CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 31.INGIN MENIMANG CUCU



Sepeninggalan sang dokter, Tuan Airos kembali menghampiri istrinya. "Sayang Apa yang kamu pikirkan? rileks dong tidak perlu terlalu dipikirkan,


"Tidak ada apa-apa sayang,


"Nggak mungkin kamu tidak memikirkan apa-apa. Buktinya kata dokter Sepertinya kamu memikirkan sesuatu. Ayolah, berbagi sama suamimu ini. Kita sudah sangat lama hidup bersama. Jangan pernah menyimpan apapun dariku."ucap Tuan Airos kepada istrinya Nyonya Nadine, yang tampak begitu khawatir terhadap istrinya.


"Jujur aku sangat mengkhawatirkanmu. Katakan Yang sejujurnya, Apa yang kau pikirkan? Apakah ada masalah?


Nyonya Nadine menghela nafas panjang.


"Kenapa Putra kita tak kunjung kembali dari Sumatera sementara kabar yang kita terima kalau proyek yang berjalan di sana berjalan dengan lancar.


Aku ingin Putra kita segera kembali. Usiaku sudah tidak mudah lagi. Aku ingin Putra kita segera menikah. Tapi setiap kali aku mengatakan seperti itu kepada Putra kita. Putra kita selalu menghindar, sekarang Marina sudah mendapat ganjarannya telah menyakiti hatiku telah kita. Apakah memang Putra kita belum bisa melupakan wanita itu? sehingga ia sampai tidak ingin kembali lagi ke rumah? tanya nyonya Nadine yang begitu sangat merindukan putranya.


"Kamu tenang saja, Putra kita pasti akan segera kembali, tidak perlu khawatir."ucap Tuan Airos mencoba menghibur hati istrinya. Padahal dia sendiri pun tidak mengetahui kapan Horison akan kembali ke Jakarta dan melihat kondisi kesehatan Nyonya Nadine, yang merupakan ibu kandung Horison.


"Apakah Papa sudah menghubunginya?


"Iya, Papa sudah menghubunginya, dan dia berjanji akan segera datang, percaya padaku." ucap Tuan Airos walaupun Dirinya belum yakin sepenuhnya kalau putranya akan datang.


Tiba-tiba pintu ruang rawat Nyonya Nadine terbuka lebar. Hal itu membuat Tuan Horison dan nyonya Nadine langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka.


"Mama! ucap Horison sambil melangkah masuk ke dalam dengan langkah cepat lalu memeluk Nyonya Nadine.


"Kamu sudah pulang, nak? Kenapa kamu lama sekali meninggalkan mama, Apa kamu tahu Mama sangat merindukanmu.


"Iya Mama kamu nih, terus nyariin kamu sampai kondisinya drop seperti ini. Papa udah berusaha untuk menenangkan Mama kamu. Kamu pasti akan pulang, tapi dia nggak percaya. Sampai dokter mengatakan kalau tensi Mama kamu sangat tinggi sekarang. Ternyata mama kamu sedang memikirkan kamu." ucap Tuan Airos yang mampu membuat Horison semakin merasa bersalah.


"Maafkan Horison Mam, Horison masih ada pekerjaan penting yang tidak bisa Horison tinggalkan begitu saja di Sumatera. Tapi mudah-mudahan sebentar lagi akan kelar. Doakan saja yang terbaik untuk Horison.


Mama tidak boleh sakit seperti ini, apa Mama tahu betapa khawatirnya Horison ketika mendengar Mama masuk rumah sakit. rasanya jantung Horison seakan copot dari tempatnya.


"Apa yang sebenarnya Mama pikirkan? kenapa sampai kondisi kesehatan Mama semakin drop seperti ini?


"Mama tidak memikirkan apa-apa. Hanya saja Mama sangat merindukan kamu. Di samping Mama merindukan kamu, Mama juga merindukan seorang menantu dan ingin menimang cucu."ucap Nyonya Nadine yang mampu membuat Horison mengembangkan senyumnya.


"Mama Tenang saja, sebentar lagi cucu dan menantu Mama akan datang." ucap Horison yang mampu membuat Nyonya Nadine dan Tuan ros membulatkan matanya.


"Maksud kamu apa, menikah saja belum kamu bilang menantu dan cucu akan segera datang. Apa kamu tahu kabar terbaru dari Marina?


"Iya, aku tahu kabar terbaru tentang Marina yang sudah masuk rumah sakit jiwa, itu karma baginya telah menghianati cinta tulusku terhadapnya selama ini. Tapi untung saja Tuhan membukakan Mata hatiku, kalau dirinya wanita yang tidak pantas aku pertahankan.


Tuhan membuka aibnya sebelum pernikahan kami berlangsung. Tuhan langsung menunjukkan jalan agar aku mengetahui sikap dan akhlaknya wanita murahan itu sebenarnya. Mungkin Tuhan lebih sayang kepadaku, sehingga ia menunjukkan sikap asli Marina sebelum pernikahan itu berlangsung. Mama jangan khawatir, Horison lama di Sumatera bukan karena Horison terlalu memikirkan hubungan Horison dengan Marina yang sudah putus, tapi ada hal lain yang lebih penting dibandingkan itu.


Tapi dari raut wajah Horison Nyonya Nadine, menyimpulkan kalau dirinya saat ini sedang bahagia. Membuat nyonya dan melirik ke arah Tuan Airos seolah dirinya bertanya kepada suaminya. Apakah suaminya mengetahui Mengapa senyum sumringah terpancar di wajah tampan putranya.


Tuan Airos menggantikan bahunya itu artinya dia tidak mengetahui apa penyebab putranya itu senyum sumringah dan terlihat dari laut wajahnya ia sangat bahagia.


"Yang pasti, untuk saat ini Horison sangat bahagia. Untuk itu, Mama harus cepat sembuh. Apakah mama tidak ingin merayakan kebahagiaan Horison?


"Tentu dong Sayang, Mama ingin sekali merayakan kebahagiaan kamu. Tapi tolong katakan kepada Mama apa yang membuat kamu bahagia?"


"Kasih tau nggak ya?


"Kasih tahu dong jangan membuat Mama penasaran? ucap Nyonya Nadine yang merasa tubuhnya sudah semakin enakan dan ia merasa sudah sembuh. Ia pun sudah mampu duduk sendiri tanpa dibantu oleh Tuan Horison duduk sendiri dan langsung meraih tangan putranya dan memeluknya.


"Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari mama sayang, kamu itu lahir dari rahim Mama. Jadi apapun yang kamu rasakan, cerita sama mama, mau bahagia ataupun sedih." ucap Nyonya Nadine tepat di telinga putranya yang mampu membuat Tuan Horison mengerutkan keningnya .


"Mama pasti akan tahu nantinya, Apa yang membuat Horison bahagia. Makanya mama cepat sembuh Dan kita pulang ke rumah agar Horison dapat menjelaskan semuanya." ucap Horison kepada Nyonya Nadine membuat Nyonya Nadine mengerucutkan bibirnya. Merasa kecewa putranya tak kunjung memberitahunya Apa yang membuat putranya begitu bahagia.


"Ya sudah, kalau begitu Mama istirahatlah. Horison sudah kembali. Horison akan memimpin perusahaan yang ada di kota Jakarta lagi, dan anak buah Horison sudah Horison bimbing di sana. Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing.


"Apa Mama tahu, keuntungan perusahaan yang kita dapatkan saat menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Pak Parlindungan itu cukup fantastis, ini suatu kebahagiaan tersendiri untuk Horison.


Mungkin Tuhan memberikan jalan untuk Horison, hingga Tuhan mengirimkan Pak Parlindungan menjadi jembatan Horison menemukan kebahagiaan Horison yang sudah setahun ini Horison tidak dapatkan.


Setahun sudah Horison berkelana mencari kebahagiaan Horison, dan akhirnya aku temukan sendiri. Itu terjadi berkat bantuan Pak parlindungan. Sebenarnya sih, tidak begitu. cuma aku merasa dia membantuku untuk menemukan kebahagiaanku sendiri. karena dia lah jembatannya.


"Ah kamu ini, terlalu banyak teka-teki. Mama jadi pusing. Langsung kasih tahu aja kenapa! tidak perlu berbelit-belit seperti ini."gerutu nyonya Nadine.


"Jangan menggerutu seperti itu dong, Mam. nanti wajahnya cepat keriput. Bisa-bisa Papa kepincut dengan wanita yang lebih muda." canda Horison yang langsung dibalas toyoran kepala dari Tuan Airos


"Kamu pikir, secantik apapun wanita kamu tunjukkan ke hadapan papa, di hati papa Mama kamu yang selalu yang tercantik dan Number one di hati papa." ucap Tuan Airos yang mampu membuat Nyonya Nadine mengembangkan senyumnya, dan ia merasa tersanjung.


"Iya deh, iya Papa seperti bucin gitu sama Mama." ucapnya sambil langsung duduk di samping kiri Nyonya Nadine sementara Tuan Airos duduk di samping kanannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN