99 Day'S

99 Day'S
Marah



Jazztin menyadari bahwa Akila tidak menyusulnya ke ruang makan pun mulai mencari cari kemana Akila berada, manik matanya menemukan seseorang yang dia cari sekarang, Jazztin melihat Akila menaiki tangga dan menuju ke kamarnya, setelah mengetahui bahwa Akila berada di kamarnya Jazztin memakan kembali sarapannya.


Setelah dia selesai, Jazztin menaiki tangga dan menuju kekamarnya Akila, di depan pintu kamar Jazztin melihat Akila yang sedang sibuk dengan handphonenya dan sesekali tersenyum, Jazztin bisa melihatnya karna pintu kamarnya tidak ditutup dengan rapat dan sedikit terbuka, Jazztin pun menghampiri Akila dan berkata


“ Mana handphone aku ” ujar Jazztin


“ ohhh, udah selesai makannya ” ujar Akila


“ Udahlah tidak usah banyak basa basi, cepat berikan handphone aku ” ujar Jazztin


“ Kamu masih marah sama aku ” ujar Akila


Jazztin yang mendengarnya pun langsung memutar bola matanya malas


“ Jawab aku ” ujar Akila


“ Ok aku minta maaf karna tidak bilang dulu sama kamu kalau aku mau keluar ” ujar Akila meminta maaf


“ Tadi pergi kemana? ” tanya Jazztin


“ Tadi aku pergi ke taman, untuk bertemu sama Eliya, kemarin dia menelfonku katanya ingin ketemu sama aku, jadi kita janjian di taman ” jelas Akila


“ Ohhh, gitu ” ujar Jazztin


“ Udah selesai ngambeknya, nih ” ujar Akila sambil mengembalikan handphone Jazztin


Setelah mendapatkan handphonenya kembali Jazztin pergi dari kamar Akila dan pergi menuju kamarnya, sedangkan Akila setelah Jazztin pergi Akila memutuskan untuk menonton TV di bawah, dia beranjak dari kasurnya dan menuju ke ruang keluarga, setelah sampai dia menghidupkan TV dan melihat acara kesukaannya, tidak terasa


“ Ada apa Akila? ” tanya Jazztin setelah membuka pintu kamarnya


“ Makan malam sudah siap, sebaiknya kamu makan dulu ” ujar Akila


“ Baiklah, aku mau membersihkan badanku dulu ” ujar Jazztin


“ Baiklah, setelah itu turun aku akan mengganti perbanmu saat kamu sudah ada dibawah nanti ” ujar Akila


“ Ok ” ujar Jazztin


Setelah mendengar jawaban Jazztin Akila pun pergi ke ruang makan menunggu Jazztin disana, 10 menit pun berlalu akhirnya Jazztin pun turun, dan menghampiri Akila yang sudah menunggunya di ruang makan,


“ Maaf, kamu menunggu lama ya ” ujar Jazztin


“ Tidak apa apa, mau diganti sekarang apa nanti setelah makan ” tanya Akila


“ Nanti aja, kita makan dulu ” ujar Jazztin


“ Baiklah ” ujar Akila


Keheningan, itu yang ada sekarang tidak ada percakapan apapun hanya ada suara sendok dan garpu, setelah selesai Akila pun meminta Jazztin menunggunya di ruang keluarga karna dia akan membersihkan piring dulu setelah itu baru mengganti perban Jazztin, setelah selesai Akila pun pergi ke ruang keluarga dan mengeluarkan


kotak obat yang ada di laci meja, setelah menemukannya dia pun menghampiri Jazztin dan mengobatinya, tidak butuh waktu lama Akila pun selesai mengganti dan mengobati luka Jazztin, Akila pun merapikan kembali kotak obat tersebut dan mengembalikannya, di saat dia ingin beranjak dari tempatnya sekarang tiba tiba Jazztin menahan tanagannya dan berkata “ temani aku disini ”, Akila yang mendengar itu pun langsung kembali duduk dan fokus melihat acara yang ada di TV, 2 jam pun berlalu Akila memutuskan untuk pergi ke kamarnya, dan Jazztin pun juga pergi kekamarnya.