CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 43. MENJADI ORANG SEDERHANA



Horison memantapkan diri untuk berterus terang kepada Nyonya Nadine tentang Anastasia dan juga baby Marcello. Setelah ia memastikan kondisi kesehatan Nyonya Nadine sudah semakin membaik. Tampak Nyonya Nadine tersenyum bahagia membayangkan canda tawa putranya di sebuah restoran yang tampak tertawa lepas.


Nyonya Nadine merasa bahagia akhirnya putranya dapat melupakan sosok Marina wanita yang sangat ia cintai kala itu. Tapi Nyonya Nadine masih penasaran siapa sosok wanita yang mampu menaklukkan hati putranya, dan yang mampu membuat Horison merupakan sosok Marina.


Walaupun Horison belum memberitahu kepada Nyonya Nadine tentang Anastasia dan baby Marcello. Perlahan Ia sudah mempersiapkan pernikahannya dengan Anastasia.


Tidak hanya Horison yang mempersiapkan pernikahan mereka. Dokter Richard juga melakukan hal yang sama. Saat ini Dokter Richard dan Marina mempersiapkan pernikahan mereka. Marina sudah merasa yakin untuk menerima lamaran dokter Richard menjadi istri dari Dokter Richard.


Hari ini Marina sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit jiwa mengingat kondisinya sudah semakin membaik. Marina akan tinggal di apartemen milik dokter Richard. Dokter Richard sudah mengurus administrasi kepulangan Marina.


"Maaf aku hanya bisa punya sepeda motor. tidak seperti mantan kekasihmu yang bisa memberikan kamu kemewahan. Aku tak memiliki mobil, Aku hanya memiliki ini."ucap dokter Richard kepada Marina.


"Iya, tidak apa-apa. Aku bersyukur karena kamu mau mencintai aku, dan menerima aku apa adanya."sahut Marina dan dokter Richard membalasnya dengan senyuman.


Ini pertama kalinya Marina naik motor. selama bersama Horison, Horison selalu memanjakan dirinya dengan kemewahan. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju apartemen milik dokter Richard.


"Kita makan dulu ya sebelum pulang, kebetulan perutku sudah sangat lapar."ujar Dokter Richard dan Marina hanya menganggukkan kepalanya. Marina terlihat kaku. Hingga akhirnya dokter Richard menarik tangan Marina agar Marina melingkarkan tangannya, memeluknya dari belakang.


Mungkin saat ini Marina belum mencintai dokter Richard sepenuhnya. Dia hanya merasa nyaman di dekat dokter Richard. Tapi lambat laun dokter Richard pasti bisa membuat Marina jatuh cinta kepadanya.


Dokter Richard mengajak Marina ke warung nasi sederhana. Marina langsung turun dari motor mengikuti dokter Richard.


"Ayo kita masuk ke dalam!"ajak dokter Richard. Marina dan dokter berjalan beriringan memasuki warung nasi itu.


"Kamu mau makan apa? di sini memang makanannya sederhana, tetapi rasanya tak kalah dengan restoran bintang lima ."ucap Dokter Richard sambil terkekek dan Marina hanya membalasnya dengan senyuman. sekarang ini,Marina sering tersenyum tak seperti dulu yang selalu bersikap angkuh dan arogan


Marina memilih menu makanan sederhana yang tersedia di sana. Dokter Richard memilih makanan yang sama dengan Marina.


"Harga makanan di sini murah. Tapi untuk makanan nanti kamu bisa menilainya sendiri. "Apa kamu bisa memasak? Nanti kita mampir ke pasar untuk membeli bahan makanan. kebetulan stoknya sudah habis."ucap dokter Richard


"Maaf aku tak bisa memasak, karena memang dari dulu tak pernah mencoba memasak. Tapi jika kamu bersedia, Kamu bisa mengajariku. Aku akan berusaha untuk belajar. Apa kamu bisa memasak juga? tanya Marina yang kini menatap wajah dokter Richard.


Dokter Richard menceritakan kehidupannya sendiri. Semenjak sang Ibu pergi meninggalkannya untuk selamanya, dokter Richard berusaha untuk hidup mandiri. Dimulai dari hal sederhana seperti belajar memasak. Marina merasa salut dengan Dokter Richard, dia berharap kalau sikap Dokter Richard kepadanya tidak akan berubah.


"Makanan pun datang, Marina dan dokter Richard menikmati menu makanan yang mereka pesan.


"Bagaimana rasanya, aku tak bohong, kan? Tanya Dokter Richard. Marina langsung mengacungkan jempolnya.


"Iya, enak sekali Terima kasih ya. Sudah mengajarkan aku banyak hal. Kini aku menjadi wanita yang sederhana dan tak angkuh lagi."ucap Marina dan dokter Ricardo menganggukkan kepalanya sambil mengembangkan senyumnya.


"Mengapa wajah wanita itu mirip sekali dengan Marina? Apa memang Marina? Ah tidak mungkin! Marina kan saat ini sedang di rumah sakit jiwa, lagi pula dia mana mau naik motor seperti itu."ucap Horison di dalam hati. perubahan wajah Horison, membuat Anastasia curiga atas apa yang terjadi dengan Horison.


"Kenapa? tanya Anastasia


"Aku melihat wanita yang wajahnya mirip dengan Marina tadi di motor. Tapi, rasanya itu sungguh tidak mungkin. Aku yakin kalau aku salah lihat."ucap Horison.


Percakapan mereka terhenti, karena mereka sudah sampai di tempat tujuan. Horison langsung meraih tubuh baby Marcello. Agar Anastasa dapat leluasa turun dari mobil.


"Apa memang benar kamu melihat seseorang yang mirip sekali dengan Marina?"


"Iya, tapi aku tidak yakin kalau itu Marina. karena kamu tahu betul, bukan. Kalau Marina saat ini sedang berada di rumah sakit jiwa."ucap Horison kepada Anastasia.


Tampaknya Horison dan Anastasia menikmati perjalanan mereka hari ini bersama baby Marcel. Setelah mereka tiba di rumah utama keluarga tuan Geraldine, Horison langsung pamit pulang mengingat ada sesuatu hal penting yang ingin dibicarakan oleh Nyonya Nadine kepadanya dan menyampaikan niatnya berbicara hal penting kepada Horison melalui sambungan telepon seluler.


Anastasia melambaikan tangannya kepada Horison. Lalu Horison melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Airos. Sebenarnya Horison ingin sekali berlama-lama bersama Anastasia, dan juga putranya. Tapi karena sudah mendapat sambungan telepon seluler dari Nyonya Nadine, sehingga dirinya pun tidak dapat mengulur waktu.


Sementara di tempat lain, terlihat Marina sedikit merasa risih, karena kakinya kotor. Namun, Marina berusaha untuk menyesuaikan.


"Aku baru ingat kamu kan, tidak memiliki pakaian ganti dan pakaian dalam. Kita sekalian beli ya!" maaf aku hanya bisa membelikannya di pasar tradisional."ujar dokter Ricard kepada Marina setelah mereka tiba di pasar tradisional.


"Iya tidak apa-apa. Seperti itu saja aku sudah bersyukur. Terima kasih ya." sahut Marina dan dokter Ricardo mengiyakannya.


Terlihat Marina dan dokter Ricard memilih pakaian yang cocok digunakan oleh Marina, karena ia tahu betul pakaian Marina hanya yang ada melekat ditubuhnya, sehingga dokter Ricard memilih untuk membeli beberapa potong pakaian dan dalaman untuk Marina.


Di samping membeli pakaian, dokter Richard juga membeli sandal, kosmetik dan semua yang Marina butuhkan. Mereka sudah selesai berbelanja dan memutuskan untuk pulang. kini Marina dan dokter Ricardo sudah dalam perjalanan pulang menuju apartemen sederhana milik dokter Ricardo.


Selama dalam perjalanan, Marina tampak melamun. Terlintas di benaknya Apakah Jonas alias Gibran masih mau menerimanya sebagai modelnya. Dia Bisa memiliki segalanya, Tetapi dia akan dijadikan budak $3ks lagi sama Jonas. Sedangkan kini sudah ada dokter Richard yang menawarkan cinta tulus kepadanya. Kelak dia akan memiliki sebuah keluarga. Memiliki suami dan juga anak. Namun, dia harus siap menjadi orang yang sederhana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN