
Sementara di tempat lain, terlihat Horison sudah mulai melakukan aktivitasnya di perusahaan Airos company. Tapi entah mengapa semenjak dirinya sampai di kantor, pikirannya terus terpusat kepada Anastasia dan juga baby Marcello. Ia sangat merindukan Putra dan calon istrinya itu.
Karena rasa rindu yang melanda Horison, Ia pun akhirnya meraih ponsel miliknya berniat untuk melakukan sambungan video call kepada Anastasia. Berharap Anastasia bersedia pulang ke kota Jakarta.
Tak peduli syarat apa yang akan diminta oleh Anastasia, dia pasti akan memenuhinya. Yang penting Anastasia bersedia untuk kembali ke kota Jakarta.
Kring ....
Kring ....
Kring ....
Suara Deringan ponsel milik Anastasia terdengar jelas di telinganya, saat dirinya masih ingin menggunakan baju. Karena dirinya baru menyelesaikan ritual mandinya. Sehingga Anastasia tak menggubris sambungan video call itu, ia membiarkan begitu saja sampai dirinya selesai menggunakan pakaiannya.
Suara panggilan telepon kembali masuk membuat Anastasia merasa terganggu, ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya Horison. "Ini anak, kalau tidak langsung diangkat teleponnya, pasti terus menerus akan menelepon." gumam Anastasia dalam hati.
Handuk masih dililitkan di kepala berniat untuk mengeringkan rambut yang baru ia keramas. Tapi ya sudah menggunakan pakaiannya dan belum memoles wajahnya dengan bedak ataupun lipstik sedikitpun.
Karena merasa berisik dan terganggu, akhirnya Anastasia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Horison.
"Ada apa sore-sore begini menghubungiku?" tidak tahu apa, Aku lagi capek baru saja siap mandi."gerutu Anastasia membuat Horison langsung tertawa cengengesan.
"Maaf Sayang, sudah mengganggumu, tapi bagaimanapun, rasa rindu ini tidak bisa dibendung lagi. Sehingga aku memutuskan untuk melakukan video call dengan kamu. "Apa kabarmu, Apa kamu sehat-sehat saja dengan Putra kita?" tanya Horison di dalam sambungan video call-nya.
"Seperti yang kamu lihat, aku sehat dan baby Marcello juga sehat. Kamu bagaimana, Apa kamu sehat dan baik-baik saja?" Anastasia balik bertanya kepada Horison.
"Aku juga baik-baik saja, tapi hatiku tidak. Karena tidak melihat kamu ada di dekatku." ucap Horison yang mampu membuat Anastasia mengerutkan keningnya.
"Sayang kamu sangat cantik, dengan menggunakan pakaian polos seperti itu tanpa polesan bedak dan lipstik aja kamu sudah benar-benar cantik dan mampu menggoda diriku. Aku sangat merindukanmu sayang." ucap Horison."
"Tidak perlu menggombal seperti itu, karena rayuan gombal mu itu tidak akan membuatku besar kepala. "Bilang aja Yang sejujurnya, kalau jelek, jelek aja bilang. Tidak perlu memuji seperti itu." ucap Anastasia dengan Ketus.
"Sayang jangan seperti itu. Sayang, aku sangat merindukanmu dan juga Putra kita. kapan kamu akan datang ke Jakarta? kalau kamu tak kunjung datang ke Jakarta, aku akan datang lagi menjemputmu. Tunggu aku di sana Besok. Aku akan berangkat menjemputmu." ucap Horison yang mampu membuat Anastasia membulatkan matanya.
Tak perlu menjemput ku ke Pematangsiantar, aku sudah tidak di Siantar lagi tapi.....
Anastasia sengaja menggantung tidak langsung memberitahu Horison di mana Dirinya saat ini. Membuat Horison semakin penasaran.
"Kamu jangan pergi lagi dariku sayang, aku tidak akan sanggup lagi hidup tanpa kamu dan tanpa Putra kita. Ayo katakan di mana kamu sekarang, Aku akan ke sana dan menjemput kamu sekarang juga." ucapnya Dengan nada suara yang begitu mengkhawatirkan kondisi baby Marcello dan juga Anastasia.
"Kamu ini, belum juga selesai orang berbicara sudah ngerocos saja, seharusnya kamu biarkan aku bicara dulu baru kamu bertanya bertubi-tubi seperti itu."gerutu Anastasia yang mampu membuat Horison langsung terdiam.
Tapi tidak bagi Anastasia, Anastasia tidak pernah menilai siapapun dengan materi. Karena tanpa materi dari seorang laki-laki dia wanita yang mapan, dia wanita yang memiliki skill. Sehingga ia memanfaatkan skillnya untuk membuka usaha kuliner di berbagai provinsi. Sehingga pundi-pundi rupiah Anastasia membuat rekening Anastasia menjadi gendut.
"Iya sayang, katakan di mana kamu sekarang? Aku akan segera menjemputmu."ucap Horison sudah merasa tidak sabar lagi. Ia takut kehilangan wanita yang sangat ia cintai, Horison juga takut kalau Anastasia akan kembali melarikan diri darinya.
Ia benar-benar tidak akan sanggup jika harus kehilangan Anastasia dan baby Marcello lagi. Entahlah, Apa yang membuat Horison begitu sangat mencintai Anastasia. Padahal Ia baru mengenalnya kala itu.
"Aku sudah berada di Jakarta, jadi kamu tenang saja. Tidak perlu terlalu lebay seperti itu."ucap Anastasia membuat Horison terhenyak.
"Benarkah, kamu sudah berada di Jakarta Sayang? kamu di rumah mama sama papa, kan? tanyanya penuh selidik.
"Iya, Terus mau di mana lagi, Papa dan Mama tidak mengizinkanku tinggal di apartemen milikku. Padahal aku sudah memohon kepada mereka agar aku tinggal di sana. Mereka tidak memberiku izin dengan alasan mereka pasti akan merindukan baby Marcello. Aku tidak bisa banyak berbuat apa-apa, mereka terlalu menyayangi baby Marcello dan sepertinya baby Marcello juga merasa nyaman dengan papa mama dan juga Bibi Narsih.
"Terima kasih sayang, kamu sudah kembali ke Jakarta, Aku akan segera tiba di rumah. karena aku sangat merindukanmu dan juga Putra kita." ucap Horison lalu menyudahi pembicaraannya dengan Anastasia di dalam sambungan video call-nya.
Horison langsung bangkit dari tempat duduknya,lalu bergegas keluar terburu-buru dari ruang kerjanya. Membuat sang sekretaris langsung berteriak memanggil Horison. "Maaf Tuan, sebentar lagi ada meeting dengan para petinggi perusahaan." ucap sang sekretaris yang kebetulan bernama Marisa.
"Batalkan semua janji hari ini, Aku ada urusan penting dan lebih penting dari apapun."ucapnya sambil langsung melangkah terburu-buru membuat Marissa mengerutkan kening, menatap kepergian sang bos yang terburu-buru.
"Ada apa?
"Mengapa Bos buru-buru seperti itu?
"Apa kondisi kesehatan Nyonya Nadine ngedrop kembali? pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Marissa sang sekretaris. Sekretaris yang sudah lama bekerja di perusahaan Airos company.
Wanita ini kerap sekali menjadi teman curhat Horison belakangan ini, karena ia tahu betul Bagaimana sakitnya merawat anak. Karena Marissa sudah memiliki dua orang anak. terkadang Horison bertanya bagaimana caranya mengurus anak-anaknya sambil bekerja seperti ini.
Membuat Horison merasa empati terhadap Marissa dan juga Anastasia. Horison menganggap Marissa dan Anastasia wanita karir dan juga sekaligus ibu rumah tangga kedua wanita ini wonder woman.
Horison tidak akan membiarkan Anastasia lari darinya. Bagaimanapun ia harus segera menikahi Anastasia, agar putranya memiliki status yang sebenarnya. Tak peduli kedua orang tuanya setuju atau tidak. Horison belum memberitahu kepada Tuan Airos dan nyonya Nadine tentang kehadiran baby Marcello dan wanita yang sangat ia cintai.
Entahlah Bagaimana tanggapan Nyonya nantinya, yang pasti Horison sama sekali tidak peduli l, Yang penting baginya Anastasia bersedia menikah dengannya dan baby Marcello hidup dengannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN