99 Day'S

99 Day'S
Keputusan Elina



Elina Akila dan kedua orang tua Elina terus bertukar pikiran, setelah berfikir cukup lama Elina pun memutuskan untuk kembali kedunia dan melanjutkan apa yang dia inginkan yaitu membantu Akila dan membuat kakaknya kembali kesifatnya yang dulu, setelah Elina setuju untuk kembali kedunia Akila dan kedua orang tuanya Elina perlahan lahan mulai menghilang dari penglihatan Elina, Akila tersadar dan langsung turun kembali menuju rumah sakit tempat Elina dirawat


Setelah beberapa jam dokter tersebut masuk kembali keruangan Elina karena detak jantung Elina yang melemah pun keluar dari ruangan tersebut, dokter tersebut menghampiri Jazztin dan Rafael yang sedang duduk menunggu didepan ruangan, “ Anda tenang saja pasien telah berhasil melewati masa kritisnya, kita akan memindahkan pasien keruang inap ” kata dokter tersebut, Rafael dan Jazztin yang mendengar hal tersebut pun menjadi lebih tenang, Rafael menuju ke tempat resepsionis sedangkan Jazztin dia mencari cari keberadaan Akila, Jazztin baru menyadari bahwa Akila sudah tidak ada dirumah sakit tersebut


Tak selang beberapa lama Akila pun datang ke rumah sakit tersebut, Akila segera menuju keruangan Elina yang sebelumnya, sesampainya disana dia tidak menemukan Elina maupun Rafael dan juga Jazztin, Akila pun menuju ke tempat resepsionis untuk menanyakan keberadaan Elina, setelah mengetahuinya Akila pun langsung menuju ke tempat ruang inap Elina


Disaat Akila membuka pintu ruangan tersebut dia melihat Elina yang sedang berpelukan dengan Rafael, beberapa menit sebelum Akila kembali, Elina pun dipindahkan ke ruang inap dan tak selang beberapa lama Elina pun sadar, disaat Elina membuka matanya orang yang pertama kali Elina lihat adalah kakaknya, mereka pun mulai berbicara berdua, Rafael meminta maaf ke Elina atas apa yang dia perbuat kepada Elina, Elina yang meragukan permintaan maaf kakaknya tersebut karena dia masih tidak percaya bahwa kakaknya bisa berubah dalam satu malam, setelah berdebat cukup lama


Elina mencoba untuk percaya kepada Rafael, Akila yang melihat mereka berpelukan pun tersenyum dan langsung menutup pintu tersebut, setelah pintu tersebut tertutup ada seseorang yang menepuk pundaknya, Akila menoleh untuk melihat siapa yang menepuk pundaknya dan ternyata orang tersebut adalah Jazztin, mereka berdua pun


Akila pun terpaksa untuk berbohong kepada Jazztin, Akila pun mengajak Jazztin untuk masuk keruangan Elina, diruangan Elina tersebut Akila langsung memeluk Elina, saat dipelukan Elina berbisik kepada Akila “ Terima kasih ”, Akila yang mendengar hal tersebut pun melepaskan pelukannya dan mengusap rambut Elina dengan senyuman diwajahnya


Beberapa hari pun berlalu, Elina pun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, Rafael dan Jazztin tidak memperbolehkan Elina untuk tinggal sendirian dan Elina disuruh memilih antara pulang dengan Rafael atau dengan Jazztin, Elina pun memilih untuk pulang bersama Jazztin karema dia ingin bersama dengan Akila, setelah diputuskan Elina pun pulang ke apartement Jazztin dengan diantarkan oleh kakaknya, setelah sampai didepan apartement Rafael langsung pergi tanpa masuk kedalam apartement Jazztin


Setelah Elina sudah melakukan aktivitas seperti biasanya, Elina dan Akila pun memulai pencarian mereka tentang pembunuhan Akila dan juga penembakan yang terjadi kepada Elina, sebelum memulai pencaharian tersebut Akila dan Elina bertemu dengan seseorang terlebih dahulu, mereka bertemu disebuah café, dan orang tersebut adalah…