
Tampak Horison dan kedua anak buahnya menikmati nasi goreng buatan Anastasia. sementara Bibi Narsih masih setia menemani baby Marcello di dalam kamar. Ia memilih untuk tidak ikut campur dengan urusan pribadi majikannya itu.
"Kenapa kamu harus melarikan diri dariku Anastasia?" tanya Horison kepada Anastasia setelah mereka selesai menyantap menu makanan yang dihidangkan oleh Anastasia. Apalagi kamu harus rela meninggalkan usaha kulinermu demi menghindar dariku.
"Aku tahu dari awal kamu juga pasti sudah sangat mengenaliku saat Pak Parlindungan mengenalkan kita. Aku memilih untuk meladeni kamu untuk pura-pura tidak mengenali aku, karena aku mengira di antara kamu dengan Pak perlindungan memiliki hubungan khusus.
Tetapi setelah saya selidiki, Ternyata kalian hanya berteman saja, jujur aku sudah sangat lama mencari keberadaanmu. Semenjak kejadian malam itu, kamu pergi begitu saja meninggalkanku tanpa berbicara apapun kepadaku, aku langsung meminta kepada para anak buahku untuk mencari Siapa dirimu sebenarnya dan ingin meminta maaf kepadamu.
Tapi kamu menghilang begitu saja bagai ditelan bumi, membuatku sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa. Apa kamu tahu seberapa besar penderitaanku setelah kamu tinggalkan? sudah tidak bisa dikatakan lagi, semua mengenaliku Bos arogan dingin seperti es dari kutub utara. Tapi entah mengapa kehilanganmu seperti kehilangan separuh jiwaku. Padahal aku sama sekali tidak mengenalimu saat itu.
Dan semenjak saat itu, Entah mengapa atau entah karena dosa yang aku perbuat kepadamu, Tuhan menghukumku dengan tidak membuat aku memiliki gairah dan memiliki hasrat kepada setiap perempuan. Jujur aku sama sekali tidak berbohong. Jika kamu tidak percaya kamu boleh tanyakan langsung kepada anak buahku. Aku sudah sangat lama mencarimu ucap Horison kepada Anastasia.
Anastasia hanya terdiam mendengar dan menatap Horison dengan tatapan penuh tanya. "Tolong percaya kepadaku Anastasia bicaralah berterus terang kepadaku, apa Marcello itu adalah darah dagingku? jangan bohongi aku dan jangan bohongi dirimu sendiri, begitu juga dengan baby Marcello. Karena sebagaimanapun kamu menutupi segalanya. Baby Marcello berhak tahu siapa Ayah biologisnya, Jika kamu tidak Sudi menikah denganku.
"Besar harapanku Anastasia, kamu bersedia menikah denganku menjadi Nyonya Horison Airos.
"Airos? spontan Anastasia mengatakan nama Airos karena ia mengetahui siapa sosok Airos yang sebenarnya.
"Iya, nama panjang saya Horison Airos. pewaris tunggal Airos company. Dan juga CEO yang menjabat untuk saat ini. Saya yang menangani Airos company sekarang. Karena Airos company merupakan perusahaan raksasa milik kedua orang tua saya, otomatis saya harus menjalankannya.
"Tidak, mungkin kamu putra dari uncle Airos.
"Kenapa tidak mungkin?
"Apa kamu juga mengenali kedua orang tuaku?"
"Iya aku kenal dekat dengan Nyonya Nadine, dia merupakan wanita yang menjadi panutanku. Dia yang memotivasiku hingga Aku memiliki usaha kuliner hingga memiliki beberapa cabang di berbagai provinsi.
"Dulunya aku hanya memiliki usaha kuliner rumah makan yang lokasinya tidak jauh dari tempat tongkrongan Nyonya Nadine kala itu. Entah mengapa pertama sekali Nyonya Nadine nyicipi menu makanan yang ada di rumah makan sederhana milikku, Sepertinya menu masakan yang ada di rumah makan milikku kali itu cocok di lidahnya.
Hingga akhirnya Nyonya Nadine ingin sekali bertemu dengan pemilik usaha kulinernya. Akhirnya kami pun berbincang-bincang panjang lebar, hingga mulai dari sana kan hubungan kami pun mulai dekat.
Intinya Nyonya Nadine berani menjamin, kalau saya mampu membayar hutang saya kelak ke bank. ucap Anastasia memberitahu secara singkat pertemuannya dan kedekatannya dengan Nyonya Nadine yang merupakan ibu kandung dari Horison.
Horison benar-benar terhenyak. Ia tidak menyangka wanita yang ia cari sampai bertahun seperti ini, begitu dekat dengan ibu kandungnya sendiri. Padahal selama ini Horison sudah sangat lelah mencari keberadaan Anastasia.
Entahlah ini sudah rencana Tuhan atau apa. yang intinya saat ini Horison benar-benar bahagia dapat bertemu kembali dengan Anastasia. Walaupun sampai sekarang Anastasia tidak memberitahu kebenaran tentang ayah kandung Marcello yang sebenarnya.
Mungkin tidak sekarang. Esok atau lusa pasti Anastasia akan berterus terang kepada Horison membuat Horison tidak ingin memaksakan kehendaknya, agar Anastasia saat itu langsung berterus terang kepadanya tentang ayah baby Marcello.
"Ya sudah, ini sudah pukul 02.00 dini hari, lebih baik kita istirahat. Kamu dan anak buahmu bisa tidur di ruang tamu. Karena hanya ada dua kamar di sini. Satu kamar untuk anaknya bibi Narsih yang kebetulan saat ini sedang ada praktik di luar kota, dan yang satunya untuk aku tempati dan baby Marcello.
Terlihat Anastasia membentangkan tikar di ruang tamu dilapisi dengan ambal tipis. Agar dinginnya lantai tidak terlalu terasa ke tubuh Horison dan anak buahnya . Anastasia sudah menjamin kalau Horison tidak akan tidur lelap di lantai itu, tapi apa boleh buat hanya ada ruang tamu yang dapat mereka tempati saat ini.
Horison pun tidak mempermasalahkannya. Yang penting ia dapat dekat dengan Anastasia beserta baby Marcello. Walaupun sampai saat ini Anastasia belum mengizinkan Horison bertemu dengan baby Marcello. Anastasia memberikan selimut satu persatu kepada Marcello dan kedua anak buahnya beserta bantal. Setelah membentangkan Ambal untuk tempat mereka tidur malam itu.
"Ya sudah, kalian tidur di situ. Aku juga ingin istirahat, besok pagi kalian harus segera pulang dari sini. Aku tidak ingin para warga di sini bertanya-tanya Siapa kalian yang sebenarnya."
"Tidak, aku ingin kita pulang bersama, jika kamu memintaku pulang, maka aku juga meminta kamu untuk ikut bersamaku." jawab Horison, mantap.
Anastasia memilih untuk tidak menjawab malah melongos masuk ke dalam kamar. Lalu mengunci pintu rapat-rapat membaringkan tubuhnya tepat di samping kanan baby Marcello, dan Bibi Narsih sudah tertidur lelap di samping kiri baby Marcello. membuat baby Marcello merasa semakin nyaman tidur dihimpit oleh kedua wanita yang begitu menyayanginya.
Sementara Horison berusaha untuk memejamkan matanya. Dinginnya suasana pedesaan membuat dirinya sedikit kesulitan untuk terlelap. Tapi entah karena faktor kelelahan, perlahan Horison dapat tertidur pulas. Begitu juga dengan para anak buahnya tampak mereka bertiga sudah tertidur pulas mengarungi alam mimpi mereka masing-masing.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN