CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 75. MERINDUKAN BABY MARCELLO



Tuan Jose Geraldine pamit pulang. Seperti biasanya, ia selalu menitipkan restoran kepada Miska, sang keponakan yang dapat di percaya oleh Tuan Geraldine. Karna Ia ingin sekali menemui cucu kesayangannya Baby Marcello dan putrinya . Tuan Geraldin sudah sangat merindukan sosok cucunya yang sudah merebut perhatiannya belakangan ini. Tuan Geraldin menghubungi istrinya nyonya Tapasya kembali, agar segera bersiap siap untuk pergi ke rumah utama keluarga Airos.


"Tut.....


"Tut....


"Tut....


Tuan Geraldin menghubungi istrinya dengan menggunakan sambungan telepon selulernya. Kemudian nyonya Tapasya yang melihat dilayar ponselnya suaminya memanggil, langsung menekan tombol hijau yang ada di ponselnya.


"Hello Pa......" jawab nyonya Tapasya dengan nada selembut mungkin


" Iya Ma......Mama siap siap, ya! sebentar lagi Papa jemput." Ucap Tuan Geraldin kepada istrinya.


"Loh kan Mama sudah bilang tadi lewat telpon, kok di bilang lagi sih, Mama belum pikun suami sayang...." Ucap nyonya Tapasya, membuat Tuan Geraldine semakin gemas mendengar suara istrinya. Ia ingin sekali cepat cepat tiba dirumah melihat istrinya yang sudah menggodanya di sambungan telepon selulernya.


"Awas ya Ma.....Mama berani godain Papa, karna lagi berjauhan begini, lihat saja nanti kalau Papa sudah tiba dirumah. Pasti Papa akan melahap Mama habis habisan. Goda Tuan Geraldine didalam sambungan telepon selulernya.


Hal itu membuat Nyonya Tapasya bergidik ngeri. "Aduh gimana ini? bisa bisa aku dilahap habis habisan nih sama Suamiku, apalagi Papa kan, lagi puber ketiga." gumam nyonya Tapasya sambil langsung masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri.


Nyonya Tapasya, sengaja cepat cepat melakukan ritual mandinya agar suaminya Tuan Geraldine tidak jahil terhadapnya. Tetapi sebelum nyonya Tapasya Siap melakukan ritual mandinya, Tuan Geraldine sudah tiba dirumah dan langsung masuk kedalam kamar.


Tetapi Tuan Geraldine tidak menemukan sosok istrinya disana. Tuan Geraldine mendengar suara percikan air dari kamar mandi. Pertanda nyonya Tapasya sedang membersihkan diri.


Sehingga Tuan Geraldine berniat untuk menjahili istrinya. Tuan Geraldin langsung membuka seluruh pakaian yang ada di tubuhnya dan menutupnya memakai selimut yang ada ditempat tidur.


Tuan Geraldin berpura pura tidur. Sedangkan nyonya Tapasya yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil yang dililitkan ditubuhnya, langsung menuju lemari guna untuk memakai pakaiannya.


Tetapi sebelum nyonya Tapasya mengambil pakaiannya yang ada di lemari, tangan Tuan Geraldine langsung menarik nyonya Tapasya hingga nyonya Tapasya terjatuh dan menimpa Tuan Geraldine membuat adik kecil Tuan Geraldine langsung lancang depan.


"Loh, Papa kapan sampainya? tanya Nyonya Tapasya sambil berusaha menghindar dari suaminya.


Tetapi tenaga nyonya Tapasya kalah kuat dengan tenaga Tuan Geraldine. Hingga nyonya Tapasya pasrah apa yang akan dilakukan suaminya terhadapnya.


"Sayang ....., kamu begitu menggemaskan."ucap Tuan Geraldine berbisik ditelinga nyonya Tapasya sambil langsung mengecup bibir manis istrinya.


Nyonya Tapasya tidak munafik ia juga merindukan hal hal seperti yang dilakukan suaminya terhadapnya. Nyonya Tapasya merespon kecupan dari Tuan Geraldine membuat Tuan Geraldine semakin gemas melihat istrinya.


Perlahan kecupan itu semakin dalam, merasa mendapat respon dari istrinya, sehingga Tuan Geraldine semakin melancarkan aksinya. Tangannya sudah mulai menjalar kebagian gunung kembar milik istrinya.


Hal itu membuat nyonya Tapasya semakin mengharapakan yang lebih dari suaminya. hingga Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya pun menghabiskan waktu berdua sore itu. Mereka sama sama mencapai puncak masing masing.


" Papa ada ada saja, memangnya Papa mau kalau punya Mama sudah longgar, dan tidak berasa? kata nyonya Tapasya kepada suaminya sambil langsung menggigit Bibir suaminya. Karena nyonya Tapasya gemas mendengar pertanyaan suaminya.


"Ya tidak dong sayang.....,justru Papa semakin cinta sama Mama karna Mama begitu menggemaskan buat Papa." Ucap Tuan Geraldine sambil mengecup kening istrinya. "Trimakasih istriku sayang.....,kamu sudah selalu setia dan sabar menghadapi Papa"


Ucap Tuan Geraldin sambil kembali mengecup bibir manis nyonya Tapasya


Entah karna Faktor kecapean, hingga nyonya Tapasya dan Tuan Geraldin melupakan rencana mereka pergi mengunjungi cucu mereka, anak dari Anastasia dan juga Horison. Hingga Nyonya Tapasya dan Tuan Geraldine langsung tertidur pulas mengarungi mimpi mereka masing masing. Bahkan mereka melewati jam makan malam.


Sedangkan dikediaman Airos, Bibi Narsih, Anastasia dan Nyonya Nadine tampak kerepotan mengurus baby Marcello. karna baby Marcello begitu rewel.


"Sayang....kok putra kita dari sore tadi rewel bangat ya, sayang? tidak biasa biasanya putra kita rewel." ucap Anastasia kepada suaminya. "Ia sayang....Aku Juga tidak tahu. Apa putra kita sakit?" tanya Horison sambil memegang dahi baby Marcello.


Sepertinya baby kita tidak sakit, tapi kenapa putra kita rewel ya, sayang?" kata Horison yang sudah mulai gelisah melihat putranya yang begitu rewel malam itu. Hingga Tuan Airos datang menghampiri mereka ke kamar.


"Cucu Opa ko belum tidur." ucap Tuan Airos sambil meraih baby Marcello dari gendongan Bibi Narsih.


Nyonya Nadine memeriksa kondisi baby Marcello.


" kenapa Rewel? padahal dia tidak sakit kok." ucap Nyonya Nadine. Kemudian Anastasia meraih ponselnya. Berniat untuk menghubungi Tuan Geraldine.


satu kali dua kali Anastasia menghubungi Tuan Geraldin. Tetapi belum diangkat juga. Membuat Anastasia semakin gelisah karna mendengar suara tangis baby Marcello. Padahal saat ini Anastasia sedang hamil, dan butuh istri Ekstra.


Ketiga kalinya Anastasia Menghubungi Tuan Geraldin, Tuan Geraldine pun terusik dengan suara deringan ponselnya. Ia melihat dilayar ponselnya putrinya memanggil, Sontak Tuan Geraldine langsung duduk dari tidurnya dan menjawab teleponku dari Anastasia


"Ya ada apa sayang, kok malam malam begini kamu menghubungi Papa ? Tanya tuan Geraldine


Tetapi Tuan Geraldin yang sudah mendengar suara tangis cucunya langsung beranggapan kalau cucunya sedang sakit.


"Begini Pa, Baby Marcello dari sore tadi rewel dan tidak mau tidur, aku kira dia sakit. Tapi setelah kami periksa, baby Marcello tidak sakit. Tapi dia tetap rewel."ucap Anastasia mengadu kepada Papanya. Mendengar penjelasan dari Anastasia, Tuan Geraldin langsung membangunkan istrinya, agar malam itu juga mereka pergi ke rumah utama keluarga Airos.


Tuan Geraldin teringat kalau sore tadi seharusnya mereka pergi ke rumah utama keluarga Airos, ingin mengunjungi Baby Marcello, karna mereka sangat merindukan baby Marcello cucu yang sangat mereka sayangi. Tuan Geraldine menggelengkan kepalanya, teringat permainannya dengan sang istri sore tadi, sehingga melupakan rencana mereka yang ingin pergi menjenguk sang cucu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN