99 Day'S

99 Day'S
Elina



“ Sesuai perjanjian kita waktu itu, kalau kamu sudah sembuh aku akan pergi dari apartementmu, sekarang kan kamu sudah sembuh jadi aku harus pergi dari apartementmu ” ujar Akila pergi melewati Jazztin


“ Jangan pergi ” ujar Jazztin sambil memegang tangan Akila


“ Tapi… ” ujar Akila terpotong karena perkataan Jazztin


“ Jangan pergi, tetaplah disini bersamaku, aku membutuhkanmu ” ujar Jazztin sambil memeluk Akila


“ Jazztin ” ujar Akila


“ Biarkan seperti ini sebentar saja ” ujar Jazztin


Tak lama kemudian akhirnya Jazztin melepaskan pelukannya kepada Akila, setelah melepaskan pelukannya Jazztin berkata


“ Tetaplah disini, aku mohon ” ujar Jazztin sambil memohon


Hahhh helaan nafas Akila


“ Baiklah, aku akan tetap di sini ” ujar Akila


Setelah itu pun Akila langsung mengembalikan semua bajunya ke tempatnya semula, dan Jazztin dia bilang ke Akila bahwa dia akan pergi keluar sebentar, setelah selesai merapikannya kembali Akila memutuskan untuk ke ruang keluarga menonton acara kesukaannya dan juga tidak lupa dengan cemilan yang sudah Akila ambil dari


tempat penyimpanannya.


Sementara itu disisi lain Jazztin sedang menuju kesebuah tempat, setelah lama perlajanan akhirnya dia sampai ke tempat tersebut, dan tempat tersebut adalah bandara, setelah itu dia pun masuk dan manik matanya terus menerus mencari seseorang yang sangat dia rindukan, setelah menemukan orang tersebut, Jazztin melambaikan tangannya kepada orang tersebut


“ Jazztin ” ujar seseorang tersebut dan berlari memeluk Jazztin


Jazztin tersenyum gembira dan menerima pelukan seseorang tersebut


“ Sudah lama menungguku? ” tanya Jazztin kepada seseorang di depannya


“ Tidak, kamu tenang aja ” ujar orang tersebut


Flassback on


in the call :


“ Hallo, siapa? ” ujar Jazztin


“ Nana ” ujar Jazztin terkejut


“ Iya, Jazztin aku Nana ” ujar Elina


“ Akhirnya kamu menghubungiku, aku terus menunggu kamu menghubungiku, sejak 1 tahun yang lalu kamu pindah ke Australia dan kamu sama sekali tidak menghubungiku, kamu tau betapa sepinya hariku tanpa ada dirimu ” ujar Jazztin


“ Hahaha, Iya iya maafkan aku, saat disana aku tidak sengaja menghilangkan handphoneku,  aku punya kabar baik buat kamu? ” ujar Elina


“ Kabar baik apa? ” ujar Jazztin


“ Aku akan kembali ke Indonesia ” ujar Elina


“ Beneran? Kamu serius? ” tanya Jazztin


“ Iya, aku serius ” ujar Elina


“ Baiklah, kalau gitu nanti aku jemput ” ujar Jazztin


“ Iya, sampai ketemu nanti, bye Jazztin ” ujar Elina


“ Bye Na ” ujar Jazztin sambil menutup panggilan tersebut


Off


Singkat cerita Elina Auristela adalah sahabatnya Jazztin, namanya Elina tapi Jazztin memanggilnya Nana, Elina lahir di Indonesia tetapi saat umurnya 15 tahun dia dan keluarganya pindah ke Amerika, di saat Akila dan Eliya memutuskan pindah kota, Jazztin pun juga pindah ke Amerika dan meneruskan studynya disana, dikampusnya Jazztin dikenal sebagai seseorang yang sangat dingin dan cuek dan juga dia sangat sangat tertutup kecuali dengan teman temannya, dan secara tidak sengaja mereka pun bertemu, Elina menyukai Jazztin saat pertama kali bertemu


“ Apa? ” ujar Jazztin dengan dingin


“ Aku mencintaimu Jazztin, mau jadi pacarku? ” ujar Elina


“ Tidak, aku tidak ingin berpacaran sekarang dan aku juga tidak mencintaimu ” ujar Jazztin sambil ingin pergi dari situ tapi pergelangan tangannya dipegang oleh Elina


“ Baiklah aku mengerti, tapi bisakah kita berteman?, aku akan memendam perasaanku dan aku juga tidak akan memaksamu untuk mencintaiku, aku hanya ingin berteman denganmu ” ujar Elina


“ Teman?, akan aku pikirkan ” ujar Jazztin dan melangkah pergi dari situ


Setelah kejadian tersebut akhirnya Jazztin dan Elina pun berteman, dan semakin hari pertemanan merekan pun semakin dekat dan Elina pun berusaha untuk terus ada untuk Jazztin