CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 51. DIHINA



Marina Baru saja sampai di pasar, dia langsung berbelanja kebutuhan yang mereka butuhkan untuk beberapa hari. Marina berbelanja sesuai uang yang diberikan dokter Richard untuknya.


Ini adalah pengalaman pertama Marina berbelanja di pasar. Selama ini dia tidak pernah sekalipun berbelanja, memasak atau melakukan pekerjaan rumah lainnya.


Sekarang dia harus melakukannya semua. tapi ia menjalaninya dengan penuh rasa syukur. Tak ada keluhan yang keluar dari mulutnya. Ia berbelanja dengan riang. sesekali orang-orang yang ada di pasar menatap tak percaya kalau yang berbelanja itu saat merupakan mantan model papan atas yang bernama Marina. Tapi ia memilih untuk cuek saja tidak peduli dengan pandangan orang lain.


Setelah selesai berbelanja, Morina mampir ke tempat jajanan yang berada di pasar. Dia sepertinya tertarik dengan makanan itu. Tanpa ada rasa gengsi dia langsung membelinya. Tak ada rasa malu yang dia rasakan.


Setelah itu, dia kembali ke apartemen. berjalan kembali menyusuri Jalan setapak demi setapak kembali. Sampai akhirnya ada yang melihat dirinya sedang berjalan.


"Bukankah itu Marina? mengapa dia sekarang seperti itu?"laki-laki Itu tampak mentertawakan kondisi Marina yang saat ini berpakaian sederhana dan juga berjalan kaki dengan menenteng banyak belanjaan.


Dia mengira Marina saat ini bekerja sebagai seorang pembantu setelah memutuskan berhenti dari dunia modeling.


Herlan memberhentikan mobilnya tepat di depan Marina. Membuat Marina terperanjat kaget. Karena dirinya hampir saja tertabrak mobil itu, dia mencoba menghindar hingga akhirnya dia terjatuh.


"Brengsek! Apa kau itu buta! tak melihat orang yang berjalan? umpat Marina.


Herlan tertawa puas, menertawakan Marina. tawa itu begitu sangat dikenal oleh Marina. membuat Marina penasaran. Marina langsung mengangkat wajahnya, dan alangkah terkejutnya dia saat melihat wajah Herlan yang berada di hadapannya.


"Kasian sekali nasibmu! dulu kau begitu sombong. Memilih berhenti menjadi model, sekarang penampilanmu begitu terhina. Kau sekarang jadi pembantu? mengapa kau tak menjadi pelacur saja? bukankah kau mau mampu memuaskan laki-laki di ranjang?


aku sudah mengira mantan kekasihmu itu bukan orang yang sembarangan. Dia tak akan mau menjalin hubungan lagi dengan wanita murahan sepertimu," hina Herlan membuat Marina geram.


Marina langsung bangkit berdiri dan langsung menampar wajah Herlan. Membuat Herlan tak terima.


"Brengsek kau! dasar pelacur! umpat Herlan. Herlan langsung mendorong tubuh Marina, membuat Marina tersungkur ke aspal. Marina meringis menahan rasa sakit yang dia rasa.


"Tutup mulutmu! kau tak perlu mengatur hidupku! paling tidak hidupku lebih terhormat dan berharga daripada hanya menjadi penguasa ranjangmu saja. Aku kini sudah bahagia!" bentak Marina


"Oh ya? dengan menjadi seorang pembantu? lantas kau bilang kau sudah bahagia? kau bilang, Kau hanya dijadikan pemuas ranjang Ku saja? kau salah, apa yang kita lakukan karena kita saling membutuhkan. Aku pun memuaskan mu,"sahut Herlan membuat wajah Marina memerah.


Iya, memang benar apa yang dikatakan oleh Herlan. dia memang dulu adalah seorang wanita murahan. Demi menggapai impiannya ia mampu menghianati sang kekasih yang sangat mencintai dirinya.


"Pergi! Aku tak mau lihat kamu lagi! urusan kita sudah selesai! aku sudah bahagia dengan suamiku yang sekarang! meskipun dia bukanlah seorang yang kaya raya, Tetapi dia mampu membuat aku menjadi wanita yang berharga."ucap Marina.


lama-kelamaan Marina meneteskan air matanya. Dia jadi teringat hidupnya dulu. Di saat dia melakukan one night dengan Jonas, sampai dia diperbudak kembali untuk melayani nafsunya. Ditambah lagi saat dia digilir dulu harus melayani nafsu beberapa lelaki sekaligus.


"Cukup! Aku tak ingin dengar lagi! pergi!"Marina terlihat histeris. Dia berjongkok dan menutup kedua telinganya dengan tangannya. Dengan tangannya air matanya mengalir begitu deras


"Dasar wanita gila!" umpat Herlan untuk mengakhiri. Tiba-tiba saja mobil yang dikendarai Anastasia melintas di sana. Anastasia melihat sosok Marina terduduk sambil menangis di pinggir jalan. Anastasia menghentikan mobilnya seketika. lalu ia turun menghampiri Marina.


"Katakan kamu kenapa? tanya Anastasia sambil merangkul Marina.


"Tidak, suamiku tidak menyakitiku. Dia sangat baik kepadaku. Tapi seseorang di masa laluku telah menghinaku.


"Masa lalu?


"Seseorang yang membuat hidupku hancur."sahutnya membuat Anastasia mengerutkan keningnya. Anastasia menatap kepergian Herlan dengan menggunakan mobil miliknya. Anastasia sempat melihat raut wajah Herlan dari kejauhan. Harlan langsung pergi meninggalkan Marina begitu saja. setelah puas menghina Marina.


Menjatuhkan mantel Marina. Padahal kemarin-kemarin dia sudah berusaha untuk bangkit. Melepaskan beban yang dirasa, dan membuka lembaran baru dengan dokter Richard. laki-laki yang tulus mencintai dirinya. laki-laki yang mampu mengubah hidupnya.


"Ya Tuhan, apa aku tak pantas bahagia?"teriak Marina. Anastasia yang mendengar suara jeritan tangis Marina membuat Anastasia merasa tidak tega. Ia Pun memeluk Marina.


"Sabar ini satu ujian untuk kamu Marina. Yang Lalu biarlah Berlalu, tidak perlu diingat-ingat lagi. Songsong masa depanmu ke depannya. aku yakin suatu hari nanti kamu akan lebih bahagia dibandingkan orang-orang yang mengolok-olok dirimu. Percaya kepadaku, hukum tabur tuai pasti akan ada. Semua perbuatan kita pasti akan mendapatkan hasilnya. Jadi kamu jangan khawatir, ini satu ujian bagi kamu yang ingin bertobat. Aku yakin dan percaya kamu pasti mampu menjalaninya." ucap Anastasia berharap Marina dapat lebih tenang.


Marina terlihat melamun di jalanan. tatapannya terlihat kosong. Anastasia berinisiatif untuk menghubungi nomor ponsel dokter Richard. Saat sambungan telepon seluler yang tersambung Anastasia langsung memberitahu apa yang terjadi terhadap Marina.


Setelah selesai berbicara dengan dokter Richard. Anastasia memutuskan sambungan telepon selulernya. Lalu dokter Richard menghubungi nomor ponsel milik Marina. Membuat Marina terakhirnya tersadar bahwa Sekarang dia sudah memiliki suami yang begitu mencintai dirinya, dia tidak ingin melihat dokter Richard sedih.


Marina harus bangkit, dan tidak terlarut dengan masa lalunya. Sama halnya seperti yang dikatakan oleh Anastasia. Yang lalu biarlah berlalu songsong masa depan untuk bahagia. Ada suami yang membutuhkan dirinya, dan mungkin saja sudah ada makhluk kecil yang sedang tumbuh di rahimnya.


Akhirnya Marina menghapus air mata yang membuat wajahnya sembab. Marina tak berani mengangkat telepon dari suaminya,karena dia masih tak kuasa untuk berbicara. Hingga akhirnya dia hanya mengirimkan pesan Whatsapp kepada sang suami, mengatakan kalau dirinya saat ini sedang di pasar dan baik-baik saja.


Anastasia memutuskan untuk menghantarkan Marina hingga ke apartemen yang ditempati oleh Marina dan dokter Richard. "Suami kamu pasti sangat panik, jika mengetahui kondisi kamu yang seperti ini. dia begitu mengkhawatirkan dirimu."ucap Anastasia membuat Marina kembali menangis. Dia merasa terharu dengan perlakuan suaminya kepadanya yang begitu perhatian terhadap dirinya.


Setelah melakukan perjalanan sekitar sepuluh menit kemudian, Anastasia dan Marina tiba di depan apartemen Marina dan dokter Richard.


"Apa kamu mau singgah dulu?


"Maaf sepertinya aku lain kali saja singgahnya ya, Marina, soalnya kebetulan aku meninggalkan seorang bayi yang sudah menunggu kehadiranku di rumah."ucap Anastasia meminta maaf Seraya tersenyum menatap Marina.


"Ya sudah, terima kasih atas tumpangannya ya. Aku berharap suatu saat nanti kita bisa kembali bersilaturahmi." ucap Marina sambil mengembangkan senyumnya. Anastasia melambaikan tangannya ke arah Marina dan Marina pun membalasnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN