99 Day'S

99 Day'S
Ketemu



Dari situlah Akila berfikir bahwa mungkin saja anak perempuan tersebut ada di sana, Akila pun pergi kesana untuk memeriksanya dan benar saja apa yang dia fikirkan, setelah itu Akila segera kembali ke rumah Elina sebelum teman temannya mengetahui bahwa dirinya pergi, sesampainya di rumah, Akila dikejutkan dengan Elina yang berdiri di ruang tamu dengan melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Akila dengan tatapan yang sulit di jelaskan, Akila mendekati Elina dan mengajaknya berbicara


“ Dari mana saja kau? ” tanya Elina, “ Hmmm itu ” jawab akila dengan sedikit gagap, Elina pun menatap Akila dengan sedikit heran “ Tenanglah aku tidak akan menyakitimu ” ujar Elina, “ Aku tanya sekali lagi, dari mana saja kau? Kau tidak tau sekarang sudah pukul berapa? Ini sudah pukul 10 pagi Akila, kau tiba tiba saja menghilang tadi malam, kau membuatku khawatir ” tambah Elina,  Akila pun menceritakan semuanya kepada Elina, Elina yang mendengar hal tersebut terkejut, “ Kenapa kau tidak bilang jika ada danau di sana tadi? ” tanya Elina, “ Aku baru mengingatnya tadi ” ujar Akila


Di sela sela perbincangan Elina dan Akila tiba tiba saja ada seseorang yang menelpon Elina, Elina pun mengambil handphonenya yang berada di saku celananya dan mengangkat panggilan tersebut, “ Terus awasi jangan sampai lengah, jika terjadi apa apa segera hubungi aku, aku akan segera kesana ” ujar Elina sebelum mengakhiri panggilan tersebut, Akila yang melihat wajah Elina yang panik setelah mengakhiri panggilan tersebut pun bertanya “ Ada apa? Apakah ada masalah? ”


“ Ikuti aku, akan aku jelaskan nanti di perjalanan ” ujar Elina, mereka berdua pun bergegas ke parkiran dan masuk ke dalam mobil, sebelum Elina menjalankan mobilnya Elina mengirimkan pesan untuk Rafael, Isi pesan ‘ Jika aku tidak menghubungimu pada pukul 12\, segeralah bawa polisi ke tempat ***** ’, setelah pesan tersebut terkirim Elina segera menjalankan mobilnya ke tempat yang di beritahukan oleh salah satu anak buahnya tadi


Orang yang membelakangi mereka pun bertepuk tangan dan membalikkan badannya sambil berkata dengan smirk di wajahnya “ Wah wah wah, hebat juga ya kalian, bisa menemukan kami secepat ini, aku pikir bisa bermain main dengan anak ini lebih lama lagi ternyata tidak ”, Akila yang melihat wajah orang tersebut pun terkejut bukan main sedangkan Elina yang melihat wajah orang tersebut “ Sudah ku duga ” gumam Elina


“ Eliya, kau… ” ujar Akila tidak percaya, “ Tidak mungkin, aku pasti salah lihat ” tambah Akila dengan tangannya menggosok gosok matanya, “ Kau tidak salah Akila, ini benar diriku Eliya ” ujar Eliya, Akila pun berhenti menggosok gosok matanya dan berjalan menghampiri Eliya dengan berkata “ Kenapa kau melakukan ini? Kau bilang kau akan membantuku ”, “ Kau ingin tau alasannya? ” tanya Eliya, Akila hanya menganggukan kepalanya sebagai jawabannya, “ Coba tanyakan kepada dirimu sendiri Akila ” ujar Eliya dengan sedikit berteriak