CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 63. LIBURAN



Hari Yang dinanti telah tiba. Marina dan Dokter Richard sudah siap-siap untuk berangkat liburan. Dokter Richard sudah menyiapkan hotel dan juga sudah menyewa sebuah mobil untuk berlibur bersama dengan sang istri.


Kini mereka dalam perjalanan. Marina terlihat begitu bahagia. Dia tampaknya menyandarkan kepalanya di pundak suaminya. Tawa riang mengiringi liburan mereka.


Dokter Richard merasa senang karena akhirnya dia dapat menyenangkan hati istrinya. Sebelum menyambut buah hati mereka, yang sebentar lagi akan lahir ke dunia ini.


Dokter Richard menyewa sebuah hotel yang berada di tepi pantai yang letaknya di beach Bali. Dokter Richard menyewa selama satu minggu. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Pantai yang sangat indah. pastinya nominal yang dikeluarkan oleh dokter Richard tidaklah sedikit.


Marina tampak mengerutkan keningnya. Dia merasa bingung Mengapa suaminya bisa menyewa hotel mewah seperti itu. Karena Marina mengetahui menyewa hotel berbintang lima seperti yang mereka tempati, pastilah mengeluarkan cuan yang besar. Padahal sang suami sebelumnya pernah bilang padanya. Kalau dia tidak bisa memberikan kemewahan untuknya. Namun, hari ini dirinya justru dibuat takjub.


Kenapa? Mengapa wajahmu berubah seperti orang yang bingung? apa kamu tak suka dengan kejutan yang aku berikan sayang?"Tanya Dokter Richard bertubi-tubi lembut yang kini menatap ke arah sang istri yang masih terlihat terdiam bingung.


"Dari mana kamu mendapatkan uang yang banyak untuk menyewa hotel ini? aku sangat tahu hotel ini untuk kalangan atas. Bukan nominal yang kecil menginap disini."ucap Anastasia.


Dokter Richard membalasnya dengan senyuman.


"Memang aku tak memiliki uang untuk membayarnya? semua aku lakukan untuk menyenangkan hati kamu. Kau tak perlu pikirkan uang itu hasil dari mana. Yang pasti uang itu dari hasil kerja keras Aku selama ini. Bukan hasil maling dan yang pasti uang yang kita cicipi saat ini uang yang halal."ucap dokter Richard kepada Marina.


Sungguh tanda tanya besar menari di pikiran Marina saat itu.


"Sudah Jangan berpikir yang macam-macam! yang pasti aku tak akan menyengsarakan kamu. Ayo kita masuk!"ujar dokter Richard dan akhirnya Marina mengikuti ucapan suaminya. Dia ikut melangkahkan kakinya memasuki hotel tersebut.


Marina dibuat tercengang kembali saat para pekerja di sana menunjukkan kepalanya, memberi hormat kepada mereka berdua. Membuat Marina bertambah bingung. pertanyaan demi pertanyaan timbul di kepalanya.


"Mengapa para pekerja di sini begitu hormat padamu?"tanya Marina menyelidik. Seperti kau ini pemilik hotel ini. Membuat dokter Richard tertawa ngakak mendengar kata-kata yang keluar dari istrinya.


"Kau ini ada-ada saja. Mereka seperti itu karena memberi hormat kepada pengunjung hotel di sini. Kamu tahu Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bermalam di sini. tentunya mereka harus hormat kepada setiap pengunjung yang datang ke hotel ini."sahut Horison sambil mengembangkan senyumnya.


lagi-lagi Marina dibuat tercengang. Karena dia memasuki kamar yang sangat mewah. Kamar yang sudah di dekor begitu indah. Dari kamar itu mereka bisa langsung melihat pemandangan pantai di depannya terdapat sebuah teras untuk duduk santai.


"Sayang apa kamu menyukainya?"Tanya Dokter Richard sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Posisi mereka kini saling berhadapan.


"Tentu saja aku sangat menyukainya. Terima kasih kamu sudah berusaha membuat aku bahagia. Semoga kelak cintamu tidak akan berubah. Aku mencintaimu suamiku sayang."ucap Marina sambil langsung berjinjit memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya.


Dokter Richard langsung memegang dagu Marina dan mencium bibir sang istri. Marina pun merespon kecupan yang diberikan oleh suaminya. Mereka semakin bergairah. dokter Richard langsung membuka kancing dress yang Marina kenakan satu persatu.


Hingga kini sudah tergeletak di lantai. Dia pun membuka yang menutupi gunung kembar milik istrinya. kini tubuh sang istri hanya meninggalkan kain penutup area sensitifnya.


Dokter Richard mengerahkan sang istri keranjang. Kini Marina sudah duduk di tepi ranjang. Dokter Richard pun langsung melepaskan pakaian yang dia kenakan saat itu.


"Kita mandi dulu! agar tubuh kita bersih,"ucap dokter Richard dan Marina menganggukkan kepalanya.


Mereka kini mandi di bawah guyuran air shower. Marina terpesona melihat kamar mandi yang begitu mewah, bahkan kamar mandi ini lebih mewah dari tempat Marina pernah menginap dengan Horison.


Tentu saja saat ini membuat Marina semakin bertanya-tanya. Siapakah suaminya ini? setelah selesai mandi, dan mengeringkan tubuh mereka, dokter Richard mengajak sang istri kembali ke ranjang.


Mereka melanjutkan kembali aktivitas mereka yang tertunda tadi. Keduanya tampak begitu bergairah. Dokter Richard mampu memuaskan dirinya dan melanjutkan pergulatan panas pun terjadi.


"Terima kasih sayang, Aku sangat mencintaimu"ucap dokter Richard.


"Aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepadamu. Karena kamu telah memberikan aku kebahagiaan, rasa cinta yang begitu besar kepadaku. Kamu pun mau menerima aku apa adanya. Terima kasih untuk kejutan Hari ini, aku sangat suka."ucap Marina benar-benar sangat terkejut dan bahagia atas perlakuan manis suaminya.


Dokter Ricard tampak melabuhkan kecupan di kening dan juga pucuk kepala Marina. Mereka terlihat begitu mencintai. Dokter Richard Turun Dari ranjang dan mengambil segelas air putih untuk istrinya.


"Minum dulu Sayang,"ucap dokter Richard kepada sang istri sambil menyodorkan segelas air mineral kepada istrinya.


"Terima kasih sayang." sahut Marina sambil tersenyum dan meraih segelas air mineral itu lalu langsung meneguknya hingga ludes.


Setelah itu mereka memutuskan untuk mandi kembali. Karena dokter Richard ingin mengajak sang istri berjalan-jalan ke pantai.


Keduanya kini sudah terlihat cantik dan tampan. Dokter Richard begitu bangga menggandeng sang istri dan mengajaknya berjalan ke pesisir pantai. Mereka juga mengabadikan momen kebersamaan mereka dalam sebuah foto dan video melalui kamera ponsel, mereka masing-masing. Di samping itu, dokter Richard juga membawa kamera digital agar hasil foto yang mereka ambil saat melakukan perjalanan liburan ini, hasilnya bagus.


"Ayo kita duduk di sana."ajak dokter Richard Marina mengikuti langkah suaminya.


Mereka kini sudah duduk di sebuah kursi pantai yang berada di tepi pantai, sambil menikmati pemandangan yang indah. Dokter Richard sengaja mengajak sang istri berangkat pagi-pagi sekali dari apartemen mereka.


Dokter Richard tampak mengusap perut istrinya yang terlihat membesar. dia pun banyak mengabadikan sang istri dengan banyak gaya. Tidak diragukan lagi Marina berpose di depan kamera. Karena ia memang model papan atas bertaraf internasional.


"Kamu memang pantas menjadi seorang model internasional. Wajah kamu sangat cantik. Aku sangat bangga memiliki kamu sayang. Tapi aku lebih bangga lagi jika kamu menjadi model aku,"ucap dokter Richard sambil terkekeh.


Mereka berciuman kembali di sana. Ciuman yang selalu bergairah. Dokter Richard. menarik sedikit tengkuk sang istri untuk memperdalam ciuman mereka. lidah mereka sudah saling bertautan di sana.


Saat pasokan oksigen hampir habis, barulah mereka menghentikannya. Dokter Richard berjalan ke arah pasir. Dia menuliskan nama dirinya dan juga Marina. Membuat Marina tersenyum. Melihat Apa yang dilakukan oleh dokter Richard, sangat berbeda saat dia menjalin hubungan dengan Horison.


"Aku mencintai Marina. selamanya aku akan mencintainya,"teriak dokter Richard.


Dia tak peduli meskipun dirinya menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di pesisir pantai.


"Apa kamu bisa berenang?" Tanya Dokter Richard kepada sang istri.


"Bisa. Memangnya kenapa?" tanya Marina balik.


"Nanti kita berenang. Berenang sangat bagus untuk wanita hamil. Aku pun sudah lama tak berenang."ucap dokter Richard dan Marina mengiyakannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN