
“ Maaf karena aku harus pergi meninggalkanmu, maaf karena aku harus mengingkari janji yang sudah aku buat kepadamu, maafkan aku karena tidak bisa terus berada di sisimu ” tambah Akila, “ Tapi aku akan tetap berada di sini ” ujar Akila dengan menunjuk ke dada Jazztin, “ Di hatimu ” tambah Akila dengan menatap Jazztin dan senyum manisnya, Jazztin pun menarik Akila kedalam pelukannya dan berkata “ Aku mencintaimu Akila, aku sangat sangat mencintaimu ”
“ Aku juga mencintaimu Jazztin ” jawab Akila, tiba tiba saja Akila mendengar suara seseorang yang memanggil namanya, Akila pun melihat ke atas dan tersenyum, “ Akila, ayo ” ujar Leon dengan mengulurkan tangannya, Akila tersenyum bahagia dan menerima uluran tangan Leon dan seketika tubuh Akila menghilang tanpa meninggalkan apapun, mereka semua yang berada di sana menangis saat melihat tubuh Akila yang menghilang, Jazztin menjatuhkan tubuhnya dan menangis terisak di sana, “ AKILAAAAAA ” teriak Jazztin
25 tahun kemudian, “ Daddy, Kenapa kau menceritakan kisah yang menyedihkan seperti ini kepada kami? ” ujar seorang anak perempuan, “ Mataku jadi bengkak gara gara cerita Daddy ” tambah anak perempuan tersebut, “ Jangan bilang bahwa ini adalah kisah Daddy ” ujar seorang anak laki laki, “ Hmmm, benar ini kisah cinta pertama Daddy ” ujar sang ayah, “ Oh benarkah ” ujar kedua anak tersebut bersamaan
“ Jordan Viola Jazztin ayo sarapan ” teriak seseorang dari arah ruang makan, “ Tunggu bentar Mom ” ujar Viola, “ Ada apa sih? Tumben sekali biasanya kalau masakkannya sudah matang langsung berlari keruang makan ” gumamnya dan berjalan ke arah ruang keluarga, “ Daddy, Apakah sekarang Tante Akila sudah bahagia di sana? ” tanya Jordan, orang tersebut yang mendengar pertanyaan Jordan sedikit terkejut tetapi dia bersyukur karena Jazztin bisa berbagi waktu dengan anak anaknya walaupun itu harus bercerita tentang masa lalunya
Jazztin dan Elina hanya mengerutkan dahinya, “ Dia akan meninggalkan Negara ini ” ujar Jordan dengan menundukkan kepalanya, “ Kejar dia dan dapatkan dia ” ujar Jazztin, Jordan yang tadinya menundukkan kepalanya seketika mengangkat kepalanya setelah mendengar perkataan Daddynya, Jordan segera mengambil jaketnya dan juga kunci motornya, Jazztin dan Elina yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum melihat anak pertamanya yang sudah memasuki masa dewasanya
Di malam harinya, “ Terima kasih ” ujar Nindy kepada seorang penjaga yang membukakan gerbang penjara untuknya, Nindy baru saja bebas dari sel penjara sedangkan Sherly masih berada di dalam penjara, Nindy berjalan sambil menatap bulan yang bersinar terang di atas sana “ Akila terima kasih karena dulu kau pernah menjadi sahabatku ” ujar Nindy dengan tersenyum melihat ke arah bulan, sementara itu Elina dan Jazztin yang sedang berada di belakang rumah melihat bulan yang sama yang di lihat oleh Nindy “ Akila, aku sudah bahagia di sini, aku memiliki keluarga kecilku sendiri, semoga kau juga bahagia di sana ya bersama dengan kakakmu ” batin Jazztin sambil memegang dadanya, “ Akila, aku sudah bersama dengan orang yang aku cintai, aku berterima kasih kepadamu karena kau merelakan Jazztin untukku, semoga kau selalu bahagia ya di sana, kami yang ada di sini akan tetap menyayangimu ” batin Elina
THE END