
Dokter Richard mengepal tangannya. Mendengar istrinya di ancam oleh seseorang. Ia sudah mengetahui, kalau yang mengancam Marina pastilah Tuan Thomson dan nyonya Carlina. Karena ia sangat mengetahui sikap dan watak sang paman.
Yang tidak ingin melepas begitu saja harta kekayaan milik keluarga dokter Richard yang selama ini mereka kuasai.
"Sampai kapanpun, Aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti orang-orang yang aku cintai dan aku sayangi. Sudah cukup penderitaan yang kalian ciptakan di keluargaku, hingga kehidupan kami menderita kala itu.
Terakhir penyelidikan yang dilakukan oleh dokter Richard, kalau yang melecehkan adik perempuannya ternyata suruhan dari sang paman. Yang membuat adik perempuan dokter Richard merenggang nyawa karena bunuh diri, Ia merasa malu telah mendapatkan pelecehan dari beberapa orang laki-laki hingga Ia pun hamil dan akhirnya menjadi depresi.
"Tidak cukup kah, mereka membuatku dan keluargaku menderita selama ini? ah sungguh kalian manusia serakah, memiliki seorang Paman tapi tidak mencerminkan seorang paman yang memiliki keponakan. bahkan paman sendiri menginginkan penderitaan ponakannya sendiri."
"Aku akan tetap, memperjuangkan semua hak keluargaku dan melindungi istri dan anakku."gumam dokter Richard dalam hati. Dokter Richard berlalu dari rumah sakit berniat ingin segera kembali ke rumah.
Dokter Richard mengendarai mobil miliknya meninggalkan rumah sakit. Setelah ia melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter psikiater. Terkadang dokter Richard merasa miris, melihat orang-orang yang dirawat di rumah sakit miliknya.
Pasti ada beban yang dipikul oleh orang-orang yang mengalami depresi, atau masalah yang tidak dapat mereka pecahkan sendiri, ada juga mengalami depresi karena ditinggal oleh orang yang ia cintai.
Hal inilah yang membuat Dokter Richard langsung menangani pasien-pasiennya sendiri. Walaupun dirinya pemilik Rumah Sakit itu. Ia berusaha semaksimal mungkin, untuk dapat membuat orang-orang yang dirawat di rumah sakit jiwa miliknya pulih kembali.
Tapi untuk memulihkan orang-orang yang memiliki gangguan jiwa, tentunya itu tidak mudah bagi dokter Richard. Banyak tantangan yang ia hadapi, tidak hanya dari pasien, Bahkan dari orang-orang luar saja yang selalu menganggap dokter Richard manusia bodoh. Memilih menjadi dokter ahli jiwa dibandingkan dokter lain.
Setelah memastikan semua tugasnya, ia selesaikan dengan baik, dokter Richard berlalu meninggalkan rumah sakit.
Dan setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit, membelah jalanan ibukota, kini saatnya mobil dokter Richard memasuki kawasan perumahan elit, yang mana salah satu rumah elit yang ada di kompleks itu, merupakan milik dokter Richard sendiri.
Dokter Richard memarkirkan mobil miliknya Setelah tiba di pekarangan rumah yang ditempatinya, bersama Marina dan buah hatinya baby Charles. Semenjak mereka pindah dari apartemen sederhana itu.
Marina yang baru saja mendengar suara mobil suaminya, Marina bangkit dari tempat duduknya sembari menggendong baby Carles guna menyambut sang suami tercinta.
Dokter Richard berniat membuka pintu utama, tapi sudah lebih dulu Marina yang membukakan pintu untuk suaminya. "Sayang kamu sudah pulang? tanya Marina sembari memberi salam kepada suaminya."lalu dokter Richard memberikan kecupan hangat di kening istrinya.
"Sayang Papa pulang." ucap Marina memberitahu kepada putranya baby Carles. Dokter Richard mengembangkan senyumnya, lalu berniat meraih tubuh putranya baby Charles. Tapi langsung ditepis oleh Marina. Ia tidak ingin dokter Richard memegang putranya sebelum membersihkan diri terlebih dahulu. Satu harian penuh beraktivitas di rumah sakit, membuat Marina khawatir kalau tubuh suaminya belum bersih.
"loh Sayang, Kok tangan aku ditepis? mau gendong Putra, kita?
"Ya sudah deh, Papa mandi dulu, Papa sudah merindukan kamu sayang. Tapi mama kamu nggak mengijinkan papa buat gendong kamu, karena Papa belum mandi" Papa mandi dulu ya sayang, bye...." ucap dokter Richard sambil melambaikan tangannya berlari naik ke atas berniat untuk membersihkan diri. Ia sangat merindukan Putra yang sangat Ia sayangi. sehingga buru-buru dokter Richard melakukan ritual mandinya.
Sementara di tempat lain, terlihat Alexa sedang berada di sebuah Mall ternama, Horison Mall. Ia melihat Tuan Thomson bertemu dengan seseorang, yang sama sekali Alexa tidak mengenalnya. Alexa menaruh curiga kepada tuan Thomson, sehingga Alexa diam-diam duduk di belakang mereka yang ada di salah satu restoran di mall itu.
Alexa berusaha Mendengar pembicaraan Tuan Thomson dengan seorang wanita dan laki-laki yang berhadapan dengan Tuan Thomson. Dan alangkah terkejutnya, Alexa mendengarkan rencana Tuan Thomson dan Nyonya Carlina yang ingin menculik Marina dan baby Carles, anak dari kakak kandungnya sendiri. Tapi entah setan apa yang merasuki Tuan Thomson, sehingga Ia memiliki rencana jahat itu.
Alexa berusaha merekam pembicaraan mereka, berharap Alexa memiliki bukti untuk dikirimkan langsung kepada dokter Richard agar dokter Richard memperketat penjagaan untuk Marina dan putranya baby Carles,
Sudah cukup kesalahan yang mereka lakukan telah menjauhi dokter Richard selama ini, atas hasutan Tuan Thomson. Tapi untuk saat ini, Alexa benar-benar tidak ingin melakukan kesalahan yang sama lagi seperti di masa lalu.
Sama halnya Christopher juga melakukan hal yang sama, Ia berusaha memperbaiki hubungan mereka dengan dokter Richard yang selama ini merenggang. Alexa menutup kepala dan memakai kacamata hitam miliknya, agar Tuan Thomson Tidak mengenali dirinya sambil merekam pembicaraan Tuan Thomson, Nyonya Karlina, beserta sepasang pria dan wanita yang ada di hadapan mereka.
"Ya Tuhan, ternyata Paman Thomson begitu sadis. Aku tidak menyangka ternyata harta kekayaan miliknya selama ini milik Carlos Antonio, Aku mengira Paman Thomson baik selama ini, tapi nyatanya Ia benar-benar orang yang tidak memiliki perikemanusiaan. Bahkan dia tidak mengacuhkan kakaknya sendiri.
" Semoga saja rencana Paman Thomson tidak berhasil." gumamnya dalam hati sembari langsung mengirimkan rekaman pembicaraan Tuan Thomson kepada Christopher. Berharap Christopher dapat membantu dirinya mencari solusi apa yang akan mereka lakukan kelak untuk menghalangi rencana busuk sang paman.
Christopher yang mendapatkan kiriman rekaman suara dan video itu pun menggelengkan kepala. Dia tidak menyangka orang yang ia hormati selama ini begitu tega menghancurkan Kakak dan Putra kakaknya sendiri. Ia Pun meminta kepada Alexa untuk tetap terus memantau rencana apa yang akan mereka lakukan nanti.
Setelah mengirimkan rekam suara itu kepada Christopher, Ia Pun mengirimkan video rekaman itu kepada dokter Richard berharap dokter dapat mengantisipasinya sebelum itu terjadi.
Dokter Richard yang mendapatkan rekaman video itu, pun mengeraskan rahangnya. Bukti sudah ia pegang, itu artinya tidak menutup kemungkinan dokter Richard akan lebih mudah untuk menghancurkan Tuan Thomson dan nyonya carlina.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN