99 Day'S

99 Day'S
Kebingungan



“ Setahuku Rafael bisa sangat cepat menyelidiki hal tentang Akila sampai sedalam dalam apapun dalam kurun waktu 1 hari, tetapi lihatlah sekarang sudah berapa hari Rafael belum juga menemukannya ” tambah Nindy, Jazztin mulai terpengaruh dengan perkataan Nindy, dia pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, “ Kau ada dimana ” ujar Jazztin setelah panggilan tersebut tersambung, “ Temui aku di tempat biasanya, aku menunggumu di sana ” ujar Jazztin setelah itu mengakhiri panggilan secera sepihak, “ Sepertinya berhasil ” batin Nindy, setelah telpon tersebut berakhir Jazztin bangkit dari duduknya dan ingin pergi, “ Kau ingin pergi kemana?, kau baru saja sampai, bersenang senaglah bersamaku terlebih dahulu ” ujar Nindy,


Jazztin tidak meresponnya dan terus berjalan meninggalkan Nindy di sana, setelah kepergian Jazztin tiba tiba saja handphone Nindy berdering, Nindy melihat siapa yang menelponnya setelah mengetahuinya dia segera mengangkat panggilan tersebut, “ Sepertinya berhasil, dan harus terus memantaunya, jangan sampai semuanya gagal gara gara Elina ” ujar Nindy, setelah panggilan tersebut berakhir Nindy segera pergi dari café tersebut


Sementara itu di tempat Rafael, setelah panggilan tersebut terputus Elina berkata kepada Rafael “ Kenapa? ”, “ Aku tidak tau, aku harus menemuinya sekarang ” ujar Rafael setelah itu pergi menuju tempat pertemuannya dengan Jazztin, sesampainya di sana, Rafael segera duduk dan menyapa Jazztin, “ Katakan semuanya kepadaku ” ujar Jazztin setelah Rafael duduk dengan sorot mata Jazztin yang begitu tajam, “ Apa yang kamu maksud Tin? ” ujar Rafael kebingungan


“ Jangan pernah membohongiku, aku sudah muak mengikuti semua alur cerita yang kau buat dengan Elina dan Akila ” ujar Jazztin, Rafael pun terkejut, sementara itu di tempat Elina, dia dan Akila hanya menghabiskan waktu bersama dengan menonton acara kesukaan mereka berdua di televisi, “ Maaf nona ” ujar salah satu anak buahnya, Elina pun berkata " Ada apa? ", anak buah tersebut pun membisikkan sesuatu ke Elina, “ Baiklah terima kasih atas informasimu dan jangan lupa tetap awasi mereka ” ujar Elina dengan mengambil handphonenya yang berada di meja, “ Kau boleh pergi ” tambah Elina


Sementara Rafael yang mendengarkan kata kata Elina, dia melihat ke kanan dan kiri untuk melihat siapa yang di maksud oleh Elina, dan manik matanya melihat ke seseorang yang mencurigakan, Rafael pun meletakkan handphonenya dan dia pun tertawa hambar serta berkata “ Apa yang kau maksud?, kau tenanglah aku akan segera mencari tau tentang Akila, itu kan yang kau inginkan ”, Jazztin memutar bola matanya malas dan dia berkata, tetapi sebelum bisa mengatakan apapun Rafael berkata mendahuluinya “ Oh sudah jam segini, aku harus pergi ”, Rafael pun bangkit dari duduknya dan pergi dari sana


Jazztin yang melihat gerak gerik Rafael pun mulai bangkit dari duduknya dan pergi dari sana, dan seseorang yang telah mengawasi mereka pun mulai bangkit dari duduknya dan menyusul Jazztin, Jazztin membuntuti Rafael tanpa sepengatahuan Rafael