
Anastasia mengibaskan rambutnya dan berjalan sambil meliuk-liukkan tubuhnya. Horison segera mendekat dan tanpa basa-basi lagi langsung mengangkat tubuh sang istri.
"Astaga... mau ngapain?"teriak Anastasia Seraya menggerakkan kedua kakinya.
"Mau mengeksekusi kamu. Aku sudah sangat merindukan kamu dan sudah lama mendambakan malam ini sayang."sahut Horison sambil berjalan ke arah kasur.
Anastasia hanya terdiam dengan wajah merona, ia sudah dapat menebak Apa yang dimaksud suaminya.
Horison menurunkan tubuh istrinya dengan hati-hati ke atas kasur.
lingerie yang dikenakan Anastasia naik ke atas, sampai memperlihatkan paha mulusnya yang tanpa celah.
Horison semakin beringas, pria itu segera membuka pakaiannya dan menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh keduanya.
"Kamu sudah siap, sayang?"tanya Horison dengan sorot Mata lembut. Bagaimana tidak hasrat ke laki-laki yang Horison hanya bangkit ketika melihat Anastasia. Berbeda melihat dengan wanita lain, ia sama sekali tidak memiliki hasrat apa-apa. Walaupun beberapa kali anak buah Horison menyodorkan wanita yang terlihat cantik dan mulus. Tapi Horison selalu menolak, walaupun dirinya kala itu belum menemukan Anastasia.
Anastasia hanya terdiam sambil menyembunyikan wajahnya yang merona pada dada bidang Horison yang sudah tak terbalut sehelai benang pun.
Melihat itu, Horison tersenyum dan meminta Anastasia untuk membaca doa terlebih dahulu.
Setelah itu, ia mulai mendekatkan wajahnya, mengecup dahi sang istri dengan lembut.
Kecupan itu turun ke arah kelopak mata sang istri dan turun lagi pada wajah Anastasia yang merona. Sampai berhenti pada pelabuhan pucuk Ranum yang seolah menjadi candu baginya.
Horison meraup benda kenyal semerah delima itu. Walaupun mereka sudah pernah melakukannya Sebelumnya, Tapi kali ini berbeda situasinya. Kali ini mereka melakukannya benar-benar dalam keadaan sadar dan penuh cinta dan kasih sayang.
Anastasia membuka kedua bibirnya, membiarkan sang suami mengabsen setiap inci rongga mulutnya.
Keduanya berpangku cukup lama, saling menukar rasa dengan suasana yang kian memanas.
Tangan pria itu mulai bergerak nakal, memegang anggota tubuh sang istri yang menjadi favoritnya.
Horison cukup lihat memberikan rangsangan, sampai sang istri merasa melambung ke udara bersama kenikmatan.
Setelah merasa tubuh istrinya tidak lagi tegang, pria itu memberikan sesuatu.
"Maaf, Aku tak ingin melukaimu. Pukul punggungku Jika kamu merasa sakit ya sayang."Anastasia hanya mengangguk.
Setelah itu, Horison mulai memasukkan pusakanya ke dalam mahkota sang istri yang sudah lama tidak tersentuh olehnya.
Pria itu melakukannya dengan hati-hati karena takut sang istri akan terluka. Bagaimanapun mereka sudah lama tidak melakukan hal itu, sehingga keduanya benar-benar sama-sama menikmatinya.
Namun, tetap saja suatu hal yang mereka lakukan tidak akan semulus yang sudah terbiasa. Walaupun mereka sudah pernah, tetapi itu di bawah alam sadar mereka masing-masing.
Anastasia mencengkram sprei saat merasakan sesuatu menusuk Salah satu bagian tubuhnya.
Horison menautkan jemari mereka dan kembali memberikan rangsangan agar sang istri tidak merasa tegang.
Dorongan itu semakin kuat, hingga benteng besar yang menjadi pertahanan sebuah kehormatan seorang wanita hancur.
Sebuah perisai telah menemukan pelabuhan tempatnya bersemayam.
"Apa kau merasa sakit sayang?"tanya Horison setelah merasakan pusakanya menghancurkan karang besar yang menjadi benteng pertahanan sang istri.
Mereka benar-benar menikmati permainan mereka malam ini. Karena mereka melakukannya atas dasar cinta. Berbeda dengan saat mereka melakukan kesalahan yang mereka tidak sengaja. Ada sensasi yang sangat luar biasa kali ini.
Anastasia hanya terdiam dengan senyum yang mengembang. Horison mengusap air mata yang menggenang pada sudut mata sang istri.
Setelah itu ia mengajak lembut pucuk ranum yang telah menjadi candu baginya.
Anastasia kembali mengembangkan senyumnya dengan air mata haru."
"Sayang kenapa kamu menangis?"
"Ini air mata kebahagiaan, Aku tidak menyangka kita akan menyatu dalam ikatan pernikahan. Setelah kesalahan yang kita lakukan sekitar kurang lebih satu tahun yang lalu. Aku mencintaimu suamiku."ucap Anastasia yang mampu membuat hati Horison semakin menghangat. Ia benar-benar bahagia mendengar pengakuan rasa sayang dan cinta istrinya terhadapnya.
Keduanya menatap dengan dalam menyatu raga yang diiringi dengan rasa.
"Sayang,"ucap Horison dengan suara sensual
Pria itu mulai menjalankan kembali pelayaran mereka dengan dayungan yang semakin lama semakin cepat.
Ritme gerakan keduanya mengiringi degup jantung dan aliran darah yang kian berdesir, membuat rasa semakin membuncah.
Lenguhan dan ******* terdengar menggema di dalam ruangan yang kedap suara itu.
Anastasia mulai menyeimbangkan permainan suaminya. Ketika sakit yang dirasakan telah mengganti dengan kenikmatan. Sebuah pelabuhan Telah menanti, Ketika sang perahu sedang berdayung di lautan madu.
Suasana kamar di hotel itu kian memanas, tatkala kedua insan saling bertukar peluh, beriringan dengan erangan dan lenguhan kenikmatan yang kian membuncah.
Anastasia benar-benar dibuat melayang oleh setiap sentuhan yang suaminya berikan.
Horison memperlakukannya dengan lembut dan hati-hati, ia tak ingin sang istri terluka sedikitpun.
"Sayang."Panggil Anastasia dengan suara terengah engah karena suaminya semakin mempercepat ritme permainan yang sudah berjalan beberapa menit.
"Iya sayang, sebentar lagi akan mencapai puncak."Horison semakin mempercepat pelayaran itu, hingga tiba pada puncak kenikmatan.
Pria berparas tampan dan atletis itu menyemburkan Lahar panas ke dalam rahim sang istri, berharap akan tumbuh benih sebagai buah pernikahan mereka dan Baby Marcello akan memiliki adik kelak.
Horison mencabut perisainya dan membersihkan mahkota sang istri dengan hati-hati.
Setelah itu ia menjatuhkan tubuhnya di samping Anastasia dan merebahkan kepala sang istri di atas lengan berotot miliknya.
Horison mengelap keringat pada dahi Anastasia dan mengecup dengan lambut.
"Terima kasih sayang,"ucap Horison sambil mengikat beberapa helai rambut yang menutupi wajah merona istrinya.
Anastasia hanya tersenyum, Seraya menempelkan wajah pada dada bidang suaminya yang masih polos.
"Apa tadi terasa sakit? apa permainanku terlalu kasar sayang? tanya Horison yang membuat Andini langsung menengadahkan wajah ke arahnya.
"Tidak terlalu, ini kan bukan yang pertama untuk kita."sahut Anastasia tersenyum getir
"Iya, memang ini bukan yang pertama untuk kita. Tapi ini yang pertama untuk kita melakukannya atas dasar cinta."ucap Horison kepada istrinya. Membuat istrinya langsung mengembangkan senyumnya. Karena apa yang dikatakan oleh suaminya benar adanya.
Kurang lebih satu tahun yang lalu memang mereka melakukan hal ini. Tapi mereka melakukannya di bawah alam sadar, karena pengaruh alkohol yang terlalu banyak mereka konsumsi. Penghianatan yang mereka alami membuat mereka mencari hiburan di sebuah klub malam, hingga terjadi one night stan kala itu. Sehingga hadir sosok pangeran kecil di kehidupan Anastasia dan Horison.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN