
Sebelum memulai pencaharian tersebut Akila dan Elina bertemu dengan Eliya terlebih dahulu karena Akila dan juga Elina ingin Eliya juga terlibat dalam hal ini karena Eliya selama ini sudah membantu Akila untuk menemukan siapa pelakunya, mereka bertemu disebuah café dan mereka pun langsung mencari cara untuk bisa bertemu dengan orang orang yang dulu pernah bertemu ataupun pernah berkomunikasi dengan Akila sebelum penyerangan tersebut terjadi
Setelah beberapa lama berbincang bincang, mereka pun mulai pulang kerumah mereka masing masing, ditempat yang sepi tiba tiba saja utusan Tuhan berada disana dan berbicara kepada Akila dan juga Elina, seharusnya utusan Tuhan tersebut hanya bisa dilihat oleh Akila seorang tetapi karena utusan Tuhan tersebut yakin bahwa Elina adalah orang yang baik dia pun mengperlihatkan dirinya kepada Elina, “ Ingat Akila waktu mu hanya tersesisa 33 hari, kamu harus bisa menyelesaikan tugasmu ” kata utusan Tuhan tersebut
Setelah mengatakan hal tersebut utusan Tuhan pun langsung pergi kembali keatas awan, Elina melihat kearah Akila, Akila pun menatap balik Elina dengan senyuman manis diwajahnya dan anggukan kepala bahwa dia baik baik saja, setelah itu mereka pun melnjutkan perjalanan, sesampainya diapartement mereka langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka
Setelah selesai mereka berdua segera kedapur untuk menyiapkan makan malam, tak selang beberapa lama makanan pun siap dan Jazztin pun sudah pulang dari kantor, mereka pun makan malam bersama
Pagi harinya seperti biasa Jazztin dan Elina pergi kekantor sedangkan Akila membersihkan apartement, disiang hari setelah Elina selesai mengerjakan berkas berkas, dia pun pergi keruangan Jazztin untuk memintanya menandatangani berkas berkas tersebut, setelah Jazztin selesai menandatangani berkas berkas tersebut Elina
Elina yang sudah muak dengan Nindy dan tidak ingin bertengkar dengannya langsung menarik tangan Nindy, Nindy menepis kasar tangan Elina dan mendekatkan wajahnya ketelinga Elina, “ Jangan pernah bermain main denganku Elina ” bisik Nindy, setelah membisikkan perkataan tersebut Nindy pun berjalan masuk ke ruangan Jazztin, Elina melamun dan tersadar setelah kedua satpam berada didepannya dan terus saja berkata maaf maaf dan maaf
Elina yang mendengar hal tersebut pun ingin marah kepada kedua satpam tersebut karena mengizinkan Nindy masuk kekantor ini, Elina pun menyuruh kedua satpam tersebut untuk membawa keluar Nindy dari kantor ini entah bagaimana pun cara, tetapi saat kedua satpam itu ingin masuk kedalam ruangan Jazztin tiba tiba saja Nindy keluar dari ruangan Jazztin dengan santainya dan smirk diwajahnya
Elina yang merasa ada hal yang aneh pun segera masuk ke ruangan Jazztin, untuk melihat apakah Jazztin baik baik saja, saat Elina masuk keruangan dia melihat Jazztin yang berdiri menghadap kearah jendela, Elina pun menghampiri Jazztin “ Kau baik baik saja? ” tanya Elina, Jazztin yang mendengar suara Elina segera membalikkan badannya dan memeluk Elina dengan erat “ Aku tidak apa apa ” ujar Jazztin, setelah beberapa lama Jazztin memeluk Elina, Jazztin pun melepaskan pelukannya dan tersenyum kearah Elina, “ Kamu beneran tidak apa apa? ” ujar Elina, Elina sangat mengenal Jazztin, jika Jazztin mengatakan tidak apa apa buat Elina pasti ada apa apa, “ Kamu tidak ingin menceritakanya padaku ” ujar Elina, Jazztin menggenggam tangan Elina dan menatap Elina dengan tatapan yang sulit diartikan