
Dia nggak akan bersedih lagi karena benar apa yang dikatakan suaminya. Ini adalah momen yang sangat romantis dan dia tak ingin merusak momen ini. Kini mereka menikmati makanan kembali sesekali mereka saling bertukar makanan saling menyuapi ke pasangannya.
Setelah mereka selesai makan mereka memutuskan untuk duduk bersantai di tepi pantai. Sambil menikmati indahnya malam, langit begitu cerah. Malam itu bintang-bintang berkelip menambah indahnya malam itu Mereka terlihat berpegangan tangan dengan erat. Seakan mereka tak ingin terpisahkan
Udara malam semakin dingin dokter Richard mengajak mereka ke kamar mereka. Kini sudah berada di dalam kamar malam ini Marina ingin menyenangkan hati suaminya meskipun hal ini sering dia lakukan.
Marina melucuti pakaiannya di depan suaminya. Membuat tubuhnya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Hal itu membuat Dokter Richard sampai terkejut.
"Hei apa yang kamu lakukan?" Tanya Dokter Richard.
Marina berjalan mendekati suaminya dan mengatakan kalau malam ini, dia ingin membahagiakan suaminya. Dia akan memberikan servis terbaiknya. Meskipun dia selalu memberikan servis yang baik kepada suaminya.
Namun, malam ini rasanya begitu berbeda. Marina mulai melucuti pakai yang dikenakan suaminya. Membuat suaminya kini sama dengannya. Keduanya ini sudah sama-sama dalam keadaan polos.
Malam ini mereka melewati malam panjang, yang indah sebelum Marina melahirkan dan membuat sang suami harus berpuasa.
Suara merdu mengirimi percintaan panas mereka sebagai iringan musik yang indah. Entah sudah berapa kali mereka mendapatkan pelepasan. Dokter Richard dibuat merem melek oleh istrinya. Dokter Richard begitu menikmati permainan istrinya. Membuatnya terbang melayang ke langit ketujuh.
Keduanya sudah terlihat lelah. Tampak ia mengatur nafas dan jantung keduanya. hingga memutuskan untuk mengakhiri percintaan malam itu. Keduanya sudah sama-sama merasa puas. Marina pun merasa puas meskipun awalnya dokter bukanlah seorang yang berpengalaman.
"Terima kasih Sayang, aku sangat bahagia." Ucap kata Richard sambil melakukan kecupan di pucuk kepala istrinya.
Sementara di tempat lain, Horison pun tampak bahagia memperlakukan istrinya sangat istimewa. Dia benar-benar bahagia telah menemukan Anastasia dan baby Marcello, wanita yang selama ini mengganggu hati dan pikirannya. Bahkan pernikahan mereka membuat hati harus benar-benar sangat bahagia.
Malam ini Horison akan mengajak Anastasia makan di sebuah restoran yang lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel mereka tempat menginap. Anastasia sudah terlihat cantik dan anggun menggunakan gaun Sabrina yang berukuran selutut itu. Membuat aura kecantikan Anastasia semakin terpancar. Dia layaknya wanita yang sangat muda dan belum memiliki anak.
Setelah Horison menatap penampilan istri yang sudah terlihat rapi dan cantik, Horison langsung mengajak istrinya keluar dari kamar berniat untuk makan malam.
"Ayo kita makan malam, sepertinya perut kamu juga sudah lapar. "ajak Horison. Marina langsung menggandeng tangan suaminya dengan mesra keluar dari hotel. Menuju restoran di mana restoran itu sudah lebih dulu di reservasi oleh anak buah Horison.
Suasana restoran yang lokasinya dekat dengan pantai terlihat begitu romantis. lampu-lampu remang-remang terlihat begitu indah karena berwarna warni. Horison dan Anastasia sudah sampai di tempat tujuan.
Anastasia mengembangkan senyumnya. Dia begitu terharu dengan apa yang dilakukan oleh Horison terhadapnya. Kini Anastasia menikmati kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh Horison kepadanya, yang tidak ia dapatkan selama Anastasia hamil baby Marcello, dan dia hidup sendiri di kota pematang Siantar.
Kini kebahagiaan didapatkan oleh Anastasia setelah pertemuannya dengan Horison. Apalagi kedua orang tua Horison menerima Anastasia dengan tangan terbuka.
Horison sempat cemburu saat buket bunga datang dari seorang mantan kekasih yang bernama Jimmy. Tapi ia mengetahui kalau Anastasia sudah tidak memiliki rasa lagi terhadap Jimmy. Terbukti buket bunga yang dikirimkan Jimmy saat itu, langsung ia buang ke tong sampah. Membuat Horison merasa yakin kalau istrinya saat ini sudah sangat sayang dan cinta kepadanya.
"Apa kamu bahagia sayang? tanya Horison saat mereka sudah berada di restoran itu, yang dipesan langsung khusus untuk mereka berdua. Tak ada orang lain di sana selain hanya pelayan dan manajer restoran.
Tempat tidur sudah dipesan khusus oleh Horison tentunya itu dilaksanakan oleh anak buah Horison.
"Tentu saja aku sangat bahagia dan senang sayang. Bahkan aku bukan hanya senang tapi aku sangat sangat senang. Terima kasih untuk semuanya, aku mencintaimu suamiku sayang." ucap Anastasia sambil langsung mengalungkan tangannya di jenjang leher suaminya.
Kini Anastasia memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya yang begitu mempesona. Tangan Horison langsung melingkar di pinggang ramping Anastasia. Dia begitu seksi menggunakan gaun Sabrina yang membuat aura kecantikan Anastasia semakin mempesona.
Horison benar-benar sangat mencintai Anastasia dan dia pun menerima Anastasia apa adanya. Baginya yang terpenting Anastasia mencintai dirinya, juga dengan tulus tidak ada unsur paksaan tidak ada unsur hanya karena baby Marcello.
Perlahan bibir mereka menyatu. Mereka pun berciuman begitu mesra seolah mereka tidak peduli dengan kehadiran para pelayan yang ada di sana. Suara kecapan dari bibir keduanya sebagai alunan indah ciuman mereka.
Beberapa pelayan memalingkan wajahnya bahkan membaringkan tubuh mereka agar mereka tidak melihat Apa yang dilakukan oleh Horison dan juga Anastasia yang kini menjadi ratu dan raja di restoran itu.
Horison menghentikan ciuman itu. Ayo nanti kita lanjutkan di kamar. Aku menagih janji, kita makan dulu. Aku tahu kamu pasti lapar." ucap Horison sambil mengembangkan senyumnya yang dibalas angkutan dari Anastasia.
Horison menarik kursi agar sang istri bisa duduk dengan leluasa. Kemudian ia menarik kursi untuknya dan duduk tepat dihadapan Anastasia.
Dibarengi dengan alunan musik biola mereka sedang menikmati makan malam. Mereka, terlihat bahagia. Tiba-tiba saja suara sambungan video call dari Nyonya Nadine terdengar jelas di telinga Horison. Membuat Horison merasa sedikit terganggu. Ia meraih ponselnya yang ada di saku celananya merasa dirinya diganggu oleh Nyonya Nadine.
"Mama melakukan video call, Nggak tahu aja anaknya lagi bahagia ganggu aja." gerutu Horison yang mampu membuat Anastasia langsung terkekeh.
"Sudah sayang angkat saja siapa tahu Mama rindu atau Baby Marcello mencariku dan mencari papanya." ucap Anastasia agar suaminya segera menyambungkan video call itu. Berharap sambungan video call itu dapat melepaskan rindunya terhadap baby Marcello dan juga Nyonya Nadine.
Saat mereka menyantap menu makan malam sambungan video call itu tersambung, mereka tidak menghentikannya sama sekali. Agar Nyonya Nadine dapat menyaksikan kebahagiaan mereka saat ini. Sesekali Anastasia pun ini ikut berbicara kepada Nyonya Nadine. Dan ia terlihat baby Marcello berada di gendongan Nyonya Nadine. membuat rasa rindu yang begitu dalam terhadap putranya semakin mendalam.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN