
Sekitar Sepuluh menit kemudian setelah sambungan telepon seluler dari Horison terputus. Horison benar-benar sudah tiba di sebuah restoran di mana Anastasia dan Baby Marcello berada. Tampak Horison dan dua orang anak buahnya celingukan mencari keberadaan Anastasia.
Dan akhirnya netranya melihat sosok Anastasia yang sedang asyik ngobrol dengan Bibi Narsih. Horison berjalan tanpa memperhatikan siapa-siapa saja yang berada di dalam restoran. Yang pasti tujuannya hanya ingin bertemu dengan calon istri dan putranya.
"Hai sayang...." sapa Horison sambil langsung memberi kecupan hangat di wajah cantik Anastasia. Tak lupa Ia juga memberikan kecupan di wajah tampan putranya yang begitu ia rindukan dan menggemaskan.
"Cepat bangat sampainya?"
"Ngapain lama lama, kan jalannya langsung di blokir, kalau suami kamu ini lewat." ucap Horison menyombongkan diri.
"Hummm jiwa angkuhnya sudah kambuh lagi"
Iya, memang setelah memutuskan sambungan telepon selulernya dengan Anastasia, Horison langsung meminta anak buahnya, untuk menghubungi dinas terkait, kalau dirinya akan melewati jalanan menuju Mall milik Horison sendiri.
Sehingga anak buahnya langsung menghubungi dinas terkait agar, menutup akses jalan menuju Mall untuk umum sebelum mobil Horison melintasi daerah tersebut. Hingga sesuai dengan janji Horison dalam tempo sepuluh menit Horison tiba di Horison Mall.
Terlihat Horison tertawa bahagia bercanda ria. Hingga sepasang mata memperhatikan mereka.
"Eh jeng, lihat tuh. Bukan kah itu Horison putra kamu?" tanya Nyonya Alena kepada Nyonya Nadine sambil menunjukkan kearah Horison.
Nyonya Nadine memperhatikan seseorang yang ditunjuk oleh Nyonya Alena. Ia pun memperhatikan Horison yang tampak tertawa lepas saat bercandaria dengan seorang wanita yang ada di hadapannya. Yang pasti tidak melihat siapa wanita itu.
Padahal sebelumnya Nyonya Nadine kenal dekat dengan Anastasia. Tapi karena Anastasia membelakangi ke arah Nyonya Nadin, sehingga Nyonya Nadine semakin penasaran siapa sosok wanita yang bersama putranya. Yang mampu membuat putranya tertawa lepas. Sudah sangat lama Nyonya Nadine tidak melihat suara tawa lepas dari putranya,semenjak penghianatan yang dilakukan oleh Marina terhadapnya..Tapi entah mengapa sepertinya raut wajah putranya sangat bahagia untuk saat ini.
"Biarkan saja jeng, nanti saya bisa tanyakan langsung kepada Horison. Nggak enak kan mengganggu acara mereka. Bisa-bisa Mood Putra saya nanti hilang begitu saja. Aku ingin melihat kebahagiaan canda tawa di wajah Putraku yang sudah sangat lama tidak aku lihat."ucap Nyonya Nadine yang begitu bahagia memperhatikan interaksi Horison dengan wanita yang ada di hadapannya.
Nyonya Nadine berpamitan untuk pulang terlebih dahulu kepada teman-teman seperkumpulannya. Mengingat pesan dari suaminya Tuan Airos kalau dirinya tidak boleh terlalu lama pulang karena kondisi kesehatannya belum pulih total.
Sehingga Tuan Airos sangat mengkhawatirkan Nyonya Nadine. Hingga saat Tuan Airos mengirimkan pesan Whatsapp untuk nyonya Nadine agar segera kembali, langsung berpamitan kepada teman-temannya dan memilih untuk membiarkan Horison asyik dengan wanita yang ada di hadapannya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih Dua puluh menit, akhirnya Nyonya Nadine tiba di rumah. Ia pun berjalan ketika ia turun dari mobil yang ia tumpangi. Tuan Airos memperhatikan raut wajah istrinya yang tampak senyum-senyum. Membuat Tuan Airos mengerutkan keningnya.
Tuan Airos menghampiri istrinya. "Ada apa Sayang? Sepertinya kamu bahagia sekali setelah pulang dari perkumpulan." ucap Tuan Airos kepada istrinya. Karena penasaran melihat istrinya senyum-senyum sendiri setelah kembali dari perkumpulan.
"Kita lihat saja nanti nanti, Mama akan jelaskan setelah ada Horison di sini" sahutnya sambil tertawa cengengesan lalu masuk ke dalam kamar berniat untuk mengganti pakaiannya. Sementara Tuan Horison hanya menggelengkan kepalanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN