
Dua hari kemudian Anastasia dan kedua orang tuanya memutuskan untuk segera kembali ke kota Jakarta. Semua tugas dan tanggung jawab di restoran selama Anastasia tidak ada di pematang Siantar, Anastasia mempercayakan Nuri untuk menjalankan usaha restoran miliknya.
Sementara bibi Narsih ikut bersama Anastasia dan kedua orang tuanya, ke kota Jakarta. Karena Anastasia menilai Bibi Narsih sudah begitu dekat dengan baby Marcello. Walaupun Bi Narsih begitu berat meninggalkan kampung halamannya, tapi karena ia begitu menyayangi baby Marcello dan sudah menganggap seperti cucu kandungnya sendiri, sehingga Bibi Narsih akhirnya bersedia ikut bersama Anastasia ke kota Jakarta untuk selalu menjaga dan merawat baby Marcello.
"Terlihat Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya sudah berada di dalam mobil, dengan menggunakan taksi online yang sudah mereka pesan sebelumnya. Anastasia sengaja meninggalkan mobilnya agar Nuri dapat menggunakannya Jika nuri membutuhkannya. Anastasia benar-benar mempercayakan Nuri berharap Nuri dapat menjalankan tugasnya dengan amanah.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam 30 menit dari kota Pematangsiantar menuju bandara Kualanamu, akhirnya Nyonya Tapasya, Tuan Geraldine, Anastasia, baby Marcello dan juga Bibi Narsih, sudah tiba di bandara. Tampak mereka sudah berada di ruang tunggu menunggu jam keberangkatan pesawat.
Yang mana Di dalam tiket pesawat mereka tertera kalau mereka berangkat pukul 11.30 siang. Itu artinya mereka akan berangkat tidak lama lagi setelah melakukan boarding pass tentunya.
Sekitar 30 menit menunggu di ruang tunggu, akhirnya pesawat yang akan ditumpangi oleh Anastasia dan kedua orang tuanya beserta Bibi Narsih dan baby Marcello akhirnya take off dari bandara Kualanamu menuju bandara Soekarno Hatta. Tentunya setelah memastikan para penumpang di pesawat sudah duduk dengan nyaman di tempat duduk masing masing, sesuai dengan tiket masing masing.
Horison sama sekali belum mengetahui kalau Anastasia hari ini akan pulang ke Jakarta. Sebenarnya Tuan Geraldine ingin memberitahu kepada Horison, kalau mereka hari itu akan kembali ke Jakarta. Tapi Anastasia melarang Tuan Geraldine untuk memberitahu kepada Horison tentang kepulangan mereka.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua jam melalui jalur udara, akhirnya mereka tiba di bandara Soekarno Hatta. Sebelumnya Tuan Geraldine sudah menghubungi anak buahnya untuk segera menjemput mereka di bandara Soekarno Hatta.
Terlihat, anak buah Tuan Geraldine sudah menunggu kedatangan mereka di bandara. terbukti saat mereka sudah tiba, anak buah Tuan Geraldine langsung menghampiri mereka dan membantu mengangkat barang bawaan Anastasia, yang tampak beberapa koper besar dan memasukkannya ke dalam mobil.
Setelah memastikan barang-barang bawaan mereka sudah berada di dalam mobil, Tuan Geraldine nyonya Tapasya, Anastasia, baby Marcello, dan juga Bibi Narsih masuk ke dalam mobil, dan Karyo langsung melajukan mobil miliknya. Tuan Geraldine ke arah jalan raya menuju rumah yang selama ini ditempati oleh Tuan Geraldine dan Nyonya Tapasya.
Terlihat raut wajah Pak Karyo anak buah Tuan Geraldine sedikit bingung dengan kehadiran seorang bayi yang digendong oleh Bibi Narsih. Bagaimana tidak, setahu Pak Karyo Anastasia belum menikah. Jika memang bayi yang digendong oleh Bibi Narsih merupakan anak dari Bibir Narsih, sungguh tidak mungkin melihat usia Bibi Narsih tidak memungkinkan lagi memiliki seorang bayi.
Pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Pak Karyo. Ingin rasanya dirinya bertanya tapi ia enggan dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertanya, siapa sebenarnya bayi yang berada di gendongan Bibi Narsih.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh menit dari bandara Soekarno Hatta, menuju kediaman Tuan Geraldine akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Tuan Geraldine, beserta keluarganya sudah tiba di rumah.
Terlihat petugas keamanan yang melihat mobil milik Tuan Geraldine yang dikendarai oleh Pak Karyo, sudah tiba di sana ia pun langsung membuka pintu gerbang dengan lebar. Agar mobil yang dikendarai oleh Pak Karyo leluasa masuk ke dalam pekarangan rumah.
Bibi Narsih tercengang melihat keadaan dan kondisi rumah milik orang tua Anastasia yang tampak besar dan luas berlantai tiga bermodel Mediterania, dan taman yang luas dihiasi dengan bunga-bunga yang begitu indah dan juga pepohonan rindang yang menyejukkan rumah utama keluarga Geraldine.
Wah rumahnya besar sekali nona, tampak rumah ini asri dan begitu membuat orang akan terpesona dan betah tinggal di sini." ucap Bibi Narsih sambil melihat lihat keadaan dan kondisi rumah milik keluarga Tuan Geraldine.
"Eh maaf, non. Maklum Bibi terkesima melihat rumah Tuan yang begitu megah dan besar. "Wow benar benar indah, dan sejuk." Puji Bibi Narsih.
"Bi, Ayo masuk! jangan seperti ini, malu dilihat orang. Seperti tidak pernah melihat rumah besar begini." ucap Anastasia setengah berbisik yang masih dapat didengar oleh nyonya Tapasya. Nyonya Tapasya hanya tersenyum melihat tingkah Bibi Narsih yang seolah-olah dirinya tidak pernah melihat rumah besar seperti milik keluarga Anastasia.
Tampak baby Marcello Langsung menangis, hal itu sukses menarik atensi para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Tuan Geraldine. Satu persatu mereka berdatangan ingin melihat arah suara bayi menangis. Mereka benar-benar terhenyak saat melihat Anastasia meraih tubuh baby Marcello dari gendongan baby Narsih lalu menimangnya begitu telatan.
"Wah cucu opa, dan Oma, sepertinya ingin beradaptasi di rumah Oma dan opanya." ucap Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya secara bersamaan. lalu mereka memberikan kecupan demi kecupan di wajah tampan baby Marcello.
"Pa, Ma, sepertinya baby Marcello sudah kelelahan. Mungkin dia butuh istirahat." ucap Anastasia sembari melenggang masuk ke kamar yang sudah lama tidak ia tempati. Tapi alangkah terhenyaknya Anastasia melihat kondisi kamar itu sudah didesain sedemikian rupa, seperti kamar seorang bayi laki-laki yang dipenuhi dengan gambar-gambar Ultraman, superhero lainnya.
Membuat Anastasia tercengang. Ia pun langsung memberikan tubuh putranya baby Marcello lalu memberikan ASI eksklusif untuknya. Ia tahu betul baby Marcello pasti sudah lapar. Terbukti baby Marcello langsung merasa nyaman saat ASI eksklusif yang diberikan oleh Anastasia kepadanya.
Membuat dirinya terdiam dan tidak gelisah lagi. Sekitar lima belas menit kemudian, baby Marcello Langsung tertidur pulas. Anastasia mengembangkan senyumnya menatap putranya dengan seksama.
"Selamat datang Putra mami, ini rumah kamu yang sebenarnya."ucap Anastasia sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening putranya. Perlahan ia bangkit pelan-pelan iya turun dari ranjang. Ia Pun menutupi tubuh putranya sampai bahunya dengan menggunakan selimut. Lalu Anastasia meminta Bibi Narsih untuk menemani baby Marcello, karena ia berniat ingin membersihkan diri terlebih dahulu.
"Bagaimana, apa cucuku sudah tidur?" tanya Nyonya Tapasya kepada Anastasia.
"Iya ma, mungkin baby Marcello merasa kelelahan mengingat perjalanan kita hari ini cukup melelahkan." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya.
Bisik-bisik para asisten rumah tangga terdengar jelas di telinga Anastasia. Mereka menduga-duga siapa baby Marcello sebenarnya, sehingga tiba-tiba saja Ketika tuan Geraldine dan nyonya tapasya kembali ke rumah membawa seorang bayi dan Anastasia juga sudah pulang yang selama ini Anastasia berada di luar kota.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN