
Apa kamu serius? kamu jangan pernah berbohong. karena itu tidak bagus ucap Nyonya tapasya kepada Anastasia.
"Iya Ma, iya Pa, Anastasia tidak bohong kalau ayah kandung baby Marcello adalah Horison anak kandung dari Nyonya Nadine dan Tuan Airos.
Nyonya Tapasya dan Tuan Geraldine menggelengkan kepalanya. Bagaimana ini? Tidak mungkin Nyonya Nadine dan Tuan Airos menyetujui pernikahan kalian. Karena nyonya Nadine pasti tidak akan percaya kalau baby Marcello darah daging putranya sendiri. Dan tidak menutup kemungkinan Nyonya Nadine akan menolak kehadiranmu dan juga kehadiran baby Marcello."ucap Nyonya Tapasya kepada Anastasia.
Tanpa mereka sadari, Horison mendengarkan semua apa yang mereka bicarakan. Horison berada di balik pintu yang menghubungkan ruang tengah dengan ruang tamu. Saat suara Tuan Geraldine yang meninggi membentak Anastasia, Horison langsung masuk ke dalam rumah. Ingin rasanya dirinya langsung menghampiri Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya.
Tapi niatnya ya urungkan, karena akhirnya Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya luluh setelah melihat wajah tampan baby Marcello. Sehingga ia membiarkan Anastasia dan kedua orang tuanya menyelesaikan masalah yang selama ini ditutup-tutupi oleh Anastasia, dari kedua orang tuanya.
Hingga akhirnya Horison tidak merasa tahan lagi, karena sepertinya Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya pesimis kalau keluarga Horison, tidak akan menerima kehadiran Anastasia dan baby Marcello di tengah-tengah keluarga besar Airos.
"Kalau masalah kedua orang tua saya menerima Anastasia dan Putra kami baby Marcello, biarkan itu menjadi urusan Horison Om, Tante."ucap Horison yang tiba-tiba muncul di ruang tamu sembari membungkukkan badannya memberi salam kepada Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya.
Nyonya Tapasya dan Tuan geraldin benar-benar terhenyak. "Kamu berada di sini juga? tanya Nyonya Tapasya keheranan melihat Horison yang tiba-tiba muncul di ruang tamu.
Perlahan Horison pun menjelaskan, Bagaimana dirinya sampai berada di kota Pematangsiantar, termasuk berada di rumah milik Anastasia. "Menurut cerita kamu itu, jadi kamu selama ini mencari Anastasia juga?"tanya Nyonya Tapasya punuh selidik
"Iya tante, semenjak kejadian itu, Horison merasa bersalah. Jujur memang itu kesalahan yang tidak sengaja kami lakukan. Horison memang belum mengenal Anastasia kala itu. Tapi entah mengapa mampu menaklukkan hatiku, walaupun dirinya sama sekali tidak aku kenal. Bayang-bayang Anastasia selalu menghantui pikiranku, bahkan Horison sampai meminta kepada para anak buah Horison, untuk mencari tahu keberadaan Anastasia di seluruh penjuru kota Jakarta.
Tapi Apa hasilnya? semuanya nihil. Tak ada yang menemukan sosok Anastasia selama setahun lebih lamanya Horison mencari tahu keberadaan Anastasia. Hingga akhirnya perusahaan Airos company menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan milik Pak perlindungan, perusahaan ternama yang berasal dari kota Medan.
Entah mengapa Horison ingin terjun langsung menangani jalinan hubungan kerjasama itu, hingga suatu hari pak Parlindungan mengajak makan siang di tempat ini. Saat itu Anastasia datang menghampiri kami, yang ternyata pak perlindungan itu merupakan tamu VIP di restoran milik Anastasia.
Singkat cerita Pak Parlindungan memperkenalkanku dengan Anastasia, saat itu bukan aku tidak mengenal Anastasia, karena raut wajahnya selalu tersimpan di hati dan kepalaku. Tetapi Anastasia memilih untuk tidak mengenalku, dia pura-pura tidak mengenal atau memang dia sudah lupa. Yang pasti Horison sama sekali tidak lupa raut wajah Anastasia.
Mulai saat itu, Horison berusaha untuk lebih mengenal Anastasia. Hingga Horison mengetahui kehadiran baby Marcello yang merupakan Putra Horison bersama Anastasia, akibat kesalahan yang tidak sengaja kami lakukan kurang lebih satu tahun yang lalu. ucap Horison memberitahu.
Semenjak saat itu Horison bertekad tidak akan kembali ke Jakarta, sebelum Anastasia bersedia ikut kembali ke Jakarta dan menikah dengan Horison." Penuturan Horison membuat Tuan Geraldine mengerut.
Tuan Geraldine merasa kalau Horison memiliki tanggung jawab, sehingga ia bersedia tetap berada di kota Pematangsiantar, kota kecil dibandingkan selama ini ia tinggal di kota metropolitan kota Jakarta.
"Jadi, rencana kamu ingin menikahi putri saya karena apa?
"Apa karena hanya sekedar tanggung jawab karena rasa bersalahmu telah merenggut kesucian putriku? atau kamu memang memiliki rasa cinta dan sayang kepadanya? tanya Tuan Geraldine penuh selidik.
"Jujur Om, semenjak kejadian itu entah mengapa wajah Anastasia yang selalu menari-nari di kepala Horison, Horison sangat sayang dan cinta kepada Anastasia. Apalagi dengan kehadiran baby Marcello, rasa cinta dan sayang Horison berlipat-lipat ganda terhadap Anastasia. Melebihi rasa sayang Horison kepada diri Horison sendiri."ucap Horison meyakinkan Tuan Geraldine.
Tuan geraldin menghela nafas panjang, sementara Nyonya Tapasya menatap Horison dengan tatapan penuh selidik. Entah harus percaya atau tidak, yang pasti Nyonya tapasya penuh dengan keraguan, kalau keluarga besar Horison akan menerima kehadiran Anastasia dan baby Marcello
Apalagi Anastasia sudah hamil diluar nikah, Itu sudah pasti aib bagi keluarga besar Airos
keluarga terpandang memiliki perusahaan raksasa dan bonafit, Siapa yang tidak mengenal Tuan Airos dan nyonya Nadine, mungkin sejagat dunia ini mengenal mereka karena keberhasilan mereka mengembangkan dunia bisnis di berbagai bidang.
"Om dan Tante, tidak perlu khawatir, untuk masalah mama dan papa. Biarkan itu menjadi urusan Horison. Yang pasti Horison sangat mencintai Anastasia dan menyayanginya."ucap Horison berusaha meyakinkan nyonya Tapasya dan Tuan geraldin.
Tampak Bibi Narsih mengembangkan senyumnya, mendengar pengakuan tulus dari Horison, kalau Horison benar-benar sayang dan cinta kepada sang majikan.
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Horison terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponsel yang ada di saku celananya melihat nomor ponsel salah satu anak buahnya yang menghubungi dirinya.
Horison meminta izin kepada Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya untuk mengangkat sambungan telepon selulernya, dan dibalas anggukan dari tuan Geraldine. Horison berlalu menjauh sejauh lima langkah dari Anastasia, lalu menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada anak buahnya.
"Katakan Ada apa menghubungiku di saat seperti ini?" tanya Horison kepada anak buahnya.
"Maaf Tuan, barusan Tuan Besar menghubungi ke kantor dan mencari keberadaan Tuan, beliau berpesan agar Tuan segera kembali ke kota Jakarta. Karena kondisi kesehatan Nyonya Nadine drop dan saat ini dirawat di rumah sakit. Tuan Besar sudah berulang kali menghubungi tuan, tapi sama sekali tidak tersambung. Sehingga Tuan Besar menghubungi ke kantor."ucap anak buah Horison, membuat Horison benar benar terhenyak.
"Ya sudah, nanti aku pikirkan. Pastikan kalau kondisi mama saat ini baik-baik saja." ucap Horison kepada anak buahnya
"Baik, Tuan, tapi saya mohon Tuan segeralah kembali ke Jakarta. Sepertinya Nyonya sangat merindukan Tuan, Karena menurut penuturan Tuan Airos Nyonya terus mencari keberadaan Tuan."ucap anak buah Horison Lalu setelah selesai berbicara, Horison memutuskan sambungan telepon selulernya lalu kembali menghampiri Tuan Geraldine, Nyonya Tapasya Dan juga Anastasia.
"Ada apa?
"Kenapa wajahmu panik seperti itu? tanya Tuan geraldin penuh selidik. Horison menghampiri Anastasia, lalu bersujud di kaki Anastasia memohon kepada Anastasia agar bersedia kembali ke Jakarta.
"Ikutlah kembali ke Jakarta bersama aku, Aku tidak ingin kembali ke Jakarta tanpa dirimu. anak buahku menghubungiku dan memberitahu kalau mama saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Jujur hatiku sangat sedih mendengarnya tapi aku juga sedih jika harus meninggalkan kamu di sini bersama Putra kita. Jadi aku mohon ikutlah kembali ke Jakarta bersama aku besok."mohon Horison kepada Anastasia.
Anastasia terdiam, ia tidak langsung menjawab Horison. Baru beberapa menit kemudian, Ia pun menjawab Horison
"Kalau besok kembali ke Jakarta aku belum bisa. Kembalilah duluan ke Jakarta. Nanti aku akan menyusul bersama baby Marcello. Masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan di sini. Seperti yang kamu ketahui beberapa hari lagi aku memiliki pesanan partai besar, menyediakan menu makanan untuk acara pemerintahan.
Ketua panitia menginginkan Anastasia sendiri yang turun tangan menanganinya. Aku tidak ingin mereka kecewa jika aku meninggalkan restoran ini, dan menu pesanan mereka memang bisa disediakan anak buahku tapi tidak bisa seperti saat aku berada di sini. Jadi tolong mengertilah kepadaku. Percayalah, aku akan kembali ke Jakarta juga. Tapi tidak besok.
Lebih baik kamu pulang dulu dan lihat kondisi kesehatan Nyonya Nadine, pastikan kesehatannya baik-baik saja, baru aku akan datang. Aku tidak ingin kondisinya semakin drop, saat mengetahui rahasia sebesar ini yang kita sembunyikan. Tidak ada orang tua yang tidak syok jika mengetahui kesalahan fatal yang dilakukan oleh Putra dan putrinya.
Jadi tolong pahami aku." ucap Anastasia memohon pengertian dari Horison.
Terlihat horizon menatap Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya seolah dirinya meminta pendapat dari mereka.
Tuan Geraldine pun angkat bicara. "Kembalilah besok nak, Horison. Om akan pastikan Anastasia akan segera kembali ke Jakarta, setelah kerjasama dari panitia pelaksana pesta pemerintahan bersama restoran milik Anastasia telah usai ia lakukan.
Om juga tidak ingin Anastasia lari dari tanggung jawabnya. Om selalu mengajarkan Anastasia untuk bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Untuk itu om mohon, pahami situasi saat ini. Kembalilah ke Jakarta seorang diri bersama anak buah mu. Percaya sama Om. Tidak mungkin Anastasia tidak kembali ke kota Jakarta. ucap Tuan Geraldine mencoba meyakinkan Horison.
Horison lemas seolah dirinya tidak rela meninggalkan baby Marcello dan Anastasia di sana, dan ia kembali seorang diri tanpa Anastasia dan baby Marcello.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN