
“ Nindy kau disini ” ujar Rafael setelah dia membuka pintu apartementanya, Rafael pun berjalan menghampirinya dan duduk di sebelahnya, Nindy hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun, Rafael pun mengusap lembut kepala Nindy, “ Kamu mandi dulu akan aku siapkan makan malam untukmu ” ujar Nindy, Rafael pun mengangguk dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya sedangkan Nindy dia pergi ke dapur dan memasakkan makan malam untuk Rafael
Setelah selesai membersihkan badannya Rafael ingin pergi ke ruang makan tetapi dering handphonenya menghentikannya, dia pun melihat sekilas handphonenya yang berada di atas meja, dan dia pun mengangkat telepon tersebut, dan tak lama kemudian Rafael pun keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang makan
Sementara itu di apartement Jazztin, Akila baru saja masuk ke apartement tetapi manik matanya sudah melihat Jazztin yang duduk di sofa dengan melipat tangannya dan melamun, Akila yang melihatnya pun segera menghampirinya dan duduk di sampingnya, “ Ada apa? Kau ada masalah? ” tanya Akila, Jazztin pun tersadar dari lamunannya dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan tersenyum ke arah Akila, Akila tidak ingin memaksakan Jazztin untuk cerita
Akila pun pergi menuju kamarnya dan membersihkan badannya, setelah selesai dia pun segera menuju ke dapur dan dan memasakkan Jazztin makan malam, selang beberapa lama akhirnya makan malam pun siap, Akila segera memanggil Jazztin untuk makan malam, Jazztin pun segera menuju ke ruang makan dan makan malam bersama dengan Akila
Di tempat lain, setelah kepergian kakaknya dan juga Akila, Elina memilih untuk keluar dan membeli beberapa kebutuhan bulanan di supermarket, tidak lupa dia juga memakai topi dan juga masker untuk menutupi wajahnya, namun tiba tiba saja ada seseorang yang memanggilnya “ Elina ” ujar seseorang, “ Gawat ” batin Elina, Elina pun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya, ternyata yang memanggilnya adalah Eliya, Elina tidak menggubrisnya dan pergi meninggalkan Eliya di sana, “ Apakah aku salah orang? ” gumam Eliya, Eliya pun melanjutkan belanjanya
Sedangkan Elina, dia segera menuju ke kasir dan membayar semua belanjaannya, setelah selesai Elina segera memasukkannya ke dalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya pergi dari supermarket tersebut, saat di perjalanan ada seseorang yang menelponnya, Elina pun menggunakan earphonenya dan menjawab panggilan tersebut
“ Nona, cepatlah kembali ada sesuatu yang harus saya sampaikan ” ujar salah satu anak buahnya
“ Baiklah ” ujar Elina
Elina mengakhiri panggilan tersebut dan menambah kecepatan mobilnya, tak selang beberapa lama kemudian Elina pun sudah sampai, Elina memarkirkan mobil di tempat yang sepi, dan segera pergi ke markasnya, sebelum masuk Elina melihat kanan dan kiri memastikan bahwa tidak ada yang mengikutinya, setelah merasa semuanya aman Elina pun masuk ke dalam markas tersebut
Elina pun duduk di sofa dan setelah itu salah satu anak buahnya menghampirinya dan membisikkan sesuatu, “ Tunjukkan padaku ” ujar Elina, anak buah tersebut pun memberikan beberapa map kepada Elina, Elina pun membaca satu per satu map tersebut dengan cermat, “ Apakah ini sudah semuanya? ” tanya Elina kepada anak buahnya tersebut, anak buah tersebut menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya, Elina pun mengerutkan dahinya, dan anak buahnya tersebut pun berkata “ Ada salah satu laci yang terkunci, saya mencari cari kuncinya tetapi sama sekali tidak menemukannya ” ujar anak buah tersebut, " Kunci? " pikir Elina