CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 41. KEPUTUSAN SUDAH BULAT



Sementara di tempat lain tepatnya di salah satu restoran. Yang ada di Horison Mall, tampak Anastasia bertanya kepada Horison mengenai kepergiannya ke rumah sakit jiwa untuk melihat sosok Marina mantan kekasih Horison sendiri.


Terlihat Horison menghela nafas panjang. Ia sebenarnya tidak ingin menceritakan hal yang terjadi di rumah sakit, takut Anastasia akan berubah pikiran. Tapi karena Anastasia mendesak Horison, sehingga ia pun akhirnya menceritakan hal yang sebenarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Tolong jangan salah paham, jika aku ceritakan segalanya ke kamu ya sayang, yang pasti aku tidak akan merubah pikiranku jika apapun yang terjadi terhadap Marina. Aku sudah memiliki tekad bulat akan segera menikahi kamu, karena kamulah wanita satu-satunya yang mampu menaklukkan hatiku. Tolong jika aku menceritakannya Jangan pernah berubah pikiran lagi ya Sayang."ucap Horison dengan nada memohon sembari meremas tangan Anastasia sehingga Anastasia pun akhirnya mengganggu kan kepalanya.


Saat di rumah sakit


Horison berjalan menghampiri Marina yang saat ini sedang terpejam. Reihan dan Richard hanya menatap apa yang Horison lakukan pada Marina. Dulu Horison pernah sangat mencintai wanita itu, pastinya ada perasaan iba kepada Marina.


Tangan lembutnya menyapu wajah wanita yang dulu mencuri hatinya, dan kini beralih mengusap rambut Marina dengan sentuhan yang lembut.


"Semoga kamu lekas sehat! Kau pasti bisa melewati semua ini. Maaf aku tak pernah bisa kembali kepadamu. Kini ada wanita yang pantas aku perjuangkan. Semoga kelak kamu akan mendapat kebahagiaan,"ucap Horison dalam hati. Kini tatapannya menatap wajah Marina lekat.


"Dia butuh anda untuk menyembuhkannya. Sepertinya dia sangat mencintai Anda Tuan. karena Yang dia ingat hanyalah anda. sebenarnya Apa hubungan kalian? Apakah anda sudah tahu dengan apa yang terjadi dengannya?"Tanya Dokter Richard.


"Kami dulu pasangan kekasih yang saling mencintai dan bahkan rasa cinta saya seperti lebih besar kepadanya. Namun, kini kami sudah putus dia lebih memilih jalannya sendiri dan saya pun seperti itu. Ya, saya tahu dari informasi yang diberikan asisten saya.


Kisah hidupnya begitu tragis, hingga dia sampai harus merasakan kehidupan di rumah sakit jiwa. Maaf saya tidak bisa banyak membantu. karena akhir kisah cinta kami berakhir dengan pengkhianatannya. Saya tak bisa kembali kepadanya lagi. Saya akan menikah dengan wanita lain. Saya serahkan kesembuhannya kepada anda." sahut Horison dengan tegas.


Horison tidak ingin menyakiti hati Anastasia dan juga baby Marcello. Begitu juga dengan kedua orang tua Anastasia, karena sebelumnya Horison sudah berjanji akan tetap memperjuangkan Anastasia dan baby Marcello. Hal itu yang membuat dia tidak ingin bermain api. Marina hanyalah masa lalunya, dan masa sekarang adalah Anastasia dan baby Marcello yang akan ia perjuangkan.


"Saya rasa, sudah selesai urusan saya. Saya pamit. Semoga Marina cepat sembuh."ucap Horison


Berita apa yang terjadi dengan Marina, kini menjadi trending topic. Kisah hidup sang model yang berakhir tragis, yang harus merasakan hidup di rumah sakit jiwa.


Salah satu agensi Marina mengetahuinya. karena teman-temannya dulu sesama model membicarakan Marina. Ada juga memberitahu kepada Gibran alias Jonas apa yang terjadi kepada Marina sekarang ini.


"Cih, dasar wanita murahan. Dipuaskan dengan Aku seorang, dia berulah dan ingin pergi, dan mengakhirinya. Sekarang justru kamu digilir Lima orang. Gila, benar-benar gila kamu Marina. Kamu memang wanita yang nekat ninggalin aku."ucap Gibran alias Jonas. iya nama samaran Jonas di dunia modeling adalah Gibran, Ia lebih dikenal di dunia modeling bernama Gibran.


Baru saja Horison pamit pulang, Marina perlahan membuka matanya. Dia terlihat seperti sedang menyimak dan mendengarkan suara yang begitu dia kenal.


"Son? apa kau di sini?"Marina bertanya


Dia mencari keberadaan Horison tatapannya kini mengarah kepada Horison.


Marina sadar, saat melihat Horison. Richard paham, Marina seperti ini karena tekanan yang dia alami. Membuat dia tak mampu untuk menghadapinya.


"Iya Marina. Aku datang untuk melihat kamu. Semoga kamu lekas sehat dan bisa menjalani kehidupan kembali. Sabar ya, ini demi kebaikan kamu! semangat! aku pamit!"Horison memilih untuk menghindar. dia lebih memilih untuk pulang. Horison tak ingin memberikan harapan lebih kepada Marina. Karena dia tak ingin Anastasia akan salah paham.


"Aku mohon Horison, Jangan tinggalkan Aku! Aku janji aku akan menjadi wanita yang lebih baik dan pantas kamu perjuangkan. Aku mencintai kamu Horison, aku sudah menyadarinya."teriak Marina histeris.


"Maafkan aku Marina! kamulah yang telah memilih jalan hidupmu sendiri. Aku tak pernah bisa kembali sama kamu sampai kapanpun. Aku akan menikah dengan wanita yang selama ini aku cari-cari. Dengan wanita yang mampu menaklukkan hatiku dan mengobati rasa sakit yang aku rasakan, setelah penghianatan yang kamu lakukan. Semoga saja, kelak kamu bisa mendapatkan kebahagiaan meskipun tidak dengan aku."ucap Horison.


Horison memilih untuk tetap pergi meninggalkan Marina. keputusannya sudah bulat, siapa yang akan dia pilih. Dia tak peduli meski Marina berteriak memanggilnya. Karena horison mau mengecewakan kepercayaan yang Anastasia berikan kepadanya.


"lepaskan aku! Aku ingin kembali bersamanya. Aku mencintainya."teriak Marina. Marina menangis histeris.


"Mengapa kau tega memisahkan aku dengan laki-laki yang aku cintai? yang aku butuh dia, aku tak perlu seperti ini."teriak Marina. Dia menatap tajam ke arah dokter Richard menunjukkan wajah tak suka.


"Saya akan melepaskanmu, Jika kamu sudah hidup normal, dan tak berharap lagi dengannya. Hubungan kalian sudah berakhir jangan menyiksa hidupmu. Lebih baik kamu lupakan dia agar kau bisa cepat keluar dari sini."ucap dokter Richard mengingatkan Marina.


Marina tampak terdiam seakan Dia sedang berpikir tentang ucapan dokter Richard.


sementaranya Horison sudah dalam perjalanan pulang, tujuannya kini ke rumah orang tuanya untuk membicarakan Tentang Anastasia kepada Nyonya Nadine. Hingga Ia pun menghubungi Anastasia kalau Anastasia saat itu berada di sebuah mall belanja mingguan bersama Bibi Narsih hingga akhirnya Horison menyusul Anastasia ke Horison Mall.


Setelah mendengarkan cerita dari Horison, tampak Anastasia sedikit iba mendengar Bagaimana kondisi Marina saat ini. Tapi ada rasa bahagia di hati Anastasia ternyata Horison tidak menghilangkan kepercayaan Anastasia.


Dan dia tetap memegang teguh janjinya, kalau dia tidak akan mungkin kembali kepada wanita yang pernah ada di masa lalunya. Dan ia ingin benar-benar menikah dengan sosok Anastasia yang saat ini sudah memiliki seorang Putra yaitu darah daging Horison sendiri.


"Terima kasih, kamu telah menjaga hatimu untukku dan juga untuk baby Marcello." ucap Anastasia sambil berusaha mengembangkan senyumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN