CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 8. TANGIS ANASTASIA



Anastasia menangis sesungguhkan ketika salah satu suster menghampiri Anastasia dengan membawa bayi laki-laki dan memberikannya kepada Anastasia. Ia bahagia dengan kehadiran putranya yang sehat dan terlihat tampan. Sekaligus bingung harus berbuat apa saat ini.


"Bu, Anastasia ini bayinya. Bayi Anda laki-laki yang sangat tampan. Pasti ayahnya tampan juga." ucap Suster itu membuat Anastasia semakin menangis. Ia tidak bisa membayangkan Bagaimana tumbuh kembang putranya itu tanpa kehadiran sosok seorang ayah. Apalagi kedua orang tuanya sama sekali belum mengetahui kehadiran putranya itu.


Sungguh miris, hati Anastasia seolah tertusuk duri tajam saat kalimat itu dilontarkan oleh suster kepadanya. Entahlah Apa yang harus dilakukan oleh Anastasia untuk kedepannya. Ia belum memiliki planning apa-apa. Yang ia pikirkan saat ini bagaimana dirinya dapat merawat dan membesarkan anak itu tanpa seorang ayah.


"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan nanti?" gumam Anastasia sambil menatap bayi mungil yang tak berdosa itu. Suster itu pun meminta kepada Anastasia agar segera memberikan bayi tampan itu ASI eksklusif, agar bayi itu tumbuh sehat. Jika mendapatkan ASI eksklusif darinya.


Bi Narsih yang selalu setia mendampingi Anastasia selama ini, tampak mengembangkan senyumnya. Ia meraih bayi mungil itu dari Anastasia, setelah Anastasia selesai memberikan asinya untuk si bayi. "Akan kita berikan nama siapa bayi tampan ini non?" ucap Bibi Narsih kepada Anastasia.


Anastasia menghela nafas panjang. "Aku ingin memberi nama Marcello." ucap Anastasia.


"Nama yang bagus." ucap Bi Narsih sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan bayi mungil itu. Anastasia mengembangkan senyumnya. ia tidak bisa membayangkan Bagaimana caranya dirinya melakukan persalinan sampai mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan Putra nya, Marcello.


Tiba-tiba saat mereka asyik mengobrol bersama, dokter dan suster datang menghampiri mereka. "Maaf Bu, bayinya akan segera kami bawa ke ruang bayi ya, Bu nyonya, karena Ibu juga harus segera dipindahkan ke ruang rawat inap." ucap Suster itu sambil mengembangkan senyumnya. Suster lainnya meraih tubuh mungil Marcello. Tampak Anastasia merasa tidak rela kalau putranya itu terpisah darinya.


"Suster Apakah Putra saya tidak bisa tidur bareng bersama saya?" tanya Anastasia penuh harap.


"Maaf Nyonya Anastasia, bayi masih rentan terkena penyakit. Sehingga bayi Anda harus berada di ruang bayi yang sudah benar-benar disterilkan." ucap Suster itu mencoba memberikan pengertian kepada Anastasia.


Anda tidak perlu khawatir setiap dua jam sekali, anda akan bertemu dengan putra anda. karena ia harus mendapatkan ASI dari Ibu. Anastasia menghela nafas, lalu menganggukkan kepalanya, matanya seolah memohon agar putranya dijaga dengan bayi. Di ruang bayi, karena ia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap putranya itu.


"Sudah non, Jangan dipikirkan dokter dan suster sudah memberikan layanan yang terbaik kepada Tuan muda Marcello. Bibi yakin mereka menjaga dan merawatnya dengan baik." ucap Bi narsih meyakinkan Anastasia untuk mempercayakan pihak rumah sakit menjaga putranya Marcello.


Setelah sekitar empat hari dirawat di rumah sakit, kini Anastasia dan sang bayinya Marcelo sudah diperbolehkan oleh dokter pulang setelah memastikan kondisi Anastasia dan bayi Marcello baik-baik saja. senyum sumringah terpancar di wajah Anastasia. Ia berharap terus berada di samping Putra mungilnya itu.


Ketika mereka sudah tiba di rumah Anastasia, dan Bibi Narsih masuk. Kini Anastasia sudah di sibukkan dengan mainan barunya Marcello Putra yang sangat iya sayangi. Bibi Narsih juga memiliki kesibukan tambahan membantu Anastasia merawat Marcello.


Sejujurnya Anastasia bukan tidak bisa menyewa baby sitter ataupun perawat untuk merawat putranya, agar dia tidak terlalu kewalahan. Tapi ia ingin sekali merawat putranya dengan tangannya sendiri. Walaupun terkadang Anastasia sedikit kewalahan mengelola restoran miliknya sambil merawat putranya.


"Nona Anastasia, Bibi kira sudah saatnya Nona memberitahu kepada kedua orang tua Nona.Karena bagaimanapun mereka berhak mengetahui apa yang terjadi di kehidupan nona. Apapun yang akan terjadi di hidup nona, mereka masih bertanggung jawab penuh." ujar Bibi Narsih kepada Anastasia. terlihat Anastasia masih terdiam.


Bibi Narsih menghela nafas panjang. bagaimanapun kedua orang tua Anastasia memang harus mengetahui kondisi Anastasia dan kehadiran cucu pertama mereka. Tapi bibi Narsih tidak memiliki hak untuk memberitahu kedua orang tua Anastasia, sehingga ia membiarkan Anastasia untuk memberitahu hal yang sebenarnya.


Sementara di tempat lain, terlihat Horison menerima sambungan telepon seluler kalau kerja sama antara perusahaan miliknya dengan perusahaan yang dikelola oleh Pak Parlindungan, pria berdarah Batak itu yang berasal dari kota Medan, tampak mereka sepakat untuk menjalin kerjasama.


Horison mengembangkan senyumnya karena ia tahu jika dirinya bekerja sama dengan perusahaan milik Pak Parlindungan, dia akan meraup keuntungan yang lumayan besar Begitu juga dengan perusahaan milik Pak perlindungan.


Simbiosis mutualisme. Keduanya saling membutuhkan dan saling menguntungkan, kini Horison akan terjun langsung ke kota Medan. Ia pun berlalu dari kota Jakarta menuju medan hari itu juga, sesuai dengan kesepakatannya dengan Pak perlindungan. Horison dan beberapa orang anak buahnya sudah berada di kota Medan. Is menginap di salah satu Hotel ternama yang berada di Medan.


Sebelum kita mengadakan pertemuan dengan Pak perlindungan, apa kita tidak sebaiknya jalan-jalan terlebih dahulu." ujar salah satu anak buah Horison.


"Tidak, sebelum pekerjaan ini selesai, Aku tidak akan melakukan hal-hal yang tak penting. Setelah pekerjaan ini selesai, barulah kita bisa holiday. Seperti yang kamu katakan ada tempat wisata yang indah di Sumatera Utara. Apakah kamu tahu tempatnya itu? ucap Horison kepada salah satu anak buahnya yang dapat didengar oleh Pak Parlindungan.


"Anda jangan khawatir Tuan, saya akan membawakan Tuan jalan-jalan ke danau yang tampak indah danau terbesar di Asia tenggara danau Toba namanya. Danau itu sangat luas, pemandangannya indah, sejuk, sarana dan prasarananya juga dapat kita nikmati dengan baik. Anda pasti tidak akan menyesal jika berkunjung ke sana. Saya juga memiliki sebuah vila yang ada di kawasan danau Toba. Jika anda berkenan, Saya akan mengajak anda ke sana." tawar Pak perlindungan kepada Horison.


Tampaknya Pak perlindungan ingin sekali memperkenalkan tempat wisata yang ada di sekeliling danau Toba dan juga di Sumatera Utara yang tak kalah indah dengan objek wisata yang ada di luar negeri. Horison menganggukkan kepalanya. Ia mengembangkan senyumnya sepertinya tergiur akan tawaran Pak Parlindungan yang ingin menikmati perjalanan wisata di danau Toba, untuk menghilangkan rasa jenuhnya di kota metropolitan.


Ya sesekali tidak apa-apa menikmati objek wisata yang ada di luar kota.


"Okey, kalau begitu Pak perlindungan, saya setuju Jika pekerjaan kita ini telah usai, aku akan menagih janji anda untuk memperkenalkan objek wisata yang ada di kota Anda ini." ucap Horison menagih janji Pak Parlindungan jika dirinya telah menyelesaikan pekerjaannya yang ada di kota Medan.


Sementara di kantor pusat, untuk sementara waktu ditangani oleh Pak Airos, walaupun sebelumnya Pak Airos sudah sempat vakum. tapi karena putranya mengambil job di luar kota, membuat dirinya harus terjun langsung ke kantor pusat untuk memantau perkembangan perusahaan miliknya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN