99 Day'S

99 Day'S
Baru sadar



“ Udahlah, kenapa malah membahas sesuatu yang sangat tidak penting begini ” ujar Jazztin


" Sepertinya Elina orang sangat baik " batin Akila


Setelah itu Akila pun berpamitan ke Jazztin bahwa dia akan pulang dan Jazztin pun mengizinkannya, Akila pun langsung pergi setelah mendapatkan izin dari Jazztin, Akila pulang sendirian karena Jazztin yang masih mempunyai beberapa dokumen yang harus dia selesaikan, sebelum sampai ke apartement Akila mampir ke supermarket untuk membeli kebutuhan bulanan, setelah selesai Akila pun langsung pulang ke apartement.


Sesampainya di sana Akila menata semua belanjaannya di tempatnya, setelah selesai Akila pun langsung pergi kekamarnya dan membersihkan dirinya, beberapa menit kemudian Akila pergi ke ruang keluarga untuk menonton acara kesukaannya di televisi, sangking asyiknya Akila tidak sadar bahwa hari sudah gelap, hingga suara Jazztin menyadarkannya bahwa hari sudah gelap.


“ Aku pulang, ohh Akila kamu belum tidur ” ujar Jazztin


“ Ohh, kamu udah pulang, emang ini jam berapa? ” tanya Akila


“ Astaga, ternyata sudah larut malam ” ujar Akila terkejut


“ Baru sadar ” ujar Jazztin


“ Iya hehehe, kamu mau aku buatkan makan malam? ” tanya Akila


“ Tidak usah tadi aku udah makan di luar ” ujar Jazztin


“ Yaudah kalau begitu aku kekamar dulu ya ” ujar Akila


“ Iya ” ujar Jazztin


Pagi hari pun datang, seperti biasa Akila menyiapkan sarapan untuk Jazztin, Jazztin dan Akila pun memakan sarapan tersebut, setelah selesai Jazztin pun segera berangkat kekantor, sedangkan Akila dia membersih kan seluruh apartement tersebut, Akila pun selesai membersihkannya, Akila pun langsung mengistirahatkan badannya, Akila berbaring di sofa sambil memainkan handphonenya, tiba tiba saja ada seseorang yang mengirim pesan ke Akila.


In the SMS


“ hai Akila, ini nomer aku, Elina, simpan ya ” pesan yang dikirim Elina


“ Iya ” jawab Akila


“ Akila kamu sibuk apa tidak? ” tanya Elina


“ Kalau begitu ketemuan yuk, nanti saat istirahat makan siang ” ujar Elina


“ Baiklah, dimana? ” tanya Akila


“ Di café tempat kita pertama kali bertemu ” ujar Elina


“ Baiklah kalau begitu ” ujar Akila


“ Iya, sampai ketemu nanti Akila ” ujar Elina


“ Iya ” ujar Akila


The end SMS


Akila langsung bergegas membersihkan badannya, dan bersiap siap menemui Elina, setelah selesai Akila pun langsung berangkat menuju tempat yang dijanjikan, di saat perjalanan Akila melihat seorang nenek nenek yang sedang memungut tomatnya yang berjatuhan di tengah jalan di saat yang bersamaan pula ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi sedang menuju ke arah nenek tersebut, tanpa berpikir panjang Akila pun langsung berlari secepat kilat dan menolong nenek tersebut.


Setelah menolong nenek tersebut tiba tiba saja Akila sudah berada dihadapan seseorang yang memberikan tugas kepadanya, Akila melihat kearah orang tersebut raut wajahnya seperti seseorang yang sedang menahan amarahnya, di saat Akila bertanya kenapa dia ada disini, orang tersebut pun berkata


“ Akila ” ujar orang tersebut sedikit membentak


Akila yang mendengar tersebut hanya terpelonjak kaget dengan bentakkan orang tersebut


“ Kamu tau apa yang sudah kamu lakukan ” ujar orang tersebut


“ Akila kamu tidak berhak ikut campur soal kematian dan kehidupan orang lain, aku memberimu tugas untuk menjaga dan membantu Jazztin, bukan mencampuri urusan kematian orang lain, kamu mengerti ” tambah orang tersebut


“ Tapi aku tidak bisa melihat saja, seorang nenek yang akan tertabrak mobil, aku tidak bisa tinggal diam ” ujar Akila


“ Tapi kamu harus sadar Akila, siapa dirimu sekarang kamu harus sadar ” ujar orang tersebut