
Horison sampai meneteskan air matanya. Dia begitu terharu akhirnya dia dapat menyaksikan istrinya melahirkan buah hati mereka, Setelah kehadiran baby Marcello ia lewatkan dan dijalani oleh Anastasia sendiri.
Setelah Anastasia siuman, dan kondisinya sudah mulai stabil, Anastasia dipindahkan ke ruang rawat.
Horison memesan kamar VVIP untuk kenyamanan sang istri. Meskipun Anastasia hidup dengan bergelimang harta, tak menjadikannya dirinya menjadi sosok yang sombong.
Perlahan Anastasia membuka matanya pengaruh obat bio sudah hilang. Horison langsung menghampiri sang istri dan menggenggam tangan sang istrinya dengan erat. "Terima kasih sayang, karena kamu sudah berjuang melahirkan buah hati kita.
Anastasia terharu dia pun meneteskan air mata bahagia, akhirnya dia diberikan kesempatan melahirkan buah hatinya dengan Horison untuk yang kedua kalinya, dan dapat merasakan kasih sayang suaminya saat dirinya berjuang melahirkan buah hati mereka.
Anastasia berniat ingin memberikan ASI eksklusif untuk buah hatinya. Dia juga ingin mengurus buah hatinya sendiri. Sama seperti hal yang dilakukannya kepada baby Marcello.
Kebahagiaan menghampiri pasangan dokter Richard dan juga Marina. Yang saat ini merasa lega karena orang yang ingin menghancurkan kehidupan mereka sudah mendekam di penjara.
Semua itu tidak luput dari bantuan Alexa dan Christopher, yang memberikan keterangan atau kesaksian mereka dengan jujur di pengadilan. Yang memberatkan hukuman terhadap Tuan Thomson dan nyonya Carlina, Paman dokter Richard sendiri.
Dokter Richard dan Marina benar-benar bersyukur telah dipertemukan kembali dengan Alexa dan Christopher. Dokter Richard sudah mengetahui perlakuan Alexa dan Christopher yang selama ini telah menjauhinya saat Alexa dan Christopher Masih berhubungan dekat dengan Tuan Thomson dan nyonya Carlina.
Hingga mata hati keduanya terbuka, dan akhirnya bersedia membantu dokter Richard untuk menjebloskan sang Paman ke dalam penjara, atas semua kejahatan keji yang dilakukan oleh sang paman.
Marina mengembangkan senyumnya menatap suaminya yang sudah berpakaian rapi.
"Sayang Hari ini aku agak pulang cepat, Nanti aku suruh sopir menjemputmu, kita makan bareng di luar ya."ucap dokter Richard kepada istrinya Marina yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik suaminya yang sedang menyisir rambut di meja rias.
"Apa pasien kamu tidak banyak hari ini?
"Tidak, ada dokter baru yang bertugas di sana untuk menggantikan posisiku. Aku ingin meluangkan waktuku untuk istri dan anakku."ucap dokter Richard kepada istrinya yang sangat ia cinta.
Marina bangkit dari tempat duduknya, dan langsung memeluk suaminya dari belakang yang sedang bercermin di depan meja rias.
Dokter Richard memutar tubuhnya, agar ia dapat melihat wajah istrinya dengan leluasa.
"Ada apa sayang? Mengapa kamu tiba-tiba seperti ini?
"Aku sangat mencintaimu suamiku sayang, Aku tidak ingin ada wanita lain di hatimu selain aku."ucap Marina sambil menatap suaminya dengan tatapan sendu.
"Tak pernah terbesit di hatiku untuk menduakan mu. Karena aku sangat sayang dan cinta sama kamu. Aku ingin kamu mendampingiku hingga akhir hayatku. sampai kapanpun, aku akan tetap sayang dan cinta sama kamu." ucap dokter Richard menenangkan hati Marina.
"Benarkah seperti itu?
dokter Richard mengembangkan senyumnya. "Memangnya Sejak kapan aku berbohong kepadamu? kamu sudah lihat sendiri betapa besarnya cinta dan kasih sayangku kepadamu."ucap dokter Richard yang dibalas anggukan dari Marina.
Sementara di tempat lain, Tuan Thomson dan nyonya Carlina yang sedang mendekam di penjara, menjerit-jerit meminta dilepaskan oleh petugas yang berjaga di.
"Buka pintunya! aku tidak bersalah!" teriak Nyonya Carlina meminta petugas agar segera membuka pintu sel tempatnya berada.
"Lepaskan aku dari sini! aku tidak akan mengampuni kalian jika aku sudah terbebas dari sini!" Ancam Nyonya Carlina yang terus berteriak meminta agar ia dilepaskan dari balik jeruji.
"Berisik! kamu bisa diam gak sih?dari tadi suaramu mengganggu ketenanganku"gerutu seorang wanita yang berwajah sangar yang paling lama berada di dalam sel itu.
"Diam kamu! siapa kamu menyuruhku untuk diam!"bentak Nyonya Carlina yang belum mengetahui siapa sosok wanita yang satu sel dengannya.
"Kamu belum tahu siapa saya!"teriak wanita itu tidak kalah dari nada suara Nyonya Karlina.
"Aku tidak mau tahu kamu siapa! yang aku inginkan, aku tidak ingin tetap berada di tempat jahanam ini."ucap Nyonya Carlina.
"Oh, agar kamu mengenalku, lihat nih!"
Plak!
Plak!
Wanita berwajah sangar itu memberikan beberapa kali tonjokan ke wajah Nyonya Carlina hingga membuat wajahnya lembam dan tubuhnya terhuyung ke belakang.
"Sialan! teriak Nyonya Karlina.
"Itu belum apa-apa. Itu satu perkenalan dariku! perkenalkan namaku Minahasa, tentunya kamu sudah mengetahui dari layar kaca, Siapa Minahasa."ucap wanita itu sambil langsung menatap Nyonya Carlina dengan tatapan sangarnya, membuat nyali Nyonya Carlina menciut.
Setelah mengetahui nama wanita yang satu sel dengan yang bernama Minahasa yang telah berhasil membunuh puluhan orang tanpa memiliki belas kasihan sama sekali, membuat Nyonya Carlina merasa ketakutan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN