlah seorang pembantu, kamu itu istriku."Oh iya hari ini Tolong persiapkan semua yang akan kita bawa besok." ucap dokter Richard dan Marina, menganggukkan kepalanya. Suaminya selalu saja membuat dia merasa Begitu berharga menjadi milik suaminya.


Dokter Richard selalu bersikap manis kepadanya. Membuat Marina selalu merasa bahagia, merasa dihargai sebagai seorang wanita meskipun dalam hal kecil.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN