CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 52. BUKET BUNGA



Marina bergegas untuk segera masuk ke dalam apartemen miliknya, setelah mobil yang dikendarai Anastasia meninggalkannya. Setelah meletakkan barang-barang belanjaannya Marina memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.


"Tubuhnya memang kotor! aku memang wanita yang terhina. Tapi aku bersyukur karena engkau masih memberikan aku kesempatan untuk mendapatkan kebahagiaan. Aku kini sudah hidup bahagia dengan orang yang begitu mencintaiku,"ucap Marina lirih berasa bersyukur. Marina meringis menahan rasa perih yang dia rasakan.


Marina mengeluarkan semua unek-unek yang dia rasakan agar hatinya terasa tenang. Dia tak boleh menoleh ke belakang. Dia harus menatap ke depan melanjutkan hidupnya.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya Marina langsung mengobati luka luka kaki yang ada di lutut kakinya membersihkan barang-barang belanjaan yang tadi dia beli.


Dia baru teringat kalau dia tadi membeli makanan di pasar. Marina langsung meletakkan makanan itu di piring. kini Marina sudah berada di meja makan untuk makan makanan itu.


Marina kembali termenung lalu ia sesungguhkan.


"Aku sudah bahagia Tuhan Yesus! aku sudah bersyukur dengan hidupku yang sekarang. meskipun hanya makan makanan seperti ini, aku bahagia meskipun tak ada kemewahan. aku tak apa apa. Yang penting bagiku sekarang, aku bisa bahagia," ucap Marina sambil memasukkan makanan itu sedikit demi sedikit ke mulutnya. Dadanya terasa sesak. karena kebanyakan menangis.


"Ayolah Marina! kau tak boleh lemah seperti ini! kamu harus kuat, Kau pasti bisa melewati semuanya! yang menjalani hidupmu adalah kamu. Kamu yang merasakan bahagia! Marina mencoba memberi semangat pada dirinya sendiri.


"Jika kamu merasa terpuruk terus, dan merasa hidupmu tak beruntung lama-kelamaan Kau akan menjadi pasien suamimu lagi. Apa kamu mau seperti itu lagi? membuat suamimu sedih? kau harus sadar. suamimu itu begitu mencintaimu! kau sekarang sudah bahagia! tataplah ke depan kehidupan lebih cerah."Marina menguatkan dirinya mengingat kata-kata yang dilontarkan oleh Anastasia kepadanya sebelum Anastasia menghantarkan Marina ke apartemen.


"Ya, aku pasti bisa! seharusnya aku bersyukur karena aku kini sudah mendapatkan kebahagiaan."ucap Marina dalam hati. Marina menghapus air matanya dan berusaha untuk kuat.


Marina bangkit dari tempat duduknya. Dia berpikir daripada dia terlalu larut dengan kesedihan lebih baik dia bangkit dan bersemangat.


"Ayo Marina kamu pasti bisa!"


Marina berniat untuk memasak makanan yang suaminya suka. Jika dia tidak pernah mencobanya dan pernah gagal dia tak akan bisa merasakan menjadi seorang yang sukses.


Marina tampak berjuang keras untuk bisa membuatkan suaminya makanan. Dia ingin suaminya bangga telah memiliki dirinya. Hal itu biasa dilakukan dalam hal yang sederhana.


"Yes, akhirnya aku berhasil memasak,"ucap Marina. Dia terlihat bahagia senyum melengkung di wajahnya. Saat berhasil membuat makanan kesukaan suaminya.


"Cobain dulu ya enak nggak masakan aku." gumam Marina dalam hati sembari langsung mencicipi makanan masakannya sendiri.


"lumayan untuk pemula memasak seperti."ternyata Bahagia itu sangat sederhana, saat dia berhasil membuat makanan untuk suaminya membuat dirinya benar benar sangat bahagia.


****


Horison tampak sudah tidak sabaran lagi menunggu hari pernikahannya dengan Anastasia. tuan Airos dan nyonya Nadine sudah terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk acara pesta pernikahan nanti.


Tak lupa Nyonya Nadine juga merekomendasikan seorang desainer ternama langganan Nyonya Nadine untuk Anastasia melakukan fitting baju bersama Horison. Hari ini jadwal Anastasia dan Horison melakukan meeting baju. Dengan rekomendasi Nyonya Nadine Anastasia yakin kalau pilihan nyonya Nadine itu tidak salah dan tidak perlu di ragukan lagi.


Sedangkan Nyonya Tapasya juga melakukan hal yang sama. Karena sebelumnya Nyonya Nadine sudah menghubungi Nyonya Tapasya agar melakukan fitting baju di tempat yang sama dengan mereka. Dan itu pun disanggupi oleh nyonya Tapasya dan Tuan Geraldine.


Dan kedua keluarga itu sepakat acara pernikahan mereka akan dilangsungkan tiga minggu ke depan. Menurut Nyonya Nadine dan nyonya Tapasya tiga minggu waktu yang cukup untuk mempersiapkan segalanya.


"Sayang apa Putra kita sudah tidur? tanya Horison yang tiba-tiba masuk ke kamar baby Marcello. Terlihat di sana Anastasia sedang memberikan baby Marcello ASI eksklusif.


Anastasia menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya memberi kode kepada Horison agar tidak berisik. Horison menghampiri Anastasia dan duduk di tepi ranjang. Ia memperhatikan baby Marcello sedang menikmati ASI yang diberikan oleh Anastasia kepadanya. Perlahan demi perlahan baby Marcello melepaskannya Karena rasa kantuknya membuat Ia pun langsung tertidur pulas.


Horison ingin sekali, mengecup wajah tampan putranya yang begitu menggemaskan baginya. Tapi aksinya itu langsung dihentikan Anastasia karena ia tidak ingin tidur putranya menjadi terganggu akibat perbuatan ayahnya sendiri.


"Sayang boleh dong aku mengecup Putraku sendiri."


"Tidak ada yang melarang, tapi jangan saat seperti ini. Nanti dia nangis dan rewel."sahut Anastasia. Mau tidak mau Horison harus menahan diri untuk tidak mengganggu putranya itu.


Tuan Airos dan nyonya Nadine sudah berlalu dari rumah utama keluarga Geraldine terlebih dahulu. Nyonya Nadine membiarkan Horison tinggal di sana. Karena ia mengetahui kalau putranya itu masih sangat merindukan baby Marcello.


Karena melihat baby Marcello sudah tertidur pulas, perlahan Anastasia turun dari ranjang pelan-pelan. Ia pun menghampiri Horison yang duduk di kursi kecil yang ada di kamar putranya.


"Sayang apa kamu capek?" tanya Horison kepada Anastasia. khawatir kalau Anastasia terlalu kecapean.


"Tidak kok, kamu tenang saja aku baik-baik saja. Lagian baby Marcello tidak terlalu rewel kok.


Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Geraldine mengetuk pintu kamar yang ditempati oleh baby Marcello. Karena asisten rumah tangga itu yakin kalau saat ini Anastasia berada di sana.


"Ada apa Bi?" tanya Anastasia ketika melihat sosok asisten rumah tangga mengetuk pintu kamar putranya. "Maaf Nona, ini ada kiriman bunga untuk Nona." ucap asisten rumah tangga itu sambil memberikan buket bunga yang asisten rumah tangga itu pun tidak tahu siapa pengirimnya. Yang pasti yang mengirimkan buket bunga itu seorang kurir.


"Bunga?


"Dari siapa Bi?


"Bibi juga tidak tahu non, tadi kurir yang mengantarkannya dan kurir itu menyampaikan pesan kalau saya harus langsung memberikan buket bunga itu kepada Nona, tidak boleh kepada orang lain."


Anastasia mengerutkan keningnya penasaran siapa sosok yang mengirimkan buket bunga untuknya. Horison sangat emosi ada seseorang yang mengirimkan buket bunga terhadap wanitanya. Tidak mungkin seorang wanita yang mengirimkan buket bunga berbentuk seperti bunga yang dipegang oleh Anastasia saat ini. Dia pasti seorang laki laki, tampaknya pikiran Horison mulai tak karuan ia gelisah dan merasa cemburu saat ada seseorang lelaki yang berniat untuk mendekati calon istrinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN