
Setelah mendapat sambungan telepon seluler dari Horison, Tuan Geraldine bergegas kembali ke rumah. Dengan mengendarai mobil miliknya, Tuan Geraldine melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Geraldine.
Tak lupa Tuan Geraldine menitip pesan kepada Miska untuk tetap standby di restoran. Sang keponakan yang sudah lama ikut mengelola restoran milik Anastasia pun menganggukkan kepalanya.
"Paman, mau kemana? tanya Miska yang melihat Tuan Geraldine melangkah buru-buru setelah menitipkan pesan kepada Mischa.
"Paman mau pergi ke rumah sakit." tapi sebelumnya paman harus menjemput Bibi kamu dulu."ucapkan Geraldine sambil langsung melangkah dengan cepat keluar dari restoran.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh menit membelah jalanan ibukota, Tuan Geraldine tiba di sebuah kompleks perumahan yang mewah. Hingga mobilnya memasuki rumah utama keluarga Geraldine.
Nyonya Tapasya yang melihat mobil suaminya memasuki pekarangan rumah mengerutkan keningnya. Tidak biasanya suaminya pulang agak siang. Biasanya Tuan Geraldine tiba di rumah paling tidak pukul lima sore. Tapi entah mengapa Nyonya Tapasya tidak mengetahui Tuan Geraldine pulang jam satu siang.
Tuan Geraldine menghentikan mobil miliknya. Lalu keluar dan melangkah buru-buru masuk ke dalam rumah. Nyonya Tapasya langsung menghampiri suaminya.
"Sayang kenapa terlihat buru-buru?" tanya Nyonya tapasya kepada Tuan Geraldine.
"Bersiaplah, kita akan segera ke rumah sakit. Putri kita dirawat di rumah sakit.
"Apa?
" Anastasia di Rumah Sakit? dia Sakit apa Pa?" tanya Nyonya tapasya begitu mengkhawatirkan putrinya.
"Kamu tenang saja. Putri kita tidak apa-apa kok. Dia baik-baik saja, itu biasa kalau di awal-awal kehamilan." Ucap Tuan Geraldine sambil berlalu meninggalkan istrinya masuk ke dalam kamar berniat ingin langsung bersiap-siap pergi ke rumah sakit.
"Apa?
"Putri kita hamil?
"iya Ma, tadi Papa dapat telepon dari menantu kita. Katanya tadi pagi Anastasia pusing, mual, dan muntah-muntah. Hingga tubuhnya lemah dan ia sempat pingsan. Sehingga menantu kita membawanya ke rumah sakit. Dan dokter sudah memeriksanya, katanya Putri kita positif hamil." ucap Tuan Geraldine kepada Nyonya Tapasya membuat Nyonya Tapasya bersorak kegirangan.
"Alhamdulillah, ya Allah. Akhirnya baby Marcello memiliki Adik. Mama sangat bahagia sekali mendengarnya. Itu artinya cucu kita akan segera bertambah." ucap nyonya Tapasya.
"Itu makanya, cepatlah bersiap-siap. Papa sudah tidak sabar lagi ingin memeluk Putri kita. Dia sudah memberikan kabar membahagiakan untuk papa." ucap Tuan Geraldine lalu menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar setelah memastikan penampilan mereka sudah rapi.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, nyonya Tapasya dan Tuan Geraldine tiba di rumah sakit. Dimana Anastasia dirawat saat ini. Tuan geraldin langsung menghampiri suster yang kebetulan lewat di sana. "Suster ruang rawat inap pasien atas nama Anastasia di mana ya?" Tanya Tuan Geraldine kepada salah satu suster yang kebetulan berpas-pasan dengan tuan Geraldine dan nyonya Tapasya.
"Oh, Nyonya Anastasia dirawat di ruang VVIP ruang pemilik Rumah Sakit ini." ucap salah satu suster itu.
"Maaf kalau boleh Saya tahu, Anda siapa Nyonya Anastasia?" tanya suster itu kepada tuan Geraldine.
"Saya ayah mertua Horison ayahnya Anastasia." ucap Tuan Geraldine yang mampu membuat suster itu terhenyak, lalu membungkukkan badannya.
"Kalau begitu mari saya antar, Tuan, Nyonya." usul suster sambil mempersilahkan Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya untuk mengikuti dirinya. lalu suster itupun menghantarkan Tuan Geraldine dan nyonya Tapasya ke ruang rawat inap Anastasia.
Kini mereka sudah berada di ruang rawat inap Anastasia. Nyonya Tapasya langsung memeluk putrinya yang berbaring lemah di atas Branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit, dan di punggung tangannya tertancap jarum infus. Membuat Nyonya Tapasya merasa tidak tega melihat putrinya menahan rasa sakit jarum infus itu.
"Sayang Selamat ya sebentar lagi baby Marcello akan memiliki adik, dan cucu Mama akan nambah lagi. Jujur Mama sangat bahagia mendengar, kalau kamu saat ini sedang hamil." ucap Nyonya Tapasya sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik Anastasia. Begitu juga dengan Tuan Geraldine. Ia pun memberikan selamat kepada Putri satu-satunya.
***
Sebagai pertanda dua bulan lagi Anastasia akan melahirkan. Tentu saja dokter Richard sudah tak sabar ingin segera melihat buah hatinya terlahir ke dunia ini.
Hari ini Marina dan juga Dokter Richard akan mulai mempersiapkan segala keperluan menyambut kelahiran buah hatinya, yang akan lahir ke dunia.
Dokter Richard mengajak Marina pergi ke sebuah Mall, guna membeli perlengkapan bayi yang masih kurang. Mereka begitu antusias untuk menyambut kelahiran buah hati mereka.
Sebelum mereka berbelanja mereka memilih untuk duduk bersantai di kursi yang berada di dekat kolam renang, yang lokasinya berada di Mall itu juga. Dokter Richard tampak mengusap perut sang istri. Dia tertawa saat sang anak meresponnya. Anak yang ada di dalam kandungan Marina bergerak seolah-olah menendang-nendang membuat Marina merasa geli.
Dokter Richard berjongkok dan mensejajarkan dengan perut istrinya.
"Hello anak Papa, sudah tak sabar ya ingin melihat dunia? kamu sangat lincah sekali di perut Mama. Sehat-sehat terus ya, sayang dalam perut Mama,"ucap dokter Richard sambil tangannya terus mengusap perut istrinya, dan sesekali mencium perut istrinya. menunjukkan rasa cintanya kepada sang anak.
Mereka tampak berbincang, membicarakan rencana mereka ke depannya. Untuk sementara waktu setelah melahirkan. Marina akan tidur di kamar yang berada di bawah. sampai nanti dirinya pulih kembali. Karena sebelumnya mereka sudah tidak tinggal di apartemen lagi. Mereka sudah tinggal di sebuah perumahan mewah yang disediakan oleh dokter Richard untuk istrinya.
Rencananya Marina akan melahirkan secara sesar. karena dokter Richard tidak ingin mengambil resiko. Terlebih Marina belum pernah memiliki pengalaman melahirkan.Tapi Marina ingin melahirkan secara normal dengan alasan ia ingin merasakan bagaimana sensasi melahirkan dari jalan sang bayi kelak.
Ternyata, bumbu-bumbu cinta di hati Dokter Ricard dengan Marina begitu kuat. Membuat Dokter Richard terlihat lebih bersemangat. karena dia sedang merasakan jatuh cinta kepada Marina istrinya yang sangat ia cintai.
Kini mereka sudah berada di outlet perlengkapan bayi. Dokter Richard dan Marina begitu antusias memilih barang-barang yang diperlukan untuk menyambut kelahiran buah hati mereka.
Tanpa sadar sudah sangat banyak yang mereka beli. Dokter Richard akan terus memilih jika Marina tak menyetopnya.
"Habisnya lucu-lucu banget sampai aku gelap mata ingin memborongnya." jelas dokter Richard membuat Marina terkekeh mendengarnya.
Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan kebahagiaan mereka. sepasang Mata memperhatikan sosok dokter Richard dari kejauhan.
"Ternyata memang benar, Dia sangat mencintai wanita itu."gumam seorang wanita dari kejauhan memperhatikan gerak-gerik dokter Richard dan juga Marina.
"Apa yang kamu lihat? tanya Christopher
"Apa kamu melihat itu? tanya wanita berambut pirang itu menunjuk ke arah dokter Richard dan Marina.
"itu kan, Richard?
"Ngapain dia di sini?
"Apa kamu tidak melihat dia lagi belanja perlengkapan bayi. Sepertinya hidup dokter Richard saat ini sudah bahagia. Setelah berhasil merebut harta kekayaannya dari pamannya."sahut Alexa.
Ya, Alexa dan Christopher saudara sepupu jauh dokter Richard. Yang dulu ikut-ikutan membenci dokter Richard dan keluarganya. Setelah adiknya dokter Richard dan ibunya gila. Mereka merasa malu mengakui keluarga Dokter Richard sebagai sepupu mereka. Sehingga hubungan antara dokter Richard dengan Alexa dan Christopher tidak begitu dekat. Bahkan bisa dikatakan tidak pernah berkomunikasi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN