
Tuan Geraldine berniat untuk membangunkan nyonya Tapasya. Tetapi sebelum tuan Geraldine membangunkan Sang istri, Nyonya Tapasya sudah terlebih dahulu terbangun dari tidurnya. Karna mendengar suara tuan Geraldine berbicara dengan seseorang di dalam telepon selulernya.
"Mama sudah bangun?" tanya Tuan Geraldine kepada nyonya Tapasya. " iya, Pa, oh iya siapa yang nelepon Papa malam malam begini?" tanya nyonya Tapasya kepada tuan Jose Geraldine
"Ini Ma, Putri kita Anastasia yang menghubungi Papa, katanya cucu kita dari sore rewel dan tak bisa tidur. Terang Tuan Geraldine kepada istrinya.
"Mungkin cucu kita kangen sama opa dan omanya Pa. Kan, tadi Papa ngajak Mama ingin pergi kesana?eh malah ngak jadi karna ulah Papa." kata nyonya Tapasya menyalahkan suaminya. Mendengar ocehan nyonya Tapasya, Tuan Geraldine hanya nyengir. Ia menghampiri nyonya Tapasya. "Habis Mama begitu menggemaskan." ucap Tuan Geraldine sembari langsung mengecup kening nyonya Tapasya.
"Yuk siap siap sayang, sekarang juga kita lihat cucu kita, siapa tau cucu kita rewel karna rindu sama Oma dan Opa, ya."tebak Tuan Geraldine.
"Loh tapi ini sudah malam Pa!" sahut nyonya Tapasya.
"Tidak apa apa Ma, demi cucu kita Sayang." kata Tuan Geraldine sambil mengembangkan senyumnya.
Tuan Geraldine segera mempersiapkan mobil, agar mereka pergi ke rumah Utama keluarga Airos. Beberapa menit kemudian, Tuan Gerak dan nyonya Tapasya berlalu.Tuan Geraldine melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju rumah utama keluarga Airos.
Setelah melakukan perjalanan sekitar dua puluh menit. Mereka tiba di rumah utama keluarga Airos. Mendengarkan suara deru mobil milik Tuan Geraldin, scurity yang bertugas rumah utama keluarga Airos. langsung membuka gerbang lebar lebar agar mobil milik Tuan Geraldine dapat masuk dengan leluasa.
" Selamat malam Tuan." Sapa pak Joko.
" Selamat malam juga."sahut Tuan Airos sembari berjalan menuju teras rumah milik. Horison yang hapal dengan suara mobil bapak mertuanya, langsung keluar dari kamar berniat untuk membuka pintu untuk Tuan Geraldin dan nyonya Tapasya
"Papa.....Mam!" sapa Horison sambil memberi salam kepada nyonya Tapasya dan juga Tuan Geraldin. Horison mempersilahkan Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya masuk, nyonya Tapasya yang mendengar suara tangis cucunya dari dalam kamar, langsung berlari menghampiri baby Marcello . Ia melihat Anastasia dan Bibi Narsih, sudah kewalahan mendiamkan baby Marcello. tetapi baby Marcello tetap rewel. Membuat Anastasia dan Nyonya Tapasya semakin khawatir melihat baby Marcello.
Nyonya Tapasya dan tuan Geraldin yang baru tiba di kamar baby Marcello, langsung meraih cucunya dari gendongan Bibi Narsih. "Siapa sayang.....cup cup cup" kata nyonya Tapasya sambil berdendang agar baby Marcello tidak menangis lagi. Setelah nyonya Tapasya memeluk dan menggendong cucunya, baby Marcello akhirnya tertidur pulas di gendongan nyonya Tapasya
Hal itu membuat seisi rumah heran. Padahal dari sore mereka sudah membuat seperti yang dilakukan nyonya Tapasya. Tetapi baby Marcello tetap rewel. "Wah ....wah.... berarti putra kita kangen nih sama Oma dan Opa ya sayang." kata Boros sambil tersenyum melihat kearah nyonya Tapasya dan juga Tuan Geraldin
"Horison dan Anastasia yang mengerti apa maksud dari perkataan nyonya Tapasya pun sontak tertawa.
"Ha ha ha ....ingat umur sudah tua aja pun, masih saja seperti anak muda." gerutu Anastasia.
"Tidak boleh begitu sayang. Itu kan, salah satu ibadah melayani suami." kata Horison kepada Anastasia, membuat Anastasia langsung terdiam dan melotot matanya kearah Horison.
Hal itu membuat Horison bergidik ngeri. Takut kena omel sama singa betinanya. Horison pun langsung mengajak Tuan Geraldin keruang tamu, untuk sekedar mengopi dan ngobrol ngobrol, padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam." "Silahkan Pa, Horison sambil memberikan secangkir kopi panas kepada bapak mertuanya. "Trimakasih nak." ucap sambil meraih kopi buatan Anastasia
"Oh iya nak, tadi semenjak jam berapa cucuku rewel?" tanya tuan Horison kepada menantunya.
"Kurang tau sih Pa, tadi sehabis pulang dari Kantor sudah melihat Bibi Narsih, dan Anastasia kerepotan. Karna baby Marcello terus menangis dan gelisah." terang Horison kepada Ayah mertuanya.
Tuan Geraldine merasa bersalah karna menunda kedatangannya melihat cucunya.
"Maafkan opa sayang, karna Opa, kamu jadi rewel." gumam Tuan Geraldine dalam hati.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN