
Sementara di tempat lain tepatnya di kediaman rumah utama keluarga Tuan Geraldine tampak Horison semakin kesal melihat seseorang mengirimkan buket bunga kepada Anastasia, wanita yang akan ia jadikan menjadi istrinya, wanita tambatan hatinya.
"Dari siapa sayang?" tanya Horison penuh selidik. Anastasia mengerikan bahunya Ia juga tidak mengetahui siapa pengirim buket bunga itu. Sepertinya ada itu nama pengirim di card-nya." ucap Horison kepada Anastasia.
Anastasia meraih kertas yang ada di dalam buket bunga itu. Ia Pun membacanya, ternyata yang mengirim buket bunga itu sebagai tanda permintaan maaf dari lelaki yang ada di masa lalu Anastasia, yang dulu menyakiti hati Anastasia dengan menghianati Anastasia.
"Siapa sayang?
"Orang yang gak penting." ucap Anastasia sambil langsung membuang buket bunga itu di dalam tong sampah. Membuat Horison menjadi penasaran siapa sosok yang mengirimkan buket bunga kepada Anastasia.
Horison Pun melihatnya dan membaca nama yang tertera di dalamnya adalah Jimmy.
" Jimmy?
"Siapa Jimmy?
"Manusia brengsek!"sahut Anastasia dengan kesal. Hal itu membuat Horison semakin penasaran. Ia Pun mendekati Anastasia mencoba mengorek-ngorek sedikit tentang siapa Jimmy sebenarnya di kehidupan Anastasia.
Anastasia pun tidak ingin membohongi calon suaminya itu. ia pun akhirnya memberitahu siapa sosok Jimmy yang sebenarnya.
"Jadi Jimmy yang sudah menghianati cinta kamu?"tanya Horison kepada Anastasia.
Anastasia menganggukkan kepalanya. pertanda tebakan Horison benar adanya.
"lalu untuk apa dia mengirim buket bunga ini kepadamu? Sepertinya dia ingin kembali kepadamu? Apakah kamu masih mencintainya? tanya Horison kepada Anastasia.
Bagaimana mungkin aku mencintai seorang penghianat. Sekali penghianat tetaplah penghianat. Aku tidak ingin mendengar nama itu lagi disebut-sebut di hadapanku. Aku tak ingin mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan. Jika boleh memilih aku memilih tidak mengenal dia lagi."ucap Anastasia.
Horison meraih tubuh Anastasia kepelukannya lalu memberikan kecupan hangat di keningnya. Ya hingga kini Anastasia belum pernah mengakui kalau Anastasia juga mencintai Horison. Horison sedikit ragu kepada Anastasia, kalau Anastasia menikahi Horison hanya karena pertanggungjawaban dan hanya agar putranya memiliki status.
Tapi Horison tidak mempermasalahkan itu yang penting baginya ia harus berusaha agar Anastasia benar-benar menerima Horison di hatinya. Ia bersyukur akhirnya Anastasia bersedia menikah dengannya itu artinya banyak kesempatan untuk membuat Anastasia jatuh cinta kepadanya.
Walaupun Horison harus membutuhkan kesabaran dan dia akan tetap berusaha agar Anastasia benar-benar jatuh cinta kepadanya.
Persiapan pernikahan pun telah usai dilaksanakan. Mulai dari Fitting baju, foto prewedding, lokasi diadakannya pesta resepsi pernikahan yang akan diadakan di sebuah hotel bintang lima milik keluarga Airos, catering juga sudah di handle usaha kuliner milik Anastasia. Semuanya sudah dipersiapkan tinggal mempersiapkan mental dan fisik mereka.
Tidak terasa tiga minggu sudah berlalu, acara pesta pernikahan Anastasia dan Horison akan segera dilaksanakan. Akad nikah dan acara resepsi pernikahan diadakan di lokasi yang sama. Itu permintaan dari Anastasia agar tidak terlalu merepotkan, Sehingga akad nikah pun dilaksanakan di hotel itu juga.
Saat ini Anastasia sudah berada di salah satu kamar hotel president suite yang ada di hotel lokasi yang akan diadakan resepsi pernikahan mereka.
Dua orang MUA datang menghampirinya dan mulai memoles wajahnya dengan make up yang natural. "sebenarnya tanpa olesan make up yang tebal juga Nona Anastasia sudah sangat cantik."Puji salah seorang MUA yang bertugas merias Anastasia.
"Jangan bercanda mbak, saya kan jadi malu."ucap Anastasia sambil terkekeh.
Kini Anastasia diam dan mengikuti arahan MUA itu
Wanita cantik itu sudah disulap menjadi bidadari cantik, gaun pengantin berwarna putih dengan berbagai pernak-pernik membuat penampilannya tampak anggun dan sempurna.
Sementara Horison sudah berada pintu lokasi yang akan diadakan acara akad nikah. penyambutan pengantin pria dimulai, Nyonya Tapasya mengalungkan bunga melati pada leher menantunya.
Air mata haru menetes dari pelupuk mata wanita itu. Ia tak menyangka kalau dirinya akan menikah dengan lelaki yang sudah merenggut kesuciannya, dan harus menghadapi kehidupan yang begitu pahit hidup sendiri di kota yang jauh dari orang-orang yang ia cintai.
kini Horison sudah duduk hadapan Pak penghulu dan juga di dekat Tuan Geraldine. acara akad nikah pun segera dimulai. kini Anastasia sudah digandeng oleh Nyonya Tapasya duduk di samping Horison.
Horison sangat terpukau dengan kecantikan calon istrinya itu. Sampai matanya pun tak berkedip memandangnya, ia benar-benar terpesona dan terhipnotis akan kecantikan yang dimiliki Anastasia. Bukan hanya Horison saja yang terhipnotis dan terpesona melihat kecantikan Anastasia. Tapi orang-orang yang turut hadir menyaksikan acara akad nikah itu.
"Bagaimana Apa acara akad nikahnya bisa kita mulai? tanya Pak penghulu kepada seluruh orang-orang yang hadir di acara akad nikah itu.
"Silakan dimulai saja Pak penghulu."sahut Tuan Airos .
Horison mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan nafas. Membuat Anastasia dan Horison bernafas lega.
"Bagaimana para saksi, sah?
" Sah!
"Sah.
Horison memasangkan cincin pernikahan Kejari manis Anastasia. lalu diikuti dengan Anastasia memasangkan cincin pernikahan kepada Horison. Anastasia mengecup punggung tangan suaminya yang baru sah beberapa menit yang lalu. Sementara Horison mengejut kening Anastasia. Tak terasa bulir bening mengalir begitu saja di wajah cantik Anastasia.
"Kenapa menangis sayang? bisik Horison sambil menghapus air mata istrinya.
"Aku menangis bukan karena sedih, tapi air mata ini air mata bahagia."sahut Anastasia membuat Horison sedikit lega. ia Pun kembali mengecup Kening istrinya.
Acara akad nikah telah usai dilaksanakan. Horison mengulurkan tangannya ke Anastasia, mata pria yang mengenakan jas berwarna putih itu, seolah tak berkedip, melihat ke arah sang istri yang nampak bagi seorang bidadari.
Baru saja ia mengucapkan ijab Kabul, ia seolah tak percaya kalau Anastasia sudah sah menjadi istrinya. Bahkan Horison sampai mencubit tangannya sendiri untuk menyadarkannya. Dan ternyata benar adanya kalau dirinya sudah sah menjadi suami Anastasia Geraldine.
Para tamu yang menyaksikan itu dibuat terenyuh oleh sepasang pengantin yang saling bergandengan tangan menuju pelaminan.
"Kamu cantik sekali sayang,"bisik Horison yang membuat wajah istrinya langsung berubah menjadi merona.
"Kamu juga sangat tampan sayang."balas bidadari Anastasia dengan senyum yang mengembang pada kedua sudut bibirnya. Baru kali ini Anastasia memanggil sayang kepada Horison. Membuat Horison ingin sekali mendengarnya sekali lagi.
"Apa sayang?
"Coba katakan sekali lagi apa yang kamu katakan barusan."ucap Horison seolah tak mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya.
"Kamu juga tampan suamiku sayang."sahut Anastasia sambil terkekeh. Membuat Horison tersenyum bahagia. Ia baru saja mendengar istrinya mengucapkan kata sayang terhadapnya, kebahagiaan Horison tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Karena kata sayang dari mulut istrinya sudah sangat lama diharapkan. Hari ini ia mendengarnya langsung dari mulut manis istrinya.
Horison dan Anastasia sudah berdiri di atas pelaminan, keduanya terlihat bak raja dan ratu yang menempati singgasana.
Hampir semua tamu undangan hadir dan memenuhi gedung yang cukup megah itu.
Kebanyakan yang datang dari kalangan kolega bisnis Horison dan keluarganya. Dan juga rekan bisnis Anastasia dan keluarganya. serta teman-teman Anastasia dan juga Horison.
Tak lupa, mereka juga mengundang Marina dan juga Dokter Richard. Tapi hingga sekarang Anastasia tidak melihat kehadiran Marina maupun dokter Richard.
Banyak dari teman-teman arisan wanita paruh baya Nyonya Nadine. Pasalnya setiap perkumpulan arisan, dan teman-teman sosialita Nyonya Nadine membanggakan menantunya yang seorang pengusaha kuliner yang sukses dan masih muda.
Tentunya saja hal itu membuat rasa penasaran untuk ibu-ibu sosialita dan ibu-ibu arisan dan mereka kompak hadir di acara resepsi pernikahan putra dari Nyonya Nadine.
Baby Marcello sepertinya memahami kalau saat ini kedua orang tuanya tengah sibuk. Di hari bahagia mereka sehingga baby Marcello tidak rewel saat Bibi Narsih menjaganya di sebuah kamar hotel di mana acara resepsi itu dilaksanakan.
Kini keduanya benar-benar sangat bahagia. para kolega bisnis, para tetangga dan rekan-rekan lainnya, memberi selamat kepada Horison dan Anastasia.
Mereka berbondong-bondong menyalami Horison dan Anastasia. Banyak orang yang terkesima melihat acara pernikahan itu yang dilaksanakan secara mewah dan megah. Mereka mengakui kalau pernikahan itu pasti akan mengeluarkan biaya yang sangat mahal. mereka juga mengetahui kekayaan yang dimiliki keluarga Airos,Jadi mereka merasa itu acara pantas dilaksanakan dengan mewah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN