
Ketika Anastasia dan Bibi Narsih sudah tiba dirumah sakit, Dokter langsung menghampiri Anastasia yang sudah membuat janji kepada Anastasia sebelumnya.
"Hello...! sapa Dokter Eka, yang selama menangani Marcello putra dari Anastasia.
"Hallo juga dokter." sahut Anastasia menirukan suara khas anak kecil. Tampak Dokter Eka mengembangkan senyumnya. Lalu meraih tubuh Marcello memberikannya di atas branker yang berada di ruang itu.
"Saatnya kita imunisasi ya sayang, agar tubuh kamu sehat dan kuat kelak."ucap Dokter Eka seolah-olah Marcello mengetahui apa yang ia bicarakan. Ia Pun berusaha memainkan Marcello agar Marcello merasa dirinya tidak kesepian di sana. Hingga dokter pun menyuntikkan imunisasi ke tubuh Marcello.
Suara teriakan tangis dari Marcello pun terdengar jelas di telinga Anastasia. Membuat ia merasa tidak tega mendengar suara tangis putranya yang mendapatkan suntikan dari dokter Eka.
"Sudah tidak apa-apa. Sebentar saja sakitnya, Yang penting kamu sehat kelak." ucap Dokter Eka sambil mengusap-usap tubuh bayi kecil itu. Sedangkan Anastasia langsung meraih tubuh putranya kepelukannya. Ia pun tidak sanggup mendengar suara jeritan tangisnya.
Setelah Marcello selesai imunisasi, Anastasia berniat untuk segera kembali ke restoran miliknya. Ia melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan 11.20 itu artinya jam operasional restoran sudah dimulai
"Bi, kita harus segera pulang. Nanti para karyawan di restoran kewalahan. Karena ini waktunya makan siang." ucap Anastasia bergegas melangkah keluar dari rumah sakit setelah menyelesaikan administrasi imunisasi putranya.
Dari kejauhan, Horison memperhatikan Anastasia dan Bibi Narsih berjalan dengan terburu-buru. Membuat mereka pun penasaran. Ia pun menyempatkan diri untuk bertemu dengan Dokter Eka, untuk mempertanyakan perihal bayi yang baru imunisasi.
Horison juga bertanya kepada dokter Eka. golongan darah yang dimiliki oleh Marcello. Membuat Dokter Eka merasa bingung. Siapa sosok lelaki yang ingin mengetahui golongan darah bayi yang baru ia imunisasi, yang merupakan putra dari Anastasia.
"Tolong bantu saya dokter, Saya butuh kepastian ." ucap Horison kepada dokter Eka .
"Maksud Anda apa Tuan?
kita bisa bicara sebentar dokter? ucap Horison kepada dokter Eka.
"Saya hanya memiliki waktu singkat. Karena masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan, bicaralah yang jelas." ucap Dokter Eka meminta kepada horizon untuk segera duduk di depan meja kerjanya.
lalu Horison menceritakan apa yang sepatutnya ia beritahu kepada dokter Eka. membuat Dokter Eka pun terhenyak.
"Apa?
"Jadi anda menduga kalau putranya Anastasia itu merupakan Putra kandung anda? Tanya Dokter Eka penasaran
"Iya dokter, dengan kesalahan yang saya lakukan sekitar satu tahun yang lalu. Aku sudah sangat lama mencari keberadaan Anastasia. Di samping itu semenjak aku melakukan itu kepada Anastasia malam itu, Aku tidak memiliki gairah apapun terhadap wanita lain. Bahkan sama siapa saja aku hanya menginginkan Anastasia.
Entah apa yang membuatku seperti itu Dokter Tolong pahami aku" mohon Horison kepada dokter Eka.
Membuat Dokter Eka pun terdiam. Di satu sisi ia harus menutupi data-data pasiennya. Di satu sisi, Ia juga merasa tidak tega melihat Horison yang mengeluh kepadanya. Apalagi Horison mengatakan kalau dirinya ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan sekitar satu tahun yang lalu. Membuat Dokter Eka pun Iba terhadapnya.
"Nanti saya akan coba bicara dengan Anastasia, tapi dengan caraku sendiri. Agar Anastasia tidak curiga."ucap Dokter Eka kepada Horison yang mampu membuat Horison bernapas lega. Karena sepertinya Dokter Eka bersedia untuk membantu dirinya.
"Terima kasih Dokter, besar harapan saya dengan cara ini aku berhasil mengetahui siapa sosok Marcello yang sebenarnya." ucap Horison kepada dokter Eka.
Setelah selesai berbicara dengan Dokter Eka, Horison pun berlalu dari rumah sakit itu. Berniat untuk segera kembali. Ingin menghampiri Anastasia di restoran miliknya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, akhirnya Horison tiba di restoran milik Anastasia. Membuat Anastasia benar-benar Terhenyak melihat kehadiran sosok lelaki yang membuat hidupnya hancur berantakan seperti sekarang ini.
Anastasia meminta kepada karyawan seniornya untuk melayani Horison. Tapi sepertinya Horison ingin dilayani oleh Anastasia sendiri. Sehingga ia pun memohon kepada pelayan senior itu, agar yang meminta Erlita yang melayaninya sama seperti yang dilakukan oleh Pak Parlindungan sebelumnya.
Sebagai pimpinan dan juga pemilik restoran, Anastasia tidak dapat menolak permintaan konsumennya. Sehingga ia pun bersedia menemui Horison.
"Maaf Pak, Anda mau manggil saya? tanya Anastasia pura-pura Tidak mengenali sosok Horison.
"Oh iya, Anastasia. Saya ingin memesan menu makanan spesial yang ada di restoran ini."ucap Horison meladeni Anastasia yang pura-pura tidak mengenali dirinya. Horison juga melakukan hal yang sama pura-pura tidak mengetahui kejadian satu tahun yang lalu.
"Baik Pak, silakan menunggu saya akan menghidangkan menu spesial yang ada di restoran kami." ucap Anastasya berpamitan meninggalkan Horison di ruang VIP.
"Untung saja dia tidak mengenaliku. Hanya saja dia mengenaliku saat Pak parlindungan memperkenalkanku." gumam Anastasia merasa lega sambil berlalu masuk ke dapur untuk membuat menu makanan spesial seperti pesanan Horison.
Sembari menunggu menu pesanan Horison, Ia pun sibuk dengan iPad yang ia miliki memantau perkembangan perusahaan miliknya yang ada di kantor pusat Jakarta. Sesekali Ia juga memantau perusahaan miliknya yang bercabang di kota Medan, yang saat ini bekerja sama dengan perusahaan milik Pak parlindungan.
"Ada untungnya juga aku bekerja sama dengan Pak parlindungan. Di samping aku meraup keuntungan yang lumayan besar, aku bisa bertemu dengan wanita yang selama ini aku cari. Aku akan memenangkan hatimu dengan caraku sendiri." gumam Horison dalam hati sembari ia memandangi potret Anastasia yang berada di layar ponselnya.
"Ya sebelumnya saat Pak parlindungan memperkenalkan Anastasia kepadanya, Horison mengambil foto Anastasia diam-diam tanpa diketahui siapapun. Ia mengambil foto Anastasia diam-diam, agar dia suatu saat dapat memanfaatkan foto itu, jika Anastasia kembali melarikan diri lagi. Sebelum mereka menemukan titik terang tentang masalah yang mereka lalui sekitar satu tahun yang lalu.
Saat Horison sibuk dengan iPad dan ponsel miliknya, Terlihat Anastasia datang menghampiri meja yang ditempati Horison menghidangkan menu makanan spesial yang ada di restoran miliknya. Tampak Horison mengembangkan senyumnya ia menatap Anastasia dalam-dalam.
"Sepertinya kalau saya makan sendiri, selera saya berkurang. Bagaimana Nona, jika Nona bersedia menemani saya makan siang bersama dengan anda." ucap Horison berharap Anastasia tidak menolak permohonannya.
"Maaf pak, Tapi saya tidak bisa menemani Bapak makan siang di sini. Karena masih ada pekerjaan penting yang harus aku kerjakan." ucap wanita itu kepada horizon.
Horison tidak dapat memaksakan kehendaknya. Sehingga ia pun menganggukkan kepala. Anastasia sebenarnya merasa sudah tidak nyaman dengan adanya Horison di sana.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN