
"Sayang kamu lagi apa?" tanya Horison kepada sang istri tercinta yang sedang berada di dapur.
"Hummm ...ini lagi buat sarapan, katanya mama suka makan masakan aku." sahut Anastasia.
"Sudah pasti suka dong, namanya juga ratunya chief." ucap Horison memuji kemampuan istrinya yang jago masak. Hingga istrinya memiliki restoran di beberapa kota yang ada di Indonesia.
"Masih lama belum?"
"Ngak ah, sedikit lagi matang. Mama pengen makan opor ayam. Tau ngak sayang Aku sangat senang kalau Mama sama Papa menyukai masakan Ku. Itu artinya aku bisa memasak langsung ke dapur, sama hal seperti yang aku lakukan di resto." ucap Anastasia sambil mengembangkan senyumnya.
"Jangan gara-gara Mama dan Papa dong Sayang, yang menyukai masakan kamu, sehingga kamu langsung terjun ke dapur. Aku juga kan menyukai masakan kamu. Tapi Aku tidak mau sampai kamu kelelahan. Ingat ada anak kita di dalam sini." ucap Horison sambil mengelus perut istrinya yang sudah mulai terlihat.
Anastasia mengembangkan senyumnya. "Aku pasti menjaga anak kita yang ada di dalam sini. Apa kamu tahu bagaimana aku saat hamil baby Marcello, aku tetap berjuang dan terjun langsung memasak ke dapur agar perkembangan usaha restoran yang aku mulai di Pematangsiantar menjadi berkembang, dan dikenal banyak orang di sana.
Semuanya itu aku lalui. Dan kamu lihat sendiri, Putra kita baby Marcello baik-baik saja, dia sehat." sahut Anastasia yang mampu membuat Horison langsung terdiam. Teringat kembali rasa bersalahnya terhadap Anastasia, ia tidak ada saat Anastasia membutuhkan dirinya.
Melihat raut wajah suaminya yang agak berbeda saat Anastasia memberitahu saat-saat dirinya hamil baby Marcello, membuat dirinya langsung merangkul suaminya.
"Sudah tidak perlu sedih seperti itu. Yang lalu Sudahlah berlalu, sekarang kan, kita sudah hidup bersama. Aku sangat bahagia hidup bersama kamu, baby Marcello, dan calon bayi kita yang ada di dalam sini." sahut Anastasia sambil mengelus perutnya.
Horison mengeratkan pelukannya, seolah dirinya tidak ingin terpisah dari sang istri.
"Sudah matang sepertinya. Ayo kita sarapan."ujar Anastasia meminta suaminya agar duduk di ruang makan. Sementara asisten rumah tangga lainnya membantu Anastasia untuk menghidangkan menu sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh Anastasia sebelumnya.
"Wah, sepertinya Mama akan makan nambah nih, soalnya kalau mama makan masakan Anastasia, Mama pasti makannya lahap." Puji Nyonya Nadine sambil langsung menu makanan ke hadapannya.
"bukan hanya mama, tapi papa juga satuan aeros tidak mau kalah dengan istrinya. Horison sampai terkekeh melihat Mama dan Papanya, yang saling memperebutkan masakan menantu kesayangan mereka.
Anastasia menatap kedua mertuanya yang tampak dengan lahap menyantap menu makanan itu. Ia merasa bahagia dapat memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu mertuanya. Begitu juga dengan suaminya.
Tiba-tiba Bibi Narsih memberikan ponsel milik Anastasia. Kalau ponsel milik Anastasia yang tertinggal di kamar baby Marcello, berdering ia melihat nomor ponsel dokter Richard yang menghubungi dirinya membuat Anastasia mengerutkan keningnya.
"Siapa Sayang?" tanya Horison kepada Anastasia.
"Dokter Richard menghubungiku. Sepertinya ada sesuatu yang penting, sehingga ia menghubungiku dari tadi. Panggilan tak terjawab di layar ponselku ada lima kali." ucap Anastasia sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada suaminya
"Ya sudah, selesai sarapan Kamu harus segera menghubungi dokter Richard. Siapa tahu ada yang penting, sehingga ia menghubungimu hingga beberapa kali."ujar Dokter Richard, kepada istrinya yang tampak kebingungan. Mengapa tiba-tiba dokter Richard sampai menghubunginya beberapa kali.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN