
Marina dan dokter Richard akan memulai hidup baru. Menjalankan tugasnya masing-masing. Mulai hari ini Dokter Richard sudah mulai bekerja kembali. Marina sudah menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.
Untuk urusan sarapan pagi ini, dokter Richard yang menyiapkannya. Richard tak akan menuntut Marina untuk bisa memasak. selama dia bisa, dia melakukannya.
"Semoga aku bisa segera bisa memasak. menyiapkan kamu makanan."ucap Marina sambil tersenyum
"Iya, tapi ingat ya! aku tak pernah memaksa, jadi jangan menjadi beban untuk kamu."jelas dokter Richard dan Marina menganggukkan kepalanya.
Bagi dokter Richard, Seorang istri itu bukanlah seorang pembantu. Dia membutuhkan istri untuk bisa menemani dirinya hingga akhir hayat, yang mampu memberikan kebahagiaan untuknya, dan memberikan keturunan untuknya.
Setelah selesai makan, Dokter Richard langsung pamit untuk berangkat. Marina langsung mengantarkan sang suami sampai depan unit apartemennya.
"Aku berangkat dulu ya sayang!"hati-hati di rumah! kalau kamu ingin jajan, jajan saja. tak perlu memasak, karena aku tak akan memaksa kamu untuk menyiapkan aku makanan. Nanti pulang kerja aku yang akan membelikan makanan untuk kamu."ucap dokter Richard dan Marina menganggukkan kepalanya.
Marina bersyukur memiliki suami yang sangat baik kepadanya. Marina mencium tangan sang suami dan dokter Richard memberikan kecupan hangat di kening sang istri. Mereka terlihat bahagia, meskipun hidup dengan kesederhanaan.
Dokter Richard langsung melajukan motornya menuju Rumah Sakit jiwa tempat dia bekerja. Kini hidupnya lebih bersemangat, karena ada yang harus dia nafkahi dan ada yang menunggunya di rumah. Kehidupannya sekarang menjadi berwarna.
Hal yang sama dirasakan oleh Horison dan juga Anastasia. Mereka terlihat begitu bahagia mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Terlebih Nyonya Nadine dan Tuan Airos sudah merestui hubungan mereka.
Saat Horison datang menghampiri Anastasia ke rumah utama keluarga Tuan Geraldine, Anastasia memberitahu apa yang ia ketahui tentang Marina kepada Horison.
"Apa kamu serius apa yang kamu katakan sayang?
"Ia aku tidak berbohong. Morina saat ini sudah sembuh dia sudah menikah dengan seorang dokter psikiater, dokter yang membantu Marina menyembuhkan dirinya. yang lain dan tak bukan adalah sahabat kecilku sendiri. Dokter Richard namanya
Dokter Richard itu dulu teman SMA ku. dulunya kami sangat kompak dan dia selalu membantuku saat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru kepada kami. Aku juga sering membawakan makanan untuknya.
Karena ia menyukai masakanku, kala itu. Tapi sayangnya, Richard harus pindah setelah ia kehilangan kedua orang tuanya dan seorang adik perempuannya. Adik perempuannya meninggal karena bunuh diri. Adiknya depresi karena mendapatkan pelecehan di sekolahnya kala itu.
Meninggalnya adik perempuannya, mengesahkan kesedihan terhadap kedua orang tuanya. Hingga tak Berapa lama orang tua dokter Richard pun menyusul sang adik. awalnya Ibu Richard juga sempat mengalami gangguan jiwa, Karena kehilangan putri yang sangat ia sayangi.
Sementara ayah kandung dokter Richard meninggal, karna asam lambungnya kambuh memikirkan kepergian istri dan anaknya. Hal itulah yang membuat dokter Richard bertekad ingin kuliah di fakultas kedokteran jurusan psikolog. Karena ia tidak ingin kejadian yang dialami keluarganya dialami oleh orang lain.
Begitu berat hari-hari dijalani dokter Richard yang dijauhi oleh para keluarga dekat. Yang mengatakan keluarga mereka keluarga gila. Sehingga ia tidak ingin orang lain merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh dokter Richard.
Menurut pengakuan dokter Richard, dia iba terhadap Marina karena Marina juga mendapatkan pelecehan dari beberapa orang sama halnya seperti adiknya. Membuat dia berjuang mati-matian untuk membuat Marina sembuh.". Anastasa menuturkan semuanya membuat Horison benar-benar terkejut.
Ia juga memberikan foto-foto mereka saat berada di cafe milik Anastasia. Horison benar-benar yakin kalau yang difoto itu benar-benar Marina dan juga dokter yang pernah bertemu dengannya di rumah sakit jiwa, saat Horison mengunjungi Marina.
"Syukurlah, kalau Marina sudah sembuh dan dia sudah bahagia dengan lelaki lain. Mudah-mudahan hubungan rumah tangganya langgeng hingga maut memisahkan."ucap Horison merasa bersyukur mengetahui kabar baik dari Marina yang disampaikan oleh Anastasia.
"Wah, Putra Papa yang tampan, membuat Papa menjadi gemas. Rasa lelah saat bekerja hilang begitu saja saat melihat kamu sayang." ucap Horison sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya. Anastasia tampak bahagia melihat calon suaminya itu begitu menyayangi putranya.
Saat Horison menimang putranya suara ponsel Anastasia pun berdering. Anastasia meraih ponsel yang ada di saku celananya. lalu ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada seseorang yang menghubungi dirinya. Yang tak lain dan taklukan adalah nyonya Nadine calon ibu mertuanya.
"Halo assalamualaikum Ma, sapa Anastasia dengan Ramah di dalam sambungan telepon selulernya
"Waalaikumsalam Sayang. Apakah kalian sudah jadi foto prewedding nya?" tanya Nyonya Nadin penuh.
"Mama tenang saja, kalau masalah foto prewedding Sudah kelar. Persiapan juga sudah rangkum 80%. Mama jangan khawatir ucap wanita itu kepada Nyonya Nadine di dalam sambungan telepon selulernya
"Syukurlah kalau begitu. Kamu memang wanita yang sangat cerdas dan bisa diandalkan. Jujur Mama bangga kepadamu."ucap Nyonya Nadine lalu mematikan sambungan telepon selulernya, setelah selesai berbicara dengan Anastasia.
"Siapa sayang? Tanya Horison
"Tante Nadine menghubungiku menanyakan tentang persiapan pernikahan kita, Apakah kita sudah melakukan foto prewedding atau tidak." sahut Anastasia.
"Oh aku kirain entah apa. Mama Memang sepertinya tidak ingin menunda-nunda pernikahan kita lagi, sama halnya seperti aku yang tidak ingin menunda pernikahan kita sayang. Karena aku sangat sayang dan cinta sama kamu. Aku tidak ingin kamu direbut lelaki lain dariku."ucap Horison kembali meyakinkan Anastasia kalau dirinya saat ini benar-benar mencintai Anastasia dan menyayangi baby Marcello.
****
Saat ini Marina sudah bersiap-siap untuk berangkat. Setelah dia selesai membersihkan apartemen yang selama ini ditempatinya bersama suaminya dokter Richard.
Marina memutuskan untuk ke pasar, dia ingin berbelanja. Dia kasihan dengan sang suami sehingga dia tak ingin melibatkan sang suami lagi. Marina yang akan menghandle nya.
Tak ada lagi rasa sombong yang dimiliki Marina. Dulunya Marina seorang wanita yang angkuh dan selalu menatap rendah orang lain. Dia tidak peduli jika nantinya ada yang melihat dirinya. seorang mantan model papan atas belanja ke pasar.
Bahkan Marina harus berjalan kaki untuk menuju ke pasar. Karena baginya jarak dari apartemen yang mereka tempati tidaklah terlalu jauh. Dia memilih untuk mengirit.
Marina berjalan menyusuri Jalan setapak demi setapak menuju pasar. Menghilangkan rasa lelah yang dia rasakan. Tujuannya yaitu
menjadi istri yang baik untuk dokter Richard.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN