CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 25.HARUS KEMBALI



Hari ini Horison memilih untuk tetap di sana bersama Anastasia. Ia tidak ingin kembali ke kota, sebelum Anastasia bersedia mengikuti dirinya kembali ke kota Jakarta. Horison tidak ingin membiarkan Anastasia membesarkan putranya baby Marcello seorang diri. Ia ingin bertanggung jawab penuh di kehidupan Anastasia dan juga baby Marcello.


Tiba-tiba suara dengan ponsel milik Anastasia terdengar jelas diterimanya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi diri nomor ponsel salah satu pegawai kepercayaannya yang ada di kota Pematangsiantar.


Anastasia mengerutkan keningnya. Ia khawatir kalau di restoran miliknya ada masalah. Anastasia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada pegawai kepercayaannya, yang kebetulan bernama Nuri.


"Hello ada apa Nuri menghubungiku pagi-pagi seperti ini? tanya Anastasia di dalam sambungan telepon selulernya.


"Maaf Bu, sepertinya ibu harus datang sekarang juga ke resto. Soalnya ada klien penting mereka ingin memesan menu makanan dari resto kita, untuk acara pesta besar pemerintahan. Ini sebuah kesempatan untuk kita, Agar resto kita ramai dan lebih mengenal resto milik kita." ucap ucap Nuri menggebu-gebu.


Anastasia mengembangkan senyumnya,


"Apa kamu tidak bisa loby sendiri?


"Maaf bu, tapi mereka ingin langsung berbicara kepada ibu, mereka tidak ingin diwakilkan oleh saya. Mereka ingin langsung berbicara kepada pemilik resto." ucap Nuri berharap Anastasia akan segera datang ke resto.


"Siapa non? tanya Bibi Narsih sambil menghampiri Anastasia.


"Nuri memintaku untuk segera datang ke resto. Katanya ada klien yang ingin memesan menu makanan dari resto kita, dengan jumlah yang besar, kita diminta untuk menyediakan menu makanan untuk acara pemerintahan.


"Sepertinya Nuri memang membutuhkanku di sana sekarang. Karena klien itu memintaku untuk segera menemui mereka. Aku juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, mungkin dengan pesanan untuk acara pemerintahan ini, kemungkin besar bisa saja resto kita yang ada di Pematangsiantar, semakin dikenal banyak orang." ucap Anastasia kepada Bibi Narsih yang dibalas anggukan dari Bibi Narsih.


"Kalau begitu, kita harus segera bersiap berangkat ke Pematangsiantar. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini." ucap Bibi Narsih kepada Anastasia. Anastasia melirik ke arah Horison, yang dari tadi pura-pura tidak Mendengar pembicaraan Bibi Narsih dan juga Anastasia.


Kini baby Marcello tampaknya lebih nyaman berada di pangkuan Horison, dibandingkan dibaringkan di atas tempat tidur yang selama ini ditempati Marcello selama berada di rumah sederhana milik Bibi Narsih.


"Aku harus kembali ke pematang Siantar, resto membutuhkanku, sekarang." ucap Anastasia kepada Horison yang masih santai duduk bersama baby Marcello.


Horison langsung menghubungi anak buahnya agar segera datang menjemput mereka, ya, kebetulan saat itu anak buah Horison sudah menuju ke desa di mana Anastasia dan Horison berada.


"Mobil Nona sepertinya tidak bisa kita gunakan hari ini, karena Nona memberikannya dipinjam oleh tetangga sebelah rumah." ucap Bibi narsih memberitahu. Membuat Anastasia menepuk jidatnya.


Anastasia lupa, kalau mobil miliknya ia pinjamkan kepada tetangga, yang kebetulan tetangga Rumah Bibi Narsih Sakit malam itu. dan harus segera dilarikan ke rumah sakit, yang berada di kota. Karena Anastasia merasa kasihan tidak ada mobil atau kendaraan yang akan membawakan tetangga Bibi Narsih ke rumah sakit, sehingga Anastasia menawarkan mobil miliknya untuk mereka gunakan.


"Sudah tidak apa-apa, kalian Tenang saja. Kita harus segera berangkat sekarang. Nanti, Kliennya merasa bosan menunggu." ucap Horison karena melihat mobil miliknya sudah tiba di pekarangan rumah sederhana milik Bibi Narsih.


"Kita naik mobilku aja, nanti hubungi saja yang meminjam mobil kamu itu, agar menghantarkannya langsung ke resto. Apalagi rumah sakit di mana tetangga Bibi Narsih dirawat saat ini, di kota Pematangsiantar juga, kan?" ucap Horison memberitahu idenya.


Anastasia tidak memiliki pilihan lain, selain ide yang diberikan Horison. Anak buah Horison langsung menaikkan coper milik Anastasia masuk ke dalam bagasi mobil Alphard milik Horison. Lalu diikuti Anastasia dan Horison yang menggendong baby Marcello duduk di bangku penumpang. Sementara Bibi Narsih duduk di bangku belakang. Anak buah Horison duduk di bangku kemudi dan di samping kemudi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN