CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 39. PENUH PERHATIAN



Kondisi kesehatan Nyonya Nadine sudah berangsur angsur membaik. Sekarang nyonya Nadine sudah mulai dapat melakukan aktivitas. Termasuk ngumpul bareng dengan teman teman sosialitanya. Apalagi terlihat Nyonya Nadine tampak sudah merindukan teman teman sosialitanya.


"Mau kemana sayang?" tanya Tuan Airos


"Mau ketemuan dengan teman teman pa, bosan dirumah melulu. Mulai pulang dari rumah sakit, mama ngak pernah kemana mana."


"Ngak bisa teman teman mama di undang aja kesini? sekalian silahturahmi gitu." ucap Tuan Airos yang terlihat mengkhawatirkan istrinya.


"Ini Tuan rumah, ganti gantian loh pa, jadi ngak mungkin dong mama minta mereka datang kerumah ini, padahal belum giliran mama yang menjadi Tuan rumah." ucap Nyonya Nadine.


Tuan Airos tidak langsung menjawab. "Papa antar ya, sayang." ucap Tuan Airos.


"Memangnya papa mau, Kalau papa sendiri laki laki disana?" tanya nyonya Nadine sambil tertawa cengengesan.


"Ih, bilang aja, mama ngak percaya diri ngenalin papa sama teman teman mama, kan?


"Bukan begitu suamiku sayang, hanya saja ngak enak sama teman-teman nanti, karena mereka merasa tidak bebas ngobrol jika Papa ada di sana."ucap Nyonya Nadine kepada suaminya.


"Ya sudah tidak apa-apa, Yang penting jaga hati, jaga kesehatan, dan jangan pulang terlalu lama. Karena kesehatanmu belum pulih total, Papa tidak ingin terjadi sesuatu kepada Mama."ujar Tuan Airos kepada istrinya.


"Papa tenang saja, Mama akan baik-baik saja kok. Mama ingin menghibur diri saja di luar, jika di sana banyak teman ngobrol mungkin rasa bosan dan jenuh selama berada di rumah, terobati."


"Ya sudah hati-hati ya sayang."Ucap Tuan Airos sembari membuka pintu mobil untuk istrinya. Tuan Airos menatap mobil yang ditumpangi istrinya sendiri sampai mobil itu menghilang dari pandangannya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit kemudian, membelah jalanan ibukota yang lumayan macet, akhirnya Nyonya Nadine tiba di sebuah restoran yang lokasinya berada di mall ternama di ibukota. Tampak para teman-teman sosialita Nyonya Nadine sudah menunggu kehadirannya di sana.


Ketika mereka sudah melihat Nyonya Nadine menuju ke arah mereka salah satu dEi mereka langsung menegur sapa Nyonya Nadine. "Hai jeng." ucap salah seorang dari temannya.


"Hai jeng Alina, Apa kabar?" sahut nyonya Nadine."


"Iya seperti yang kamu lihat, keadaanku sehat dan baik-baik saja. Ini aku baru pulang dari Paris. Aku dengar di beberapa pertemuan belakangan ini jeng nggak hadir. Memangnya jeng dari mana saja?" tanya Nyonya Alena penuh selidik.


"Itulah jeng, kalau kita sudah dihantam usia, kondisi kesehatanku belakangan ini kurang baik. Sehingga aku harus menginap di hotel prodeo alias Rumah Sakit hingga beberapa hari."ucap Nyonya Nadine Sambil tertawa cengengesan membuat orang-orang satu perkumpulannya pun langsung tertawa, Nyonya Nadine mengibaratkan rumah sakit itu sebuah hotel prodeo.


"Memangnya sakit apa jeng?


"Iya biasalah, kalau usia kita sudah di atas kepala lima, daya tahan tubuh kita sudah tidak seperti muda dulu lagi, mungkin awalnya karena salah makan atau bagaimana gitu. Hingga asam lambung kambuh dan tensi darah naik." ucapnya sambil mendudukkan bokongnya di tempat duduk yang sudah tersedia. Setelah memberi salam dan cipika-cipiki dengan teman-teman perkumpulannya.


Sedangkan Anastasia, Bibi Narsih dan juga baby Marcello saat ini sedang berada di sebuah mall ternama, yang mana seperti rutinitas Anastasia setiap minggunya, dia harus berbelanja keperluan baby Marcello. mulai dari susu formula, popok untuk baby Marcello dan lain sebagainya. Tampak Anastasia mendorong baby Marcello di baby walker dibantu oleh Bibi Narsih sambil memilih barang-barang belanjaan mereka.


"Wah Bi,sepertinya ini barang belanjaannya sudah cukup. lebih baik kita langsung melakukan pembayaran saja,kebetulan perutku sudah mulai keroncongan. Habis inj kita makan dulu baru kita pulang ya. Sesekali tidak apalah makan di sebuah restoran di junk food, dan sesekali menikmati menu makanan yang disediakan oleh restoran lainnya, jangan makan di restoran milik kita melulu." ucap Anastasia sambil terkekeh.


Bi narsih setuju saja dengan pendapat dari Anastasia. Sehingga wanita paruh baya itupun mendorong barang belanjaannya, sementara Anastasia berjalan mengikuti Bi narsih sembari mendorong baby Marcello, di baby worker nya


Setelah melakukan pembayaran belanja barang belanjaan mereka di kasir, Bi narsih Anastasia dan juga baby Marcello berlalu dari sana menuju sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari lokasi itu.


"Non, sepertinya tempat ini ramai. Mungkin menu makanan yang ada disediakan di restoran ini enak tidak apa-apa kita coba sesekali." ujar Bibi Narsih kepada Anastasia. "Ide kamu bagus juga Bi, Sepertinya kita perlu mencicipi menu makanan di sini. Mungkin jika kita mencicipi menu makanan di sini, ada inspirasi terbaru untuk kita sediakan menu di restoran milik kita." ucap Anastasia sambil tersenyum lalu mereka pun melangkah ke dalam restoran.


Tanpa mereka sadari, ternyata Nyonya Nadine berada di restoran yang sama dengan Anastasia. Terlihat Anastasia, baby Marcello dan juga Bibi Narsih sudah duduk di tempat duduk paling pojok, agar mereka lebih leluasa untuk menikmati makanan yang disediakan oleh pihak restoran dan idak perlu banyak melihat orang-orang lalu lalang di sana.


Anastasia meraih ponselnya, lalu ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubunginya Horison. Anastasia mengerutkan keningnya lalu menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Horison.


"Halo selamat sore." sapa Anastasia di dalam sambungan telepon selulernya


"Selamat sore Sayang! Kamu lagi di mana kok agak sedikit berisik?


"Aku, baby Marcello dan baby Narsih belanja mingguan di sebuah mall, dan saat ini duduk di salah satu restoran yang lokasinya berada di dalam mall. Ada apa menghubungiku?


"Aku sangat merindukanmu sayang, dan juga merindukan baby Marcello. Apa aku salah?


"Tentu tidak,"


"Di mana Putraku?


"Ada di sini, kamu tenang saja dia baik-baik saja dan tidak rewel Sepertinya dia menikmati perjalanan hari ini."


"Katakan kalian di restoran apa sekarang? dalam jangka sepuluh menit, aku akan tiba di sana.


"Kami berada di Horison mall, tepatnya di lantai tiga


"Ya sudah tunggu di sana, jangan kemana-mana."sahutnya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya.


"Astaga ini anak belum selesai berbicara udah diputuskan teleponnya gerutu Anastasia sambil kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas sandang miliknya.


"Siapa nona?


"Siapa lagi kalau bukannya papanya Marcello."


"Oh Tuan Horison, ngomong apa dia nona?


"Katanya dia nggak kangen sama Marcello dan dia Ingin menyusul kita ke sini.


"Oh bagus dong, baby Marcello juga pasti merindukan papanya. ucap baby Narsih sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah Anastasia.


"Bibi ini ada-ada saja."sahut Anastasia. Tidak Berapa lama salah satu pelayan restoran datang menghampiri mereka dengan membawakan daftar menu.


Terlihat Anastasia melihat daftar menu yang disediakan oleh pihak restoran. Satu persatu Anastasia memesannya. Begitu juga dengan Bibi Narsih. Setelah memesan menu makanan untuk mereka santap di sana, sang pelayan pun berlalu meninggalkan Anastasia dan Bibi Narsih begitu juga dengan baby Marcello.


Sambil menunggu menu makanan yang dihidangkan di sana, terlihat Anastasia dan Bi Narsih, asik ngobrol bersama tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Anastasia benar-benar belum menyadari kehadiran Nyonya Nadine di sana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN