CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 1. CEO I LOVE YOU S2.



Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Putra pertama dari pasangan Horison dan Anastasia sudah masuk ke universitas ternama di ibukota. Sedangkan putri keduanya, sudah duduk di bangku SMA.


"Marcel!!! Teriak Anastasia untuk membangunkan putranya yang memiliki kebiasaan telat bangun. Sehingga suara Anastasia setiap pagi menggelegar membangunkan putranya.


"Apaan sih Ma? Berisik amat!" gerutu Marcello saat dia mulai mengumpulkan kesadarannya setelah mendengar suara teriakan sang Mama.


"Apa sih! apa sih! Lihat tuh jam, sudah jam berapa Marcel!?" ucap Anastasia dengan nada meninggi, karna kesal melihat putranya yang tak pernah berubah, padahal sudah duduk di bangku kuliah.


Marcello terlonjak ketika melihat jarum jam yang ada di dinding kamarnya. "Astagfirullah, sudah jam 07.00 Ma? ini bener nggak Ma?"tanya Marcelo keheranan karena dirinya hari ini pertama sekali menginjakkan kaki di universitas.


Marcello panik. Dia langsung berlari ke kamar mandi, dengan secepat kilat dia menyelesaikan ritual mandinya. Sementara Anastasia, mempersiapkan segala perlengkapannya. Berharap Marcello tidak telat masuk kampus hari ini.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Marcello memakai pakaian yang sudah dipersiapkan oleh Anastasia. Kemudian dia melihat penampilannya di depan cermin yang ada di kamarnya.


"Sudah tampan."gumamnya dalam hati lalu lalu dia keluar menuruni anak tangga bersiap untuk sarapan pagi.


"Pagi Pa, Pagi Ma."sapa Marcello sambil langsung duduk di samping adik perempuannya.


"Pagi, sayang." sahut Anastasia sambil mengembangkan senyumnya menatap penampilan putranya yang terlihat begitu tampan, sama seperti Horison.


"Kamu ini, sudah dewasa dan duduk di bangku kuliah. Seharusnya kamu lebih mandiri, bolehlah diubah sedikit demi sedikit kebiasaan buruk mu itu yang selalu membuat Mama kamu itu harus berteriak setiap pagi untuk membangunkan mu." ucap Horison kepada putranya yang baru saja menyantap sarapan paginya.


"Itu sudah hal biasa kalau untuk Mama, Pa" sahut Marcello tanpa rasa bersalah.


"Kamu ini sudah besar, tidak selamanya Mama kamu berada di sisimu. Bagaimana nanti jika kamu sudah menikah? Papa saja enggak seperti itu sama mama kamu, yang sudah jelas-jelas istri papa."omel Horison kepada putranya.


Marcello yang tidak mau berdebat dengan papanya, akhirnya menganggukkan kepalanya. "Iya, Pa." sahut nya singkat, lalu dia menyudahi sarapan paginya.


"Ma, Pa, boleh nggak Lia tidak perlu Papa antar ke sekolah?" tanya Lia kepada kedua orang tuanya.


"Memangnya kenapa sayang?


"Lia sudah gede Ma, masa diantar papa terus. Lia sering diledekin teman-teman dikatain anak papi dan anak mami." keluh Lia kepada kedua orang tuanya.


"Loh, kan memang, kamu Putri mami dan papi." sahut Anastasia.


"Iya Ma. Tapi nggak gini juga, berikan sedikit kebebasan untuk Lia Ma."


"Kebebasan macam Apa maksudmu sayang?"Kini Horison yang angkat bicara.


"Lia bisa pergi sendiri ke sekolah Pa, naik motor kek, atau naik taksi."


"TIDAK! Papa tidak akan membiarkan kamu pergi ke sekolah naik motor atau naik taksi. kalau kamu memang tidak mau Papa antar, Oke nanti akan Papa carikan supir pribadi untuk menghantarkan kamu kemanapun yang kamu mau. Asalkan itu baik untuk kamu." tegas Horison kepada putrinya. Seolah dirinya tidak mau dibantah oleh putrinya maupun istrinya.


Lia terdiam dan tidak mau membantah. Lia gadis cantik yang tidak pernah membangkang kedua orang tuanya. Dia selalu menghargai dan patuh kepada kedua orang tuanya.


"Ini sudah hampir jam 07.30, Ayo kita berangkat!"ujar Horison yang langsung dibalas anggukan dari Lia.


"Ma, Sesilia pamit dulu ya." pamit Lia sambil mencium punggung tangan Anastasia.


Horison dan Lia berjalan memasuki mobil. Anastasia menghantarkan keduanya sampai ke teras rumah. Sudah menjadi tradisi Horison dengan Anastasia, jika suaminya pergi dia harus terlebih dahulu memeluk dan mencium istrinya. Begitu juga sebaliknya. keharmonisan kedua orang tuanya membuat Lia benar-benar bangga. Walaupun terkadang dia mendengar desas-desus tentang masa lalu kedua orang tuanya. Termasuk saat lahirnya sang Kakak tersayang.


Bersambung...