99 Day'S

99 Day'S
Kepercayaan



“ Tidak usah banyak basa basi segera tunjukkan apa yang ingin kamu tunjukkan ” ujar Jazztin setelah sampai ke tempat pertemuan, orang tersebut mengangkat kepalanya dan meminta Jazztin untuk duduk terlebih dahulu, disisi lain Akila Elina dan juga Eliya terus membaca satu persatu berkas berkas tersebut, di saat Elina ingin mengambil berkas di rak tersebut secara tidak sengaja dia menjatuhkan berkas dari rak sebelahnya, Elina pun mengambilnya dan di saat dia ingin mengembalikannya ada sesuatu yang membuatnya menghentikan apa yang ingin dia lakukan


Elina pun membuka berkas tersebut dan membacanya, Elina terkejut dengan isi berkas tersebut, Elina pun memasukkan berkas tersebut ke dalam tasnya, dan dia pun bertingkah seolah olah tidak menemukan apapun, dia pun segera kembali mencari berkas berkas di rak yang di tunjukkan oleh kepala rumah sakit, sedangkan Jazztin dia terkejut dengan apa yang di tunjukkan oleh seseorang yang berada di depannya, “ Kau tidak sedang membodohiku kan Nin ” ujar Jazztin setelah melihat apa yang ingin di tunjukkan oleh Nindy


Beberapa jam yang lalu, “ Jangan pernah bermain main denganku Elina ” bisik Nindy, setelah membisikkan perkataan tersebut Nindy pun berjalan masuk ke ruangan Jazztin, Jazztin yang melihat Nindy masuk ke dalam ruangannya langsung membentak Nindy menyuruhnya untuk keluar, tetapi Nindy tidak keluar, Jazztin ingin memanggil satpam tetapi kata kata Nindy membuatnya berhenti, “ Akila sudah meninggal ” ujar Nindy dengan smirk di wajahnya, Jazztin yang mendengar hal tersebut pun langsung menghampiri Nindy dan ingin menamparnya


Tapi dia menghentikan tindakannya setelah Nindy memperlihatkan foto tepat di depan mukanya, “ Ini makam Akila, jika kau masih ragu temui aku di café Rosela nanti sore, aku akan menunjukkan bukti yang lebih banyak padamu ” ujar Nindy setelah itu dia langsung pergi keluar dari ruangan Jazztin, sedangkan Jazztin dia menatap foto tersebut, dia terduduk di lantai dengan air mata yang mengalir, dia masih belum percaya dengan apa yang barusan dia dengar dan foto yang ada di genggamannya


pelukannya dan tersenyum kearah Elina, “ Kamu beneran tidak apa apa? ” tanya Elina sekali lagi


“ Kamu tidak ingin menceritakanya padaku ” tambah Elina, Jazztin menggenggam tangan Elina dan menatap Elina dengan tatapan yang sulit diartikan, Jazztin menggelengkan kepala untuk memberitahukan kepada Elina bahwa dirinya tidak apa apa “ Kembalilah ke ruanganmu, aku tidak apa apa ” ujar Jazztin, Elina hanya menghembuskan nafasnya pasrah karena Jazztin tidak ingin memberitahukan apa yang dikatakan Nindy kepadanya


Nindy menatap Jazztin dengan tatapan iba kepada Jazztin, “ Entah kau percaya atau tidak itu terserah kepadamu ” ujar Nindy sebelum dia melangkah pergi dari café tersebut, setelah Nindy pergi Jazztin lagi lagi termenung dan belum percaya dengan apa yang dia lihat dan dengarkan dari Nindy, dan tiba tiba saja ada seseorang yang berbicara kepadanya