
Berbeda hal dengan Marina dan dokter Richard yang merayakan kehamilan Marina dengan makan bersama. Horison dan Anastasia justru ingin merayakan pesta pernikahannya kembali dengan kedua orang tua Horison.
Horison dan Anastasia Baru saja sampai di rumah utama keluarga Airos. Anastasia tersenyum melihat antusias keluarga Airos. dia senang karena dia bisa memberikan kebahagiaan untuk Horison dan kedua orang tuanya Dengan hadirnya Baby Marcello. Mereka terlihat bahagia mereka benar-benar menyayangi baby Marcello.
Nyonya Nadine tampak sibuk menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan untuk mereka makan bersama. Nyonya Nadine begitu menyayangi Anastasia, kini Anastasia menjadi menantu kesayangan.
"Oh iya, ada cerita lagi."ucap Horison kepada kedua orang tuanya.
"Ya sudah, katakan! Jangan membuat Mama penasaran,"ujar nyonya tapasya.
Horison menceritakan kepada kedua orang tuanya, tentang pertemuan dirinya dengan Marina. Horison mengatakan kalau Marina saat ini sudah sehat dan hidup normal kembali. Dia sudah menikah dengan dokter yang merawatnya, dan saat ini Marina sedang hamil anaknya.
"Syukurlah kalau dia sudah menikah. Jadi dia tak akan mengganggu kamu lagi. Menerima kamu hidup bahagia dengan Anastasia. Mama senang mendengarnya. Mungkin Jalan hidupnya memang harus seperti itu.
Dia tidak berjodoh denganmu. Sehingga Tuhan membuka mata hatimu, dan memperlihatkan aib yang selama ini ia tutup-tutupi dari kamu. Jujur Mama kecewa ternyata Marina bukan seperti wanita yang Mama harapkan."sahut Nyonya Nadine Dan di iyakan oleh Horison.
Makanan pun sudah siap, mereka langsung menuju meja makan. Anastasia diperlakukan sangat istimewa. Nyonya Nadine begitu perhatian kepadanya dan juga baby Marcello. Seolah Nyonya Nadine ingin menebus semua kesalahan yang dilakukan putranya. Yang membiarkan Anastasia hidup sendiri saat Anastasia membutuhkan Horison di sampingnya. Kala Anastasia hamil baby Marcello hingga melahirkan.
"Ayo dimakan, Kalian pasti sudah lapar. Mama spesial loh minta pelayan membuatkan macam-macam makanan yang lezat untuk kalian berdua. Supaya baby Marcello segera memiliki adik, agar baby Marcello tidak merasa kesepian dan memiliki teman untuk bermain."ucap Nyonya Nadine yang mampu membuat Anastasia membulatkan matanya.
Horison mengembangkan senyumnya mendengar apa yang diucapkan oleh Nyonya Nadine. Ia begitu teladan kepada sang istri. Dia yang terlihat melayani Anastasia. mengambilkan makanan dan juga minuman. kini Anastasia disambut baik di keluarga Airos.
Mereka sudah selesai makan. Dan kini sudah di ruang keluarga duduk bersama.
"Ini buah dan kuenya dimakan juga!"ujar Nyonya Nadine. Nyonya Nadine meletakkan di depan Anastasia.
"Ayo jangan malu-malu sayang! ingat jangan menunda-nunda membuat adik untuk baby Marcello. Agar rumah ini semakin ramai."ucap Nyonya Nadine sambil terkekeh
Anastasia hanya mengembangkan senyumnya selalu menunduk malu. Wajahnya merona sudah seperti kepiting rebus. Horison memahami kalau sang istri merasa malu di hadapan kedua orang tuanya.
Setelah dua jam bercanda ria dan berbincang-bincang. Horison dan Anastasia pamit masuk ke dalam kamar karena mereka ingin segera istirahat.
"Bohong tuh. Palingan mau ngerjain sih Anastasia tuh. Awas Horison, jangan terlalu banyak, pelan-pelan saja tapi pasti."ucap Nyonya Nadine
"Mama tenang saja, aku mainnya pelan-pelan kan, sayang?" goda Horison sambil memainkan alisnya dan menatap ke arah sang istri. Membuat wajah Anastasia memerah menahan malu.
"Kalian ini, malah membahas masalah ranjang! kalian lihat itu Anastasia! wajahnya sudah memerah."ucap Tuan Airos membuat mereka tertawa bahagia.
"Ya sudah! Horison pamit dulu!"ujar Horison.
Horison langsung memeluk sang Mama. dia begitu menyayangi Nyonya Nadine.
"Terima kasih ya, Mam, karena mama sudah menerima anak Horison dan juga Anastasia."ucap Horison dan nyonya Nadine mengiyakannya.
Masih teringat jelas Bagaimana dulu Nyonya Nadine begitu mendengar kalau Horison mengatakan Horison sudah memiliki anak di luar pernikahan. Bahkan dia tidak Sudi menerima wanita itu. Jika saja wanita yang Horison bawa hari ini bukan Anastasia, bisa jadi Nyonya Nadine tidak menerimanya.
Tapi karena nyonya Nadine sudah mengenal Anastasia begitu dekat. Dan dia sudah mengetahui siapa Anastasia, wanita yang sangat baik, gigih, dan mandiri. Membuat Nyonya Nadine pun merasa bahagia, ternyata putranya menikah dengan wanita yang selama ini diidamkan Nyonya Nadine menjadi menantunya. Tidak seperti Marina kala itu.
Kini Horison dan Anastasia sudah berada di dalam kamar. Sementara baby Marcello sudah nyenyak tidur bersama dengan Bibi Narsih di kamar yang sudah disulap menjadi sebuah kamar yang begitu indah dan mewah seperti kamar superhero.
Kamar yang ditempati baby Marcello sengaja didesain sedemikian rupa, karena Tuan Airos ingin membuat cucu pertamanya betah tidur di sana. Kamar itu sengaja dicat bergambar superhero seperti spider-man, Ultraman dan lain sebagainya. Tuan Airos sengaja melakukan itu agar baby Marcello merasa nyaman.
Terlihat Anastasia duduk di meja rias. Horison menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Terima kasih ya sayang, kamu telah memberikan aku dan juga kedua orang tuaku kebahagiaan. Aku sangat mencintaimu."ucap Horison sambil memberikan kecupan hangat di kening dan di pucuk kepala sang istri.
Horison terlihat begitu mencintai Anastasia. cinta Anastasia pun sudah mulai tumbuh kepada Horison. Mereka hidup bahagia. Anastasia juga menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan oleh Horison. Ia juga tidak ingin menunda-nunda kehamilannya. karena apa yang dikatakan oleh Nyonya Nadine benar adanya.
Baby Marcello membutuhkan teman. Ia tidak ingin kalau baby Marcello seperti dirinya dan juga Horison yang sama-sama anak tunggal. Horison menginginkan anaknya banyak agar rumah mereka ramai tidak seperti yang dirasakan oleh Horison.
Begitu juga dengan Anastasia dia menginginkan tiga orang anak berharap anak-anaknya kelak dapat membantu dirinya di masa tuanya. Menjadi generasi penerus usaha yang ia rintis dari nol, sama halnya seperti yang diharapkan oleh Tuan Airos kepada Horison dan keturunan Horison.
Horison menuntun istrinya untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Horison melucuti pakaian sang istri. Dia pun melucuti pakaian yang dia kenakan. Kini keduanya sudah sama-sama polos.
Horison langsung mencumbu sang istri dengan mesra. Perlahan kecupan mereka semakin bergairah. Lidah mereka saling membelit satu sama lain. Horison menarik tengkuk Anastasia untuk memperdalam kecupan mereka.
Suara merdu mereka akhirnya lolos dari bibir keduanya. Mereka tampak semakin bergairah. Horison semakin tak kuasa untuk menahan hasratnya. Horison menuntun sang istri melanjutkannya di atas ranjang. Anastasia menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. Keduanya pun langsung melanjutkannya kembali.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN