CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 35. BANYAK KUMAN



Horison melajukan mobil miliknya menuju rumah utama Tuan Geraldine, setelah mengetahui Anastasia sudah berada di sana bersama baby Marcello. Ia sengaja tidak menggunakan jasa sopir yang selalu menemani dirinya dan menghantarkannya ke manapun, Ia meminta sang sopir untuk pulang lebih awal ke rumah dan tidak perlu menunggunya lagi.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh menit kemudian akhirnya mobil yang ditumpangi Horison, sudah tiba di depan gerbang rumah utama keluarga Tuan Geraldine. Tampak petugas keamanan di sana menghampiri mobil milik Horison. "Maaf Tuan Anda cari siapa?"tanya Pak Min yang selalu setia menjaga di pos keamanan rumah utama keluarga tuan geraldin.


"Maaf saya ingin bertemu dengan Anastasia Begitu juga dengan Om Geraldine dan Tante Tapasya." sahutnya sambil mengembangkan senyumnya. Ia seolah tidak sabar ingin bertemu dengan Anastasia dan juga baby Marcello


Karena tidak ingin menyalahi aturan kerjanya. Ia pun meminta Horison untuk menunggu di luar saja. Lalu ia masuk ke rumah, untuk memberitahu kepada Tuan Geraldine kalau ada seseorang yang ingin bertemu dengan mereka dan juga Nona Anastasia.


Setelah Tuan Geraldine mengizinkan Horison masuk, baru Pak Min membuka pintu gerbang dengan lebar. Agar mobil yang dikendarai Horison dapat masuk dengan leluasa. Tampak Horison menatap rumah calon mertuanya itu begitu terpukau. Karena rumah itu memang tidak semewah rumah utama tuan Airos yang selama ini ditempati oleh Horison dan keluarganya. Tetapi Rumah ini sangat unik dipenuhi dengan tanaman bunga bunga yang bermekaran, Begitu juga dengan pepohonan rindang yang menambahkan kesejukan rumah ini.


Horison keluar dari mobil miliknya sepertinya Tuan Geraldine sudah menunggu kehadiran Horison duduk di teras. "Sore Om." ucapnya sambil memberi salam kepada Tuan Geraldine langsung mempersilahkan Horison untuk duduk di sampingnya. Nyonya Tapasya yang mendengar suara kamu ada yang datang Ia pun menghampiri keduanya.


"Loh, Nak Horison datang toh." ucap nyonya Tapasya sambil mendudukkan bokongnya tepat di samping Tuan Geraldine, Nyonya Tapasya memanggil salah satu asisten rumah tangganya untuk menghidangkan minuman atau makanan ringan yang dapat dihidangkan di sana.


"Kapan Om dan Tante, tiba di Jakarta apa Anastasia dan baby Marcello juga ikut bersama kalian?" tanyanya pura-pura tidak mengetahui.


"Tidak mungkin kami membiarkan Anastasia tinggal di Pematangsiantar seorang diri, merawat cucu yang sangat kami sayangi. apalagi baby Marcello sangat tampan dan juga menggemaskan. Apa kamu tahu sejak kehadiran baby Marcello di rumah ini, tampak rumah ini sangat ramai dan situasi rumah ini pun sangat berbeda.


" Jika pulang dari kantor, rasa lelah hilang begitu saja melihat senyum manis dari cucuku baby Marcello." sahut Tuan Geraldine membanggakan dirinya telah memiliki cucu yang sangat tampan seperti baby Marcello.


Horison juga menjadi tidak sabar ingin bertemu dengan baby Marcello. "Apa dia ada dan di mana Anastasia, Om? tanyanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Anastasia dan baby Marcello.


Anastasia baru selesai mandi dan baby Marcello juga baru dimandikan. Mungkin Anastasia sedang memakaikan bajunya. Kamu sabaran dikit dong." sahut Tuan Geraldine sambil tertawa cengengesan.


Tiba-tiba saja Anastasia sudah muncul di teras rumah, sementara baby Marcello berada di gendongannya. Tampak mereka menikmati sore hari di teras rumah yang tampak sejuk Sambil memandangi bunga-bunga nan indah bermekaran di sana.


Horison bangkit dari tempat duduknya, Ia pun langsung meraih tubuh putranya baby Marcello. Sungguh ia tidak sabar ingin meraih tubuh mungil baby yang menggemaskan itu, membuat Anastasia menatap Horison dengan tatapan tajam.


"Sabaran dikit kenapa? baby Marcello baru siap mandi. Awas Jika kamu belum mandi, tidak boleh gendong Marcello, nanti kuman banyak!" gerutu Anastasia ekstra hati-hati.


"Ih, walaupun aku belum mandi, tapi tubuhku tidak bau, dan tidak jorok juga. Kamu tahu sendiri, kan Bagaimana higienis ruang kerjaku." sahutnya membanggakan diri sendiri sambil mencium aroma pakaiannya yang masih terasa wangi parfum mahal yang ia miliki.


Baby Marcello pun tampak nyaman di gendongan Horison. Sepertinya ia mengetahui kalau yang menggendong dirinya merupakan ayah kandungnya. Horison menikmati sore ini dengan putranya baby Marcello, seolah dirinya tidak ingin meninggalkan putranya di sana.


Malam hari telah tiba. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, Anastasia menghampiri Horison yang asik ngobrol dengan Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya setelah mereka selesai menikmati makan malam. Tentunya menu makan malam itu disiapkan oleh Anastasia sendiri.


Membuat Horison dan Tuan Geraldine Begitu juga dengan Nyonya Tapasya melahapnya dengan lahap sampai ludes tanpa sisa. Sepertinya menu masakan Anastasia begitu cocok di lidah mereka membuat mereka ketagihan dan ketagihan lagi.


"Kamu tidak pulang? apa tidak kamu lihat ini sudah pukul berapa? nanti Tante Nadine nyariin kamu, loh." ucap Anastasia kepada Horison.


"Mama masih di rumah sakit, mungkin besok baru bisa pulang."ucapnya memberitahu kepada Anastasia.


"Apa Tante Nadine masih di rumah sakit? tapi kamu berada di sini, Terus siapa yang jaga Tante Nadine di rumah sakit?"


"Ada Papa yang selalu mendampingi Mama saat berada di rumah sakit." Kamu jangan khawatir.


"Sebagai seorang anak yang baik, kamu harus bergantian untuk menjaga tante Nadine di rumah sakit, Apa kamu tidak kasihan melihat Om Airos berjaga sendirian terus di sana? Om Airos juga butuh istirahat loh. Kamu ini bagaimana sih."gerutu Anastasia karena ia mendengar Nyonya Nadine masih dirawat di rumah sakit, tapi Horison lebih memilih datang ke rumah Tuan Geraldine.


"Kamu tenang saja, semalam sudah aku yang berjaga di sana. Malam ini kami gantian, Papa yang berjaga di sana." sahutnya sambil mengembangkan senyumnya. Anastasia menganggukkan kepalanya, lalu kembali duduk di samping nyonya Tapasya. Mereka pun terlibat obrolan mengenai rencana pernikahan Anastasia dan juga Horison.


"Kamu membahas pernikahan kita dengan Papa dan Mama, Apa kamu sudah membahasnya terlebih dahulu dengan Tante Nadine Dan juga Om Airos? Bagaimana jika mereka tidak setuju dengan rencana pernikahan ini.


"Jujur aku tidak ingin menikah tanpa restu kedua orang tuamu. Walaupun aku sudah memiliki baby Marcello, tapi jika menikah karena unsur keterpaksaan dan tidak direstui kedua orang tuamu, itu sama saja tidak benar menurutku. Jadi aku ingin pernikahanku dengan kamu direstui oleh Tuan Airos dan nyonya Nadine."


Sekali lagi aku bertanya kepadamu, kamu membahas ini dengan papa dan mama Apa kamu sudah memberitahu yang sebenarnya kepada Om dan Tante?tanya Anastasia penuh dengan kekhawatiran. Karena ia tidak percaya begitu saja kalau Nyonya Nadine akan merestui pernikahan mereka, setelah mengetahui tentang kehadiran baby Marcello yang hadir sebelum pernikahan. Tidak ada orang tua yang menginginkan anak mereka melahirkan di luar pernikahan, itu artinya perzinahan terjadi di antara mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN