CEO I LOVE YOU

CEO I LOVE YOU
BAB 2. CEO I LOVE S2



Hari ini adalah hari pertama Marcello masuk kampus. Dia merasa bahagia, karena akhirnya dirinya berhasil masuk ke universitas ternama yang menjadi impiannya. Impian masuk ke universitas ini, tanpa bantuan dari kedua orang tuanya.


Padahal Marcello putra dari pengusaha kaya raya. Cucu dari pemilik pengusaha terbesar di negara ini. Dia merasa sangat bangga, karena kampus yang ia tempatnya menempuh pendidikan adalah kampus elit.


Hari ini hari pertama ospek. Marcello masih menggunakan baju putih hitam, sesuai dengan yang dipersiapkan oleh Anastasia. karena itu merupakan peraturan dari kampus saat mengadakan ospek.


Mahasiswa-mahasiswa baru masih harus menggunakan baju putih hitam. Dan itu akan berlaku selama seminggu penuh selama masa ospek dilaksanakan.


Seorang wanita cantik menghampirinya. "Hai boleh kenalan nggak?"tanya seorang mahasiswi pada Marcello, yang ternyata wanita itu merupakan kakak Senior Marcello.


Marcello tersenyum tipis. "Perkenalkan namaku Jasmine."ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya.


Marcello menyambut uluran tangan Jasmine."Marcello."sahutnya singkat. kemudian, Dia berlalu meninggalkan wanita itu begitu saja.


"Dingin banget itu cowok!"gerutu Jasmine memperhatikan langkah Marcello berjalan menjauhi dirinya.


Tak lama kemudian seorang dekan datang bersama dengan beberapa dosen dan mahasiswa senior, yang akan membantu mereka saat masa ospek berlangsung.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dan selamat pagi semua untuk mahasiswa mahasiswa baru kami yang hadir di kampus kita tercinta ini."salam dari dekan.


"Hari ini kami sangat berbahagia karena kami telah menyambut para mahasiswa-mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di kampus ini. Maka dari itu sebagai perkenalan pada kampus dan mahasiswa mahasiswa yang lain, ada dosen dan kakak senior kalian yang akan membimbing kalian dalam masa ospek."Pak Wijaya memberitahu.


"Saya persilahkan untuk Pak Arman menyampaikan Apa saja kegiatan yang akan kalian lakukan selama masa ospek ini berlangsung."Dekan kampus tersebut menyampaikan sambutan, dan menyerahkan sambutan berikut kepada dosen pembimbing masa ospek begitu juga kepada senior yang akan membantu berjalannya masa ospek itu.


Sementara Jasmine yang merupakan mahasiswa senior membantu berjalannya masa ospek itu melihat seorang pria tampan yang mengalihkan perhatiannya. "wow tampan sekali,"gumam Jasmine di dalam hati sembari memperhatikan Marcello dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Marcello i'm coming."gumamnya sambil menyeringai tipis.


Sementara Charles yang lebih dulu tiba di kampus, memperhatikan Marcello. "Ternyata Marcelo kuliah di sini juga."gumamnya dalam hati. Hubungan antara Charles dengan Marcelo memang cukup dekat, yang mana orang tua mereka bersahabat.


Hari ini acara ospek sengaja dipersingkat. karena kebetulan, orang tua dari salah satu dosen ada yang berpulang, Sehingga para dosen berniat ingin melayat ke rumah duka.


Charles menghampiri Marcello ketika acara ospek hari ini selesai. "Marcel ternyata kamu kuliah di sini juga?"


"Iya, alhamdulillah aku diterima ngampus di sini."sahut Marcello sambil terkekeh ketika dirinya ingat kalau mereka duduk di bangku SMA Marcello sering sekali telat masuk kelas.


"Sudah berubah lo, sekarang?


"Maksud Lo, berubah jadi power rangers?"


"Gue serius tau! secara kan, gue tahu kebiasaan buruk kamu itu gimana. Gue hanya khawatir saja, lo akan sering dihukum oleh dosen karena selalu telat masuk kelas."sahut Charles sambil terkekeh.


"Marcello hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya. "Setiap orang itu pasti ada perubahan bro, Jadi lo tenang saja."sahutnya memastikan. Karena dia tahu, Charles selalu membantu dirinya untuk menjawab pertanyaan guru jika Marcello ditanya Mengapa telat masuk kelas. Charles selalu menjadi dewa penyelamat Marcello.


"Oh iya, kamu mau langsung pulang nggak?"tanya Charles yang saat ini sudah berada di parkiran bersama dengan Marcello.


"Nongkrong dulu, yuk."ajak Marcello. Charles berpikir sejenak, lalu ia tersenyum.


"Kita nongkrong di mana?"yang pasti gue tidak mau nongkrong di dekat hotel papa Lo atau di restoran papa lo."ucap Charles.


"Enak aja lo, emangnya siapa yang mau ngajak lo ke restoran papa gue."gerutu Marcello.


Saat mereka berdebat Ke mana arah tujuan mereka nongkrong, dua orang wanita cantik datang menghampiri keduanya. "Hai... Marcello,"sapa Jasmine yang tadi juga sudah berkenalan dengan Marcello.


"Hai, juga Kak Jasmine!"


"Oh iya,kalian mau pada ke mana?


"Oh kalau begitu kita bareng aja yuk, kebetulan aku tahu ada tempat tongkrongan yang tempatnya nyaman dan Pasti kalian akan betah deh di sana."ujar Jasmine.


"Nggak usah Kak, nanti malah ngerepotin. Ini saja kita sudah mau pulang."sahut Marcello yang ingin menghindari dari dua wanita cantik yang ada di hadapan mereka.


"Memangnya siapa yang kamu direpotkan, Saya tidak merasa direpotkan kok. Lagian, perlulah Kita nongkrong bareng biar kita lebih dekat antara senior dan Junior." timpal Resti.


"Ya udahlah Marcel, kita ikut saja mereka. hitung-hitung cuci mata melihat cewek-cewek cantik." bisik Charles tepat di telinga Marcello.


"Kamu kekurangan cewek cantik? sahut Marcello lirih.


"Ayolah, tidak enak menolak ajakan kakak senior."


Marcello menggaruk kepalanya yang tak gatal. Benar juga apa yang dikatakan Charles. apalagi kedua wanita yang mengajak mereka nongkrong bareng itu merupakan kakak senior yang membantu mereka berjalannya ospek.


"Ya sudah deh, Kalian bawa mobil sendiri?"kedua wanita itu menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, Kak Jasmine duluan aja deh, nanti kami ngikut dari belakang."ucap Marcello yang langsung dibalas senyuman dari Jasmine.


Jasmine melangkah menuju mobilnya, Begitu juga dengan Resti yang juga masuk ke dalam mobilnya sendiri. Dua wanita itu melajukan mobilnya lebih dulu keluar dari area kampus. sementara Marcelo dan Charles mengikuti kedua mobil yang sudah lebih dulu meninggalkan mereka.


"Apa sih maunya itu cewek? kok sepertinya ke mana saja aku melangkah dia ngikutin terus."gumam Marcello sambil fokus menyetir mengikuti mobil Jasmine dan juga Resti.


"Jangan-jangan dia merencanakan sesuatu."pikiran negatif Marcello meradang. kemudian ia memasang earphone ke telinganya. Mencoba menghubungi Charles yang saat ini berada tepat di depan mobilnya.


Charles yang merasa mendapatkan sambungan telepon dari sang sahabat. Juga memasang earphone ke telinganya. Dia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan Marcello.


"Iya, ada apa?"


"Kamu yakin, kita ngikut mereka?"


"Kok kamu malah nanya gitu lagi? bukankah kita sudah sepakat tadi kalau kita nongkrong bareng sama mereka?"


"Tapi aku khawatir, mereka merencanakan sesuatu kepada kita."


"Merencanakan sesuatu apa? Memangnya kamu ada salah sama dia?"


"TIDAK!"


"Kalau tidak kenapa kamu malah takut? ayolah tak usah parno. Nanti kita lihat saja kamu seperti cewek saja, cewek aja berani gimana kamu seorang cowok?"


"Gimana Nggak khawatir, sepertinya Jasmine terlalu agresif."


"Sudah nggak usah khawatir, semua tergantung kamu juga nantinya. Jangan bacul Lo!


"Apa?


"Bacul?"


"Apa itu?"


"Gemulai."sahut Charles Sambil tertawa ngakak dan langsung memutuskan sambungan telepon selulernya.


Marcello menggeram kesal. Kemudian dia mempercepat laju mobilnya mendahului mobil Charles. Keduanya akhirnya adu balap, mengikuti mobil Jasmine dan Resti.


BERSAMBUNG...