CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 55. TAK KUNJUNG HAMIL



Dokter Richard dan Marina beranjak turun dan mengambil pakaian mereka dari lemari. Kemudian memakainya. Kini keduanya sudah di meja makan. Marina menyiapkan makanan untuk suaminya.


"Terima kasih sayang,"ucap dokter Richard sambil mengambil piring berisi makanan dari sang istri.


Dokter Richard langsung mencicipi masakan istrinya. Marina tampak serius menatap suaminya. Dia ingin melihat reaksi suaminya, saat makan masakan dia.


"Emm, masakan kamu enak. Aku suka, bisa nilai delapan untuk seorang pemula. Sudah enak hanya tinggal dilatih untuk perpaduan bumbu saja. Aku yakin lama kelamaan kamu pasti akan semakin pintar. Jika sering berlatih. aku acungkan jempol untuk kamu. Aku bangga sama kamu.


Terima kasih sudah hadir di hidup aku, dan memberikan kebahagiaan untuk aku. I love you my wife. Semoga kita akan selalu saling mencintai." ucap dokter Richard. Doa dan harapan yang sama untuk Marina. Dia pun merasakan hal yang sama seperti suaminya, meskipun hanya sebuah kesederhanaan.


"Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk duduk bersantai sambil menikmati tayangan televisi.


"Apa kamu mau teh? tanya Marina kepada suaminya


"Ya boleh. terima kasih,"sahut dokter Richard.


Marina langsung membuat teh manis hangat untuk dirinya dan juga suaminya. Kemudian membawanya dan meletakkan di meja di dekat mereka duduk.


"Weekend ini aku ingin mengajak kamu jalan-jalan. Agar kamu tak merasa jenuh berada di apartemen terus,"ucapkan itu saja membuat Marina merasa senang.


****


Kenapa aku belum juga hamil ya? apa Tuhan tidak mempercayai aku menjadi seorang ibu? padahal aku sudah sangat menginginkannya,"ucap Marina lirih.


Dokter Richard langsung memeluk tubuh sang istri. Mencoba menenangkan Marina. Marina mulai merasa panik karena sampai saat ini dia belum juga ada tanda-tanda kalau dirinya sedang hamil. Padahal usia pernikahan mereka baru tiga bulan. Marina takut kalau Tuhan menghukumnya. Karena dia dulu menunda memiliki seorang anak.


"Aku yakin suatu saat nanti Tuhan pasti akan memberikan kesempatan pada kita untuk menjadi orang tua. Mungkin saat ini Tuhan masih memberikan kesempatan kita untuk menikmati waktu berdua. Sabar ya Sayang! Aku yakin semua akan indah pada waktunya."ucap dokter Richard sambil mengusap punggung sang istri.


"Mungkin kita disuruh lebih kerja keras lagi untuk membuatnya. Bagaimana kalau kita membuatnya lagi malam ini?"goda dokter Richard memainkan alisnya. Marina mengganggu kepalanya dengan malu-malu.


"Hingga malam ini terjalinlah pergulatan panas mereka. Dokter Richard mulai melucu di pakaian yang dikenakan istrinya. Membuat tulisan istri terlihat polos. Setelah itu dia pun melakukan hal yang sama. Keduanya kini sudah sama-sama polos.


Mereka berusaha kembali, berharap percintaan mereka malam ini akan membuahkan hasil. Seperti malam-malam sebelumnya, dokter Richard semangat. Terlebih dia yang baru-baru ini merasakan nikmatnya bercinta. Apalagi dia dihadapkan dengan partner yang berpengalaman.


Dokter Richard tampak mempercepat permainannya membuat sang istri mendesah, dan mendapatkan pelepasan. Meskipun Dokter Richard terbilang masih baru. Namun, dia berhasil membuat Marina menjerit di bawah kungkungannya. Dokter Richard mampu memberikan kepuasan untuknya.


"Terima kasih ya sayang! semoga kelak buah hati kita akan segera hadir di rahim kamu,"ucap dokter Richard sambil melabuhkan kecupan di pojok kepala sang istri. Kemudian beralih ke perut sang istri, dokter Richard memberikan kecupan sangat sayang di perut Marina. Tangannya sambil mengusap lembut perut Marina.


Richard beranjak turun dari ranjang. Kemudian menggendong istri ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa percintaan mereka. Setelah itu dokter Richard menjelang sang istri kembali membawanya ke ranjang.


Richard langsung turun kembali dari ranjang dan berjalan mengambil minum untuk sang istri.


"Minumlah dulu Sayang!"ujar do kerja Richard kepada sang istri sambil memberikan satu gelas berisi air mineral. Marina langsung meneguknya hingga habis. Setelah itu dia beranjak turun untuk meletakkan kembali gelas itu.


"Ayo kita tidur sayang! ini sudah malam! kamu harus beristirahat dan akun besok harus bekerja."ucap dokter Richard dan Marina menganggukkan kepalanya. Dia pun sudah mulai mengantuk.


"Selamat tidur istriku yang cantik Semoga besok ada kabar baik untuk kita. I love you ucap dokter Richard sambil melabuhkan kecupan di pucuk kepala Marina.


Richard langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Dia juga tampak memeluk tubuh sang istri? perlahan mata mereka meredup hingga akhirnya mereka memejamkan matanya.


****


Semua tamu undangan telah meninggalkan gedung pesta, termasuk sepasang suami istri yang telah meresmikan hubungan mereka di depan umum.


Hari ini, Horison dan Anastasia merasa menjadi orang paling bahagia, mereka tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya.


Horison membawa istrinya menuju kamar hotel yang telah dipesan secara khusus.


Senyum Anastasia kembali mengembang, ketika keduanya telah berada di dalam kamar dengan dekorasi khas kamar pengantin baru.


Baby Marcello merasa nyaman dengan bibi Narsih dan juga Nyonya Nadine begitu juga nyonya tapasya. Dia memang benar-benar memahami situasi. Mulai acara akad nikah pernikahan dan sampai resepsi hingga malam ini Baby Marcello sama sekali tidak rewel. Ia menikmati susu formula dan bubur tim yang sudah diberikan oleh baby Narsih.


Taburan bunga mawar di atas kasur King size seolah menjadi sesuatu yang tidak boleh terlewatkan untuk tempat tidur pengantin baru.


Anastasia menetap kagum ke seluruh penjuru kamar yang terlihat mewah, ia tak menyangka ternyata suaminya benar-benar menyiapkan segalanya.


"Aku punya hadiah untukmu Sayang."Horison menyodorkan sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas kado berwarna pink.


"Hadiah apa sayang? Anastasia mengambil kotak itu dengan mata berbinar.


"Buka saja! titah Horison dengan bibir yang tersenyum tipis.


Anastasia segera membuka kado itu dengan tak sabar.


Matanya membulat ketika melihat isi dari kotak tersebut.


"Ini apa sayang? Anastasia mengambil isi kado itu dan mengangkatnya.


Sebuah lingerie berwarna merah menyala. Anastasia menatap ngeri ke arah kain tipis itu.


"Pakaian apa ini sudah seperti saringan kelapa." ucap Anastasia sambil menggelengkan kepalanya.


Selama ini Anastasia tidak pernah mengenakan pakaian seperti itu. membayangkannya saja ia tidak sanggup.


"Pakai ya, sayang." minta Horison dengan tatapan lembut.


"Hah? pakai? Aku pakai yang beginian? astaga sayang ini sama saja aku tak menggunakan pakaian. Anastasia menyerahkan lingerie itu, ke pangkuan suaminya.


"Jangan begitu sayang, ini mama yang milih loh. Apa kamu ingin membuat Mama kecewa?" ucap Horison yang mampu membuat Anastasia langsung terdiam. Tak dapat berkutik lagi, ia tidak ingin Nyonya Nadine kecewa terhadapnya. Karena tidak bersedia memakai lingerie pilihan Nyonya Nadine yang sekarang ini sudah sah menjadi Ibu mertuanya.


Mau tidak mau Anastasia akhirnya menggunakan lingerie tipis itu bak saringan kelapa menurut Anastasia. Saat Anastasia sudah selesai melakukan ritual mandinya, ia keluar dengan menggunakan lingerie itu sambil mengeringkan rambutnya. Membuat Horison susah payah menelan silvanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN