
Hari ini dokter Richard membawa Marina untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. menurut pengakuan Marina ia sudah telat datang bulan. Sehingga dokter Richard langsung membawa Marina ke rumah sakit karena ia tidak mau menduga-duga.
Kini saatnya Marina yang mendapatkan giliran untuk masuk ke dalam ruang dokter menanyakan keluhan apa yang Marina rasakan. Marina mulai menceritakan apa yang dia rasa.
"Baiklah! kita Coba lakukan pemeriksaan! silakan Nyonya berbaring di ranjang!"ujar sang dokter Kepada Marina
Dokter mulai mengoleskan gel USG di perut Marina dan mulai menempelkan transduser ke perut Marina, dan mulai menggerakkannya sambil mengamati layar monitor. Dokter Richard dan Marina pun sama-sama memperhatikan ke layar monitor.
Suasana tampak tegang. Marina takut kalau dirinya sebenarnya tak hamil, dia takut kalau suaminya akan kecewa kepadanya. Namun, semuanya berubah. Marina kini sudah bisa tersenyum bahagia saat dokter mengatakan kalau dirinya saat ini benar hamil.
Dokter Richard dan Marina tampak mengucap syukur. Karena akhirnya mereka diberikan kesempatan untuk menjadi seorang bapak dan ibu untuk anak mereka.
Dokter mulai menjelaskan tentang kehamilan kepada Marina. Dokter menuliskan resep obat dan juga vitamin untuk Marina. Setelah melakukan pemeriksaan, Marina dan dokter Richard keluar dari ruangan. Mereka sudah berada di apotek. Untuk menunggu obat resep yang diberikan dokter sebelumnya.
Setelah mendapatkan obat yang telah diresepkan oleh dokter, mereka keluar dari rumah sakit. Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Dokter Richard mengajak Marina untuk mampir ke tempat makan untuk merayakan kebahagiaan mereka.
Marina dan dokter Richard terlihat begitu bahagia. Marina sudah mengikhlaskan Horison untuk hidup bersama wanita lain, karena dia pun sudah hidup bahagia dengan dokter Richard. Dia sudah menerima dokter Richard apa adanya, karena dia saat ini Marina sedang mengandung anak dokter Richard.
"Terima kasih sayang. Akhirnya aku bisa merasakan menjadi seorang papa. Aku sangat bahagia. I love you my wife, Aku sangat mencintai kamu. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu sayang."dokter Richard meraih tangan Marina dan mengecup tangan Marina dengan penuh cinta. Dia juga memeluk Marina dan mengecup pucuk kepalanya.
Setelah itu dia beralih ke perut Marina, dokter Richard tampak mengusap perut Marina yang masih rata dan mengecup perut Marina.
"Hello anak Papa dan Mama. Papa dan Mama sangat senang akhirnya kamu hadir di perut Mama. Semoga kamu selalu sehat di dalam perut Mama. Mama dan Papa akan selalu menantimu sampai kamu lahir ke dunia. I love you."Marina tersenyum melihat dan mendengar ucapan dokter Richard.
Sementara di tempat lain. Terlihat Anastasia dan Horison pagi ini baru terbangun dari tidurnya. Anastasia berniat untuk bangkit dari tempat tidurnya. Tapi Horison langsung menghentikannya.
"Jangan banyak gerak dulu. kamu habis kemasukan. Horison membawa tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
"Kemasukan apa sayang ?
"Kemasukan ular piton,"
Anastasia tertawa ngakak bersama, di dalam kamar mandi yang berukuran cukup besar itu.
Horison mendudukkan istrinya di atas kloset dan menyalakan air shower.
"Dingin nggak sayang?" Anastasia menggerakkan kedua bahunya ketika air shower itu membasahi tubuhnya.
"Mau keringat lagi Sayang? tanya Horison Seraya mengangkat alisnya sebelah untuk menggoda istrinya.
"Ha.... ha....ha jangan trauma. "Horison mencolek dagu sang istri. Membuat wajah Anastasia merona. Keduanya pun sudah merasa suhu tubuh mereka merasa kedinginan. Sehingga Horison dan Anastasia pun mempercepat ritual mandi mereka.
Hingga Sang fajar kembali menyapa, memancarkan sinarnya untuk kembali memberikan kehangatan.
Horison dan Anastasia sudah bersiap, pagi ini mereka akan check out dari Hotel.
Karena mereka hanya menginap satu malam saja. Mereka berniat ingin segera kembali ke rumah utama keluarga Airos. Padahal Nyonya Nadine ingin mempersiapkan bulan madu untuk mereka berdua. Tapi sepertinya Anastasia belum bersedia, karena ada pekerjaan penting yang harus dikerjakan lebih dulu, Baru Ia akan mengatur jadwal kembali untuk pergi honeymoon bersama suaminya.
Selain karena pekerjaan penting, ia juga merasa tidak rela meninggalkan baby Marcello terlalu lama. Sulit baginya meninggalkan baby Marcello. Horison berusaha memahami apa yang ada di pikiran sang istri. Karena bagaimanapun baby Marcello membutuhkan kasih sayang dari mereka berdua, selaku kedua orang tuanya.
Hingga Horison pun tidak merasa keberatan mereka menunda pergi bulan madu. Sebenarnya Horison menginginkan istrinya untuk tetap stay di rumah. Ia Ingin usaha kuliner istrinya dikelola oleh para anak buahnya yang bisa ia percaya, Tapi Anastasia dapat memantaunya.
Mereka sudah membicarakan hal itu sebelumnya. Anastasia menyanggupi permintaan Horison. Sebagai istri yang baik Anastasia harus menurut kepada suaminya. Apalagi suaminya pastilah mampu membiayai kehidupannya dengan kemewahan. Mengingat harta kekayaan yang dimiliki suaminya begitu fantastis. Bahkan tujuh keturunan pun tidak akan habis.
"Apa kamu yakin, kamu bisa mempercayakan restoran milikmu kepada para anak buahmu sayang?"tanya Horison penuh selidik karena ia khawatir istrinya akan kepikiran untuk pekerjaannya.
"Aku yakin dan percaya sayang, apalagi ada Ayah yang memantaunya. Aku juga akan datang ke sana sesekali untuk memantau perkembangan restoran. Dan aku juga meminta kepada manajemen untuk mengirimkan laporan kepadaku setiap minggunya. ucap Anastasia membuat Horison bernafas lega.
Itu artinya Horison dapat memiliki banyak waktu dengan istrinya dan juga baby Marcello. Nyonya Nadine yang mendengarkan Hal itu pun merasa bangga kepada menantunya. Ia tahu menantunya pekerja keras, gigih dan mandiri. Tapi Anastasia rela mempercayakan usaha kulinernya, kepada anak buahnya hanya untuk menuruti keinginan Horison. Itu artinya Anastasia benar-benar sayang dan cinta kepada Horison dan kepada rumah tangganya.
"Alhamdulillah semoga kehidupan rumah tangga Putra tunggalku, menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah."gumam Nyonya Nadine sambil senyum sendiri. Tuan Airos yang memperhatikan istrinya tersenyum sendiri menghampirinya.
"Ada apa istriku sayang? Sepertinya kamu bahagia sekali hari ini. Wajahmu sumringah."ucap Tuan Airos kepada Nyonya Nadine istrinya.
"Bagaimana tidak aku bahagia, melihat Putraku hidup bahagia bersama wanita yang sangat ia cintai. Bahkan aku tak sengaja mendengar obrolan mereka, kalau Anastasia bersedia mempercayakan usaha kuliner miliknya kepada para anak buahnya, dan juga Tuan Geraldine untuk mengelolanya.
Itu ia lakukan untuk menuruti keinginan Putra kita, yang menginginkan ia stay di rumah, menunggu kepulangannya dari kantor. Dan itu disanggupi oleh Anastasia. Jujur Mama bangga kepada Anastasia. Ia mengetahui kodratnya sebagai seorang istri. Yang harus menurut dan mengurus suami dan anak-anaknya kelak. Mama dengar sendiri barusan mereka mengobrolkan hal itu."ucap Nyonya Nadine kepada suaminya.
"Ternyata Putra kita tidak salah memilih istri, Aku bangga kepada Putraku. Sifat Putraku ternyata tidak jauh dari sifatku."ucap Tuan Airos sambil mengembangkan senyumnya, lalu merangkul tubuh istrinya membawanya masuk ke dalam kamar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN