
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Dokter Richard yang melihat sang istri yang sedang meringis kesakitan.
Saat itu dokter Richard baru saja membuka matanya dan melihat Marina yang sedang memegang perutnya yang terasa sakit.
"Perut aku sakit sejak tadi. Tapi bukan karena ingin buang air besar,"jelas Marina.
"Apa jangan-jangan kamu akan melahirkan?"Tanya Dokter Richard kepada sang istri.
"Tapi ini belum waktunya masih ada satu minggu lagi."sahut Marina sambil terus memegangi perutnya yang terasa sakit.
Rasa sakit yang Marina rasakan semakin bertambah. Karena Marina mengalami pecah ketuban.
"Sayang kamu ngompol? Tanya Dokter Richard saat melihat pakaian sang istri yang terlihat basah.
Marina yang baru pertama kali merasakan seperti ini tentunya saja merasa tak paham dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Hingga dokter Richard memutuskan untuk membawa sang istri ke rumah sakit tempat Marina akan melahirkan.
"Ada apa dengan Nyonya Tuan?"tanya salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka. Karena melihat dokter Richard sudah tak kuat untuk menggendong istri menuruni anak tangga.
"Sepertinya istri saya ingin melahirkan. pakaian yang dia kenakan saat ini basah. mungkin itu yang dimaksud ketuban seperti yang aku baca di berbagai aplikasi online jelas dokter Richard.
Asisten rumah tangga itu pun langsung membantu dokter Richard untuk Memapah Marina. Wajahnya saat ini sudah terlihat pucat. Tubuh Marina pun sudah terasa lemas tak ada tenaga.
"Tolong kamu langsung hubungi dokter, beritahu kalau aku akan segera berangkat ke rumah sakit dan suruh mereka bersiap-siap menungguku dan Marina."ucap dokter Richard kepada Halimah. Halimah langsung berlari mengambil ponselnya dan hendak menghubungi dokter yang selama ini memeriksa kandungan Marina.
Sang sopir pribadi dokter Richard langsung melajukan mobil menuju rumah sakit.
"Bertahanlah Sayang, Aku mohon kamu harus kuat. Aku akan selalu ada di samping kamu." ucap dokter Richard. Marina hanya bisa mengganggu kan kepalanya dia sudah tak mampu berkata-kata lagi menahan rasa sakit yang melanda keringat bercucuran membasahi wajah Marina.
Tidak Berapa lama mereka sampai di rumah sakit. Dokter Richard langsung meminta tenaga bantuan untuk membantunya menggendong sang istri dan memberikannya di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
Dua orang perawat kini mendorong berangkat Marina menuju ruang persalinan. Sesuai tujuan awal, Marina akan melahirkan dengan metode dengan metode water Birth.
Kini Marina dan Richard sudah berada di ruang khusus untuk melahirkan dengan metode itu. Suasana sangat nyaman dengan diiringi musik klasik untuk menenangkan saat proses persalinan.
Perawat langsung membantu Marina untuk melepaskan semua pakaian yang Marina kena. Tiga orang tenaga medis sudah bersiap untuk membantu Marina melahirkan. Kini Marina sudah siap untuk melahirkan.
"Dengar aba-aba saya! ingat rileks! jangan tegang! yakinlah semua akan baik-baik saja! memang pasti akan membutuhkan tenaga yang banyak. Kamu harus bisa mengontrol tenaga kamu! jangan sampai terbuang sia-sia,"jelas sang dokter.
Rasa mules di perut Marina semakin menjadi, pertanda dia akan segera melahirkan. Richard pun ikut panik, seolah ikut merasa mules seperti sang istri. wajahnya pun terlihat pucat.
"Tuan Anda kuat atau tidak di sini melihat proses persalinan istri anda? jika tidak, lebih baik anda sekarang keluar dari ruangan ini, dan menunggu di luar! karena istri anda akan segera melahirkan." ucap sang dokter tegas
"Tidak! saya akan baik-baik saja! apapun yang terjadi, saya akan tetap akan mendampingi istri saya melahirkan,"sahut dokter Richard dengan tegas.
Dokter Richard tampak memegang tangan sang istri erat. Dia terus memberi semangat kepada sang istri selama proses persalinan. proses kelahiran seperti ini dilakukan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan. kondisi Ibu lebih rileks, saat melahirkan.
"Ayo semakin kuat mengejannya!"dokter mengarahkan Marina. Richard dapat melihat perjuangan sang istri melahirkan buah Hati Yang pastinya sangat tak mudah.
Hingga akhirnya suara tangis bayi Mereka pun terdengar. Anak mereka sudah lahir dengan selamat. Richard langsung memeluk tubuh sang istri dan memberikan kecupan di pucuk dan kening sang istri meluapkan perasaan bahagianya.
"Terima kasih sayang, karena kamu sudah berjuang untuk melahirkan buah hati kita. Aku sangat mencintai kamu." ucap Richard. Dia langsung mencium bibir istrinya dan sedikit **********. Dirinya sampai meneteskan air matanya karena merasa terharu.
Bukan hanya dokter Richard saja yang tadi merasa tegang. Sebenarnya Alexa dan juga Christopher juga berada di luar ruangan. Sepertinya mereka terus mengamati dokter Richard dan Marina. Menyadari kesalahan mereka telah menjauhi Dokter Richard karena terhasut omongan sang Paman membuat mereka merasa bersalah.
Mereka terus berdoa agar keponakan mereka bisa lahir dengan selamat, Dan untuk Marina mereka berdoa semoga dia mudahkan dalam persalinan.
Richard menggendong tubuh sang istri ke permukaan, Dan meletakkan sang istri di ranjang rumah sakit. Untungnya dokter yang membantu Marina berjenis kelamin perempuan. Jika tidak, dokter Richard pasti tak akan mengizinkan Mereka melihat tubuh istrinya dalam keadaan telanjang.
Marina merasa terharu. Kini dirinya sudah menjadi seorang ibu dari buah hatinya. Marina terlihat masih lemas tak berdaya saat tim medis membersihkan. Dia tak meringis kesakitan saat sang dokter menjadi sedikit jalur lahir.
Dia tampak meremas tangan sang suami. dokter terlihat pasrah dia rela diperlakukan seperti itu, ikut merasakan sakit yang dirasa sang istri saat melahirkan buah hatinya.
Dokter meletakkan bayi mungil itu di dada sang ibu untuk melakukan inisiasi dini. Setelah itu barulah bayi itu dibersihkan.
"Sebaiknya Anda keluar dari ruangan sekarang! lebih baik sekarang anda mengurus administrasi untuk pemindahan ruangan untuk nyonya Marina setelah ini. Untuk Nyonya Marina sementara waktu masih harus tetap di sini. Karena kami masih harus melakukan observasi dulu.
Jika kondisi Nyonya Marina sudah normal, barulah kami akan memindahkan Nyonya Marina ke ruang perawatan. Untuk sang bayi anda, Kami akan bersihkan terlebih dahulu setelah itu barulah akan diberikan kepada kalian." ujar sang dokter.
Dengan penjelasan itu, dokter Richard pun langsung keluar dari ruang persalinan dan dia langsung disambut oleh Alexa dan Christopher. Membuat dokter Richard terkejut melihat sepupunya yang sudah menantikan kelahiran keponakan mereka.
"Bagaimana kondisi istri kamu, apa dia selamat?"tanya Alexa dan Christopher secara bersamaan membuat dokter Richard mengerutkan keningnya.
"Kalian ngapain Di Sini?
"Dan dari mana kalian mengetahui kalau saat ini istri saya sedang melakukan persalinan?
"Dan dari mana kalian mengetahui kalau saya berada di sini? Tanya Dokter Richard kepada Alexa dan juga Christopher.
Alexa Langsung menangis sesungguhkan. Ia meraih tangan Kakak sepupunya itu. Ia berusaha meminta maaf kepada dokter Richard atas permusuhan yang mereka lakukan selama ini kepada Richard dan keluarganya. Mereka juga menjelaskan mengapa mereka menjauhi dokter Richard, itu semua karena hasutan sang paman dan Bibi Dokter Richard.
"Sudahlah, jangan menangis di sini. Aku tidak ingin menangis sekarang. Saat ini aku sangat bahagia dengan kelahiran Putraku. Sekarang aku sudah menjadi seorang ayah. Jadi aku tidak ingin bersedih saat ini."sahut dokter Richard kepada Alexa dan juga Christopher.
"Tidak, sebelum kamu memaafkan kami, kami tidak akan pergi dari sini.
"Sudahlah tidak perlu seperti itu. Yang lalu biarlah berlalu, tidak perlu diungkit-ungkit. Aku sudah memaafkan kalian. Aku tahu kalian hanya terhasut paman dan juga Bibi ucap dokter Richard kepada Alexa dan juga Christopher.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN