CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 38. MENJENGUK MARINA



"Apa Tuan ingin menemui Nona Marina di rumah sakit jiwa?"tanya Reihan penuh selidik,


membuat Horison terdiam. Jujur sebenarnya dia tak ingin berurusan lagi dengan Marina. Dia sudah tak peduli dengan kehidupan mantan kekasihnya. Dia khawatir kalau hubungannya nanti dengan Anastasia menjadi memanas Karena salah paham.


"Saya ingin ke kantor, Saya sekarang masih ingin bersama Putra saya dan juga calon istri saya." sahut Horison. Bukannya mengiyakan, Horison justru mengakhiri panggilan telepon dari Reihan.


Hal itu tentu saja membuat Anastasia bertanya-tanya, saat melihat ekspresi wajah Horison yang berubah.


"Ada apa? Apa yang terjadi? tanya Anastasia yang kini menata Horison serius. Dia terlihat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Horison.


"Marina mantan kekasihku, yang tega menghianati cintaku kala itu. Sebelum aku mengenalmu masuk rumah sakit jiwa. Reihan bilang, Dia mendapat pelecehan. Berdasarkan informasi yang mereka lihat dari tayangan CCTV, Marina dipaksa melayani Lima orang laki-laki." Horison membuat Anastasia terkejut Sampai menutup mulutnya.


"iya, Horison pernah bercerita tentang seorang Marina mantan kekasih Horison, kepada Anastasia. Ia juga mengatakan kalau dirinya mabuk kala itu, dan sampai melakukan kesalahan terhadap Anastasia, karena ia menyaksikan penghianatan yang dilakukan Marina.Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Marina bergumul dengan pria lain, yang tak lain adalah Bos agency yang mengorbitkan dirinya menjadi seorang model papan atas.


"Kasihan sekali. Sungguh malang Marina. begitu tragis kisahnya."ucap Anastasia walaupun dirinya tidak kenal sama sekali dengan Marina, Ia hanya mengenal Marina dari layar kaca saja, seorang model yang terkenal di masanya sekitar satu tahun yang lalu.


Horison menganggukkan kepalanya. Horison pun tak menyangka kalau kisah mantan kekasihnya begitu tragis.


"Tengoklah, temui Dia mungkin saja kedatangan kamu bisa membuat dia sadar kembali."ujar Anastasia.


Horison merasa salut kepada Anastasia, begitu tulusnya Dia menyuruh Horison menemui Marina.


"Kamu yakin melakukan hal, itu? tanya Horison untuk memastikannya.


"Iya tentu saja! aku yakin kalau kamu tak akan menghianati aku. Dan menghianati Putra kita. Aku beri kepercayaan kepada kamu. Semoga saja kamu bisa menjaga kepercayaan aku."jelas Anastasia


Apa yang dilakukan Anastasia hanya sebatas kemanusiaan. Dia berharap Marina akan sadar kembali dan bisa menjalani kehidupan dengan normal.


"Apa kamu mau ikut bersamaku?"


"Tidak! kamu saja yang pergi. Yang dia butuhkan kamu. Nanti kalau aku ikut bersamamu, yang ada akan memperkeruh suasana. Marina akan semakin kecewa,"sahut Anastasia.


"Baiklah, jika seperti itu. Aku akan menemuinya semoga saja Marina segera sadar kembali,"ujar Horison dan Anastasia mengiyakan.


Di rumah sakit jiwa. Saat ini Marina sedang kedatangan dokter yang akan menangani kasus yang dialami.


"Jangan mendekat! pergi! aku mohon lepaskan aku! Tolong jangan siksa aku!"teriak Marina. Marina tampak ketakutan, wajahnya benar-benar pucat.


"Tenang! Saya minta kamu tenang dulu! saya tak akan menyakiti kamu. Perkenalkan saya dokter Richard. Saya adalah dokter yang akan menangani kasus kamu. Saya yakin kalau kamu akan segera sehat kembali. bersemangat lah untuk menjalani kehidupan. Jangan putus!"Richard mencoba menenangkan pasiennya.


"Kau tak perlu takut lagi! saya akan selalu ada untuk kamu!"ucapan Richard membuat Marina kini menatapnya. Seakan dia mengerti apa yang diucapkan oleh dokter Richard. padahal sebenarnya, Marina tak tahu apa yang diucapkan dokter Richard.


Hal yang tak terduga, Marina justru memeluk sang dokter, dan meluapkan perasaannya.


"Son, Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi! aku takut. Aku mencintai kamu."ucap Marina membuat dokter Richard terkejut mendengarnya.


"Son? siapa son? apa dia kekasihnya? atau mungkin suaminya?"dokter Richard bermonolog sendiri.


"Iya, aku tak akan pergi meninggalkan kamu!"kamu harus semangat ya untuk sehat!"sahut Richard dan Marina menganggukkan kepalanya.


Richard berusaha melepaskan pelukan Marina, dan kini kedua netra mereka saling bertemu. Sepersekian detik, Marina tampak mengerutkan keningnya. Hingga akhirnya berkata yang lain.


"Siapa kamu? pergi kamu! lepaskan aku! teriak Marina. Kondisi psikis Marina tidak stabil. Dia masih memiliki trauma. Seperti saat ini dokter Richard terpaksa menyuntikkan obat penenang ke tubuh Marina. Marina sempat mengamuk dan berteriak-teriak.


Akhirnya Marina tertidur pulas. Masih butuh waktu untuk menyembuhkan Marina kembali.


"Aku berangkat dulu ya, sayang. Sebenarnya aku malas pergi menemuinya, Lebih baik aku bermain bersama Putra kita satu harian."ucap Horison malas melihat kondisi Marina yang berada di rumah sakit jiwa.


"Sudahlah pergi sana! seperti tak ada waktu lain saja."gerutu Anastasia.


Anastasia langsung mendorong dorong tubuh Horison menyuruhnya untuk pergi. membuat Horison, Melihat sikap Anastasia yang baginya begitu menggemaskan. Dengan usulnya Horison langsung berbalik dan menangkup tubuh Anastasia.


Horison langsung menyerang Anastasia. secara tiba-tiba. Dia langsung mengecup bibir Anastasia dengan lembut, membuat Anastasia pun akhirnya terhanyut. Kecupan itu sangat mesra, lidah mereka saling bertautan di sana. Namun, tak lama. Karena Horison memilih menghentikannya. Karena mendengar suara deheman nyonya Tapasya.


"Nanti kita lanjut lagi, ya! aku berangkat dulu. aku merindukanmu .Tunggu Aku!"bisik Horison tepat di telinga Anastasia. Hembusan nafasnya Begitu terasa. Membuat tubuh Anastasia bergidik ngeri. Anastasia menganggukkan kepalanya malu-malu. Lalu Alex pun kembali mengecup wajah tampan putranya, yang masih setia bersama Anastasia.


Keduanya tampak bergandengan tangan mesra. Anastasia menghantarkan Horison sampai naik ke dalam mobil. Tak lupa Anastasia pun mencium tangan Horison. Anastasia berusaha untuk percaya kepada Horison. Dia yakin kalau Horison nggak akan mengecewakan dia.


Horison kini sudah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit jiwa, tempat Marina berada. Mobil yang membawa Horison Baru saja sampai di rumah sakit jiwa. Horison turun dengan didampingi oleh Reihan yang sudah lebih dulu tiba di sana. Reihan ikut masuk ke dalam karena ingin melihat kondisi Marina saat ini.


"Permisi, saya ingin melihat kondisi pasien atas nama Marina."ucap Reihan.


Horison langsung diarahkan menuju tempat Marina berada. Kebetulan dokter Richard saat itu masih ada. Sehingga dia bisa bertemu dengan Horison.


"Apa benar di sini ada pasien atas nama Marina?"tanya Raihan kepada dokter Richard. saat mereka bertemu.


"Iya benar. Apa Di Antara Kalian ada yang bernama son?"Tanya Dokter Richard yang kini menatap serius ke arah Horison dan juga Reihan secara bergantian.


"Saya, mungkin panggilan dari kata Horison. Memangnya ada apa?"tanya Horison penasaran.


Dokter Richard menjelaskan. kalau Marina pernah memanggil dirinya son, dan meminta son untuk tidak meninggalkan dirinya. Dia juga mengatakan kalau Marina begitu mencintai Son. Hal itu tentu saja membuat Horison merasa terenyuh.


Horison meminta sang dokter mengizinkan dirinya ke dalam. Pintu kamar Marina dibuka. Horison merasa Tak tega saat melihat wanita yang dulu begitu dia cintai, kini hanya terbaring lemah tak berdaya di ranjang. dengan kaki dan tangan terikat.


"Maafkan aku Mar, kamu yang telah memilih jalan hidup kamu."ucap Horison.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN